Berita Terkini

Tes Wawancara Calon Auditor

Jakarta,kpu.go.id- Untuk memenuhi kebutuhan tenaga auditor, Komisi Pemilihan Umum (KPU) melakukan tes wawancara terhadap 8 (delapan) calon auditor, Selasa (29/9) di ruang kerja Biro Sumber Daya Manusia (SDM).Tes wawancara tersebut dilakukan untuk menggali kompetensi, kapasitas dan rekam jejak para calon auditor, hal tersebut disampaikan Kepala Biro SDM, Lucky Firnandy.“Setelah proses seleksi administrasi, wawancara kali ini bertujuan untuk memperoleh secara mendalam kompetensi dan rekam jejak yang ada pada masing-masing calon,” tuturnya.Pada kesempatan yang sama, Inspektur KPU Adiwijaya Bakti menyampaikan bahwa proses rekrutmen kali ini merupakan jalur alternatif yang ditempuh KPU untuk memenuhi kebutuhan tenaga auditor.“Normalnya, KPU merekrut tenaga auditor dari Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang nantinya akan dipersiapkan untuk menjadi tenaga auditor, namun karena mendesaknya pemenuhan tenaga tersebut kami melakukan seleksi terbuka,” ujarnya. (ajg/red.FOTO KPU/dosen/Hupmas)Daftar nama peserta tes wawancara klik disini

TPS Pilkada Ramah Untuk Penyandang Disabilitas

Jakarta, kpu.go.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) dalam pemungutan dan penghitungan suara (tungsura) Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2015 mengatur agar denah Tempat Pemungutan Suara (TPS) ramah kepada penyandang disabilitas, khususnya pengguna kursi roda, Selasa (29/9).Hal tersebut disampaikan Staf Ahli KPU RI, Udi Prayudi saat acara Focus Group Discussion (FGD) pemungutan dan penghitungan suara dalam Pilkada 2015 antara KPU dengan pemantau pemilu serta sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) penggiat pemilu.“Kami (KPU) wajibkan teman-teman penyelenggara, dalam menyusun TPS memperhatikan kebutuhan teman-teman disabilitas,” kata Udi di ruang rapat lantai 1 Gedung KPU RI, Jakarta.Kemudahan akses yang diberikan kepada disabilitas antar lain lebar pintu masuk TPS, tinggi kotak suara yang mudah dijangkau, serta jarak antara dinding belakang TPS dengan bilik suara yang lebar.“Seperti jarak antara pintu masuk TPS yang lebar untuk akses kursi roda, tinggi kotak suara tidak lebih dari 30 cm, sehingga mudah memasukkan surat suara kedalam kotak suara sendiri, termasuk jarak antara dinding belakang TPS dengan bilik suara kita atur sekurang-kurangnya 1 meter. sehingga akses pengguna kursi roda mudah dalam penyampaian hak pilih nya didalam bilik suara,” jelas Udi.Sementara itu, Wakil Ketua Pusat Pemilihan Umum Akses Penyandang Cacat, (PPUA Penca) Heppy Sebayang, mengatakan, penerbitan buku panduan pemungutan dan tungsura Pilkada 2015 oleh KPU yang telah mengadopsi kebutuhan disabilitas merupakan hal yang luar biasa.“Kami sangat mengapresiasi buku panduan luar biasa ini, yang mengadopsi hal-hal untuk melindungi hak politik disabilitas. Kami nilai sudah banyak yang diatur bagaimana teman-teman bisa maksimal menggunakan hak politiknya,” ujar nya.Mengenai kelengkapan bahan simulasi, Heppy mengusulkan agar KPU mempersiapkan proses distribusi alat bantu simulasi dengan baik, sehingga saat pelaksanaan simulasi, petugas KPPS bisa memberikan contoh penggunaan alat bantu secara maksimal.“Terkait kelengkapan bahan-bahan simulasi, pengalaman kami di PPUA (Penca), saat proses simulasi sebelum hari pemungutan suara, seringkali alat bantu coblos itu tidak tersedia, sehingga petugas KPPS ketika ingin memberi contoh sulit untuk memperagakannya,” lanjut Heppy.Dalam kegiatan FGD tersebut, KPU juga menyampaikan 7 (tujuh) poin baru yang bertujuan untuk memberi kemudahan serta perbaikan dalam pelaksanaan pilkada khususnya tahap pemungutan dan tungsura. Ketujuh poin itu antara lain:Jumlah Pemilih paling banyak 800 orang tiap TPS;Formulir C7 (daftar hadir pemilih) untuk mencatat setiap pemilih yang hadir menggunakan hak pilihnya di TPS;Terdapat Pengawas TPS pada masing-masing TPS yang dapat dibentuk oleh Panwas Kecamatan;Adanya pencatatan pengguna hak pilih disabilitas di formulir C1;KPPS mengembalikan formulir C6 yang tidak terdistribusikan kepada PPS;Terdapat perubahan tugas KPPS, utamanya dalam pengadministrasian pengguna hak pilih. Dimana KPPS 4 dibantu oleh KPPS 5;Hasil penghitungan suara disampaikan kepada PPK melalui PPS pada hari itu juga. (ris/red. FOTO KPU/dam/Hupmas)

PORSENI KPU RI Digelar Untuk Tingkatkan Kebersamaan dan Soliditas SDM

Jakarta, kpu.go.id-Setelah berlangsung selama satu bulan sepuluh hari, Pekan Olah Raga dan Seni (PORSENI) dalam memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI ke-70, Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Senin (28/9) dalam suasana meriah menutup kegiatan itu, di Ruang Sidang Utama lantai 2 Gedung KPU RI, yang merupakan ruang serbaguna, dan satu-satunya ruang pertemuan terluas dan terbesar di gedung penyelenggara pemilihan umum (pemilu) ini.Kegiatan PORSENI yang pertama kali digelar oleh KPU RI ini bertujuan untuk meningkatkan kebersamaan dan soliditas sumber daya manusia (SDM) di jajaran KPU, dalam menyukseskan penyelenggaraan pemilihan kepala daerah (pilkada).  Cabang-cabang olahraga dan seni yang dipertandingkan sebanyak 10 cabang olahraga dan seni yakni badminton, tenis meja, futsal, senam, catur, gaple, karaoke, paduan suara, kreativitas seni, serta terakhir penataan dan kebersihan ruang kerja. Tetapi di tengah-tengah perjalanan kegiatan PORSENI, keluarlah ide tambahan pertandingan yakni lomba panco, untuk mencari pria maco di KPU dan lomba memasak.                             “Porseni yang telah dibuka tanggal 18 Agustus 2015 telah berjalan meriah dan sukses dengan mempertandingkan sepuluh cabang pertandingan, namum ditengah perjalanannya ada ide dari Bapak-bapak Komisioner KPU RI untuk menambah dua cabang pertandingan, panco dan memasak. Hadiah untuk pemenang lomba panco disediakan oleh Bapak Sigit Pamungkas, dan pemenang lomba memasak disediakan oleh Bapak Arif Budiman,” jelas Lucky Fernandy Majanto, Kepala Biro SDM KPU, yang sekaligus sebagai Ketua Panitia Pelaksanan PORSENI kali perdana ini.Pada kesempatan yang sama, Ketua KPU Husni Kamil Manik mengungkapkan rasa terima kasih kepada panitia yang bekerja keras untuk pelaksanaan porseni ini."Saya dan para pimpinan mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia atas kerja kerasnya pada kegiatan PORSENI ini, dimana pada kegiatan ini kita bisa memperkuat tali silaturahmi antar karyawan-karyawati," ujar Husni. Manfaat yang dapat kita peroleh, tambah Lucky, selain dapat mengetahui talenta karyawan-karyawati KPU dalam setiap cabang olahraga, juga ruangan-ruangan kerja menjadi lebih nyaman, rapih, asri, dan bersih. Lucky berharap PORSENI KPU ini dapat terselenggara setiap tahunnya dan kepanitiaan juga dapat bergilir, karena banyak nilai positif yang dapat kita petik.                            “Kami memohon maaf jika dalam penyelenggaraannya terdapat kekurangan dari mulai jadwal berubah-rubah, tempat harus berbagi sehingga membuat ketidaknyamanan. Kami juga sangat mengharapkan PORSENI ini dapat berkesinambungan, dan terselenggara lebih baik, lebih professional untuk tahun-tahun mendatang.,” harap Lucky. (wwn FOTO KPU/dosen/Hupmas)Daftar Pemenang PORSENI KPU Tahun 2015 klik disini

Populer

Belum ada data.