Berita KPU Daerah

Hari Kedua PSB di Solok, Senam Massal Hingga Donor Darah

Solok, kpu.go.id - Pagelaran Seni Budaya (PSB) Menyongsong Pemilu 2019 di Kota Solok berlanjut dengan kegiatan senam massal, jalan sehat serta bakti sosial donor darah Minggu (22/4/2018). Bertempat di Taman Syech Kukut-Kota Solok, tema yang diusung adalah “Melalui Senam Massal, Jalan Sehat dan Bhakti Sosial Donor Darah Membangun Pemilih Berdaulat Guna Menyukseskan Pemilu Serentak  Tahun 2019”.Hadir dalam acara ini Wakil Walikota Solok Reinier bersama istri, Muspida Kota Solok, Dandim 0309 Solok, Kajari Kepala OPD, KPU Kota Solok beserta jajaran, Panwaslu Kota Solok beserta jajaran PPK, PPS, Pantarlih, Klub Jantung Sehat Kota Solok, pimpinan Partai Politik peserta Pemilu 2019 serta ribuan masyarakat Kota Solok hadir dalam acara ini.Dalam sambutannya Ketua KPU Kota Solok Budi Santoso menjelaskan bahwa kegiatan yang digelar Minggu pagi selain menyehatkan juga dapat membantu sesama. Terutama kegiatan donor darah yang menurut dia hasilnya akan disumbangkan ke rumah sakit serta masyarakat yang membutuhkan.Sementara itu Wakil Walikota Solok Reinier menyambut baik acara yang digagas KPU karena selain meriah juga memberikan masyarakat kegembiraan dalam menyambut datangnya Pemilu 2019.Acara senam pagi juga meriah berkat artis dan pembawa acara yang kocak dan kondang “Mak Lepoh dan Ajo Latuih”. Dilakukan juga pengundian doorprize berupa sepeda gunung, kompor gas, dispenser, kipas angin, magiccom, blender, setrika kepada masyarakat yang beruntung.Selesai acara, KPU Kota Solok bersama dengan Panitia Pemutakhiran Data Pemilih (Pantarlih) didampingi PPS, PPK, KPU Kota Solok dan Panwaslu Kota Solok melaksanakan pencocokan dan penelitian (coklit) terhadap Wakil Walikota Solok, di Rumah Dinas Jalan KS Tubun no 1 RT01/02 Kel Kampung Jawa-Kota Solok.Berdasarkan data yang tercantum dalam Kartu Keluarga (KK) yang telah memenuhi syarat sebagai pemilih ada lima orang terdiri dari Reinier, Elfia Safitri, David Aldi Reinier, Edwin Ferdian Reinier dan Ranti Kurnia Sari Reinier. (kpu kota solok/ed diR)

Oni-Oni To Riolo dan Sulo-Sulo Sumange di PSB Kab Soppeng

Watansoppeng, kpu.go.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Soppeng ikut melaksanakan Pagelaran Seni Budaya (PSB) Menyongsong Pemilu 2019 di Lapangan Gasis Watansoppeng Sabtu (21/4/2018) mulai pukul 20.00-23.00 WITA.PSB di Kab Soppeng diisi dengan pertunjukkan kesenian khas setempat, seperti Oni- Oni To Riolo, Sulo- Sulo Sumange, Mang Ngarru serta Tarian Lima Etnis yang dibawakan para mahasiswa Universitas Negeri Makassar serta beberapa sanggar seni lokal.Hadir dalam acara PSB, Bupati, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, partai politik, ormas, LSM, tokoh adat, tokoh masyarakat, komunitas, penyelenggara ad hoc, mahasiswa Universitas Negeri Makassar, serta masyarakat umum lainnya.Dalam sambutannya Ketua KPU Kab Soppeng Amrayadi  menyampaikan bahwa pagelaran seni bertujuan untuk menyadarkan masyarakat akan hari pemungutan suara Pemilu 2019 yang jatuh pada Rabu 17 April 2019. Lebih dari itu PSB memiliki pesan kepada masyarakat bahwa pelaksanaan Pemilu 2019 akan digelar serentak yakni Pemilu Legislatif (Pileg) dan Pemilu Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres). “Masyarakat diharapkan lebih sadar untuk ikut berpartisipasi dalam pemilu nanti, mengingat jumlah personel KPU hanya tiga orang, demikian pula dengan penyelenggara ad hoc. Dengan begitu bisa dipastikan intensitas pekerjaan lebih besar mengingat kotak suara pada Pemilu 2019 berjumlah lima buah,” tutur Amrayadi.Pada PSB ini juga diberikan kesempatan bagi Sekretaris KPU Kabupaten Soppeng serta beberapa undangan lainnya untuk menyumbangkan puisi bertema pilkada serta ajakan untuk memilih. (darma/teknishupmaskpusoppeng/ed diR)

PSB di Kab Maros Suguhkan Tunrung Pakanjara

Maros, kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Maros  menggelar Pentas Seni Budaya (PSB) di Anjungan Pantai Tak Berombak (PTB) Sabtu, (21/4/2018). PSB dengan tema “Melalui Pagelaran Seni Budaya Membangun Pemilih Berdaulat Guna Menyukseskan Pemilihan Serentak 2019” ini menghadirkan pementasan atraksi Gendang ‘Tunrung Pakanjara’, sebuah kesenian tradisonal khas Bugis Makassar yang sejarahnya digunakan sebagai penghormatan menyambut Tamu agung pada Masa kerajaan dahulu.Pementas dalam PSB ini pemuda-pemudi dari Kabupaten Maros  yang menyuguhkan berbagai macam kesenian seperti tari tradisional dan Kontemporer, puisi, lakon drama komedi dengan tema pemilu. Ketua KPU Kabupaten Maros Ali Hasan mengatakan bahwa PSB ini bertujuan menarik perhatian masyarakat untuk ikut menyukseskan Pemilu 2019 serta Pilgub Sulsel 2018 yang akan dihelat beberapa bulan kedepan.Ali Hasan berharap melalui PSB ini, pesan agar masyarakat menggunakan hak pilihnya bisa lebih tersosialisasi. ”Sehingga partisipasi pemilih bisa lebih meningkat di pemilu mendatang,” kata Ali.Kegiatan ini dihadiri oleh Panwaslu  Maros, Forkopimda, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), tokoh masyarakat  serta sejumlah tamu undangan lainnya.Kegiatan ini juga melibatkan berbagai elemen penggiat seni budaya di Kabupaten Maros seperti Badan Kerjasama Kesenian Indonesia (BKKI), Forum Komunikasi Dara Daeng Maros (FKDDM), Cokko Cokko Movie, Sanggar Seni Toddolimayya juga Seniman Dangdut Daerah. (160/M@2L- TknsHpms/ed diR)

25 Relasi Kab Maros Siap Sosialisasikan Pilgub Sulsel 2018

Maros, kpu.go.id - Kesuksesan Suatu Pemilihan Umum (Pemilu) bergantung dari seberapa giat kerja-kerja sosialisasi yang dilakukan oleh penyelanggara. Menyadari hal itu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Maros mengukuhkan Relawan Demokrasi (Relasi) untuk  Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Sulawesi Selatan (Sulsel) 2018.Sebanyak 25 orang putra-putri daerah kabupaten Maros dikukuhkan menjadi Relasi Pilgub 2018 oleh  Komisioner Divisi SDM dan Parmas Syaharuddin atas nama Ketua KPU maros di Aula KPU Maros Sabtu, (21/04/2018). Pada kesempatan itu Komisioner yang akrab disapa Bang Datu ini memberikan arahan kepada segenap relasi mengenai kerja-kerja mereka kedepan.“Yang terpenting selain mensosialisasikan jadwal Pelaksanaan Pilgub Sulsel 2018, kami berharap teman-teman Relasi tetap menjaga independensinya dan tidak tergiur godaan-godaan materi untuk mensosialisasikan calon tertentu, selain akan mencederai  semangat Pilkada  yang berbudaya bermartabat, juga akan  berujung pada sanksi Pidana,” imbaunya.Setelah acara pengukuhan, dilanjutkan dengan pelatihan dan bimbingan teknis (bimtek) Relasi.  Ada beberapa materi penting yang disampaikan untuk memberikan bekal kepemiluan seperti mengenal demokrasi, pemilu dan pilkada, tahapan penyelenggaraan pemilu dan pilkada, lembaga penyelenggara, peserta  pemilu dan pilkada, pemilih, relasi dan media soial dan suplemen lainnya seperti cara berkomunikasi yang efektif baik dalam situasi formal maupun informal.Pelatihan dan bimtek berjalan dengan suasana diskusi santai dan diselingi permainan dinamika kelompok dan ilustrasi bagaimana jika memberikan penyuluhan kepada masyarakat tentang pentingnya berpartisipasi dalam pilgub Sulsel 2018 dan dampak negatif golput serta politik uang. (160-TknsHpms/ed diR)

Gelar PSB, Penyelenggara di Kolut Persembahkan Tarian Kolosal

Lasusua, kpu.go.id - Para penyelenggara Pemilihan Umum (Pemilu) di Kabupaten Kolaka Utara (Kolut) ikut berpartisipasi pada kegiatan Pagelaran Seni dan Budaya (PSB) menyongsong Pemilu 2019, Sabtu (21/04). Keikutsertaan mereka pada kegiatan dengan tema “Melalui Demokrasi Kita Wujudkan Negara Indonesia Kuat” ini adalah dengan mempersembahkan tarian kolosal.Tari kolosal yang dipersembahkan mengangkat tema “Melalui Demokrasi Kita Wujudkan Negara Indonesia Kuat” dalam tarian kolosal yang dipersembahkan  terdapat gerakan bagaimana menggunakan hak pilih serta memperkenalkan bendera partai politik yang lolos jadi peserta pemilu 2019.Selain diisi dengan persembahan para penyelenggara, PSB juga memperlombakan Tari Lulo serta pembagian doorprize bagi masyarakat yang beruntung. Tari Lulo sendiri merupakan salah satu kearifan lokal di Sulawesi Tenggara.Acara PSB dipimpin langsung oleh Plt Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kolaka Utara Mahjur M, hadir juga dalam pagelaran seni budaya ini, Wakil Bupati Kolaka Utara H Abbas, Sekda Kolaka Utara, unsur partai se-Kabupaten Kolaka Utara, serta pihak terkait lainnya.Dalam keterangannya, Mahjur mengatakan, kegiatan ini jadi momentum untuk tetap menjaga budaya daerah, melestarikan kearifan lokal yang dimiliki serta menjaga kerukunan antar warga Kolaka Utara.Menurut dia konsep PSB sendiri bermakna proses demokrasi dan politik harus selalu berkulturasi dengan seni dan budaya yang ada. Dan PSB tentu saja jadi sarana bagi KPU untuk menyosialisasikan tahapan pemilu agar berjalan lancar dan tidak ada masalah. “Nantinya seluruh bendera partai politik akan dipajang di depan kantor KPU Kolaka Utara guna mensosialisasikan partai politik yang lolos verifikasi untuk mengikuti pemilu,” tutur PSB.Wakil Bupati Kolaka Utara, H Abbas mengapresiasi pagelaran seni dan budaya dalam menyongsong Satu Tahun Pemilu Serentak 2019 ini, dia juga mengatakan bahwa melalui PSB akan memperkokoh seni dan budaya leluhur kita dari terpaan budaya luar. “Yang begitu pesat memengaruhi generasi kita melalui media informasi dan teknologi yang semakin canggih,” tutupnya. (ti2/ed diR)

Lewat Tarian, KPU Luwu Songsong Pemilu 2019

Luwu, kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Luwu menggelar Lomba Tari Tradisional Pajaga Lili, di Aula Bappeda Luwu, Jalan Jendral Sudirman, Kelurahan Senga, Kecamatan Belopa, Kabupaten Luwu Sabtu (21/4/2018). Lomba dibuat sebagai bagian dari Pegelaran Seni Budaya menyongsong satu tahun pelaksanaan pemungutan suara Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 yang juga dilaksanakan serentak disemua daerah di Indonesia.Hadir dalam kegiatan ini, Ketua KPU Kabupaten Luwu, Abd Thayyib, para juri Kabid Kebudayaan Disdak Luwu, Amnur, perwakilan Dinas Pariwisata, Juliani Martin, tokoh budaya, Sadakati A Arsyad para pembina juga para peserta lomba tari tradisional.Dalam sambutannya, Abd Thayyib menyampaikan bahwa Pagelaran Seni Budaya merupakan kegiatan nasional namun bisa disesuaikan dengan kearifan lokal daerah masing-masing. Khusus di Luwu momentum ini digunakan untuk memasyarakatkan tarian. “Selain itu jadi mometum dalam menyongsong FKN dinana kedatuan Luwu akan menjadi tuan rumah," ujar Abd Thayyib.Melalui pagelaran seni masyarakat diberikan ruang mengekspresikan kemampuan serta kualitasnya dalam budaya. Dia juga mengingatkan bahwa lomba dibuat bukan semata mencari juara tetapi memunculkan kebanggaan dan menghargai budaya yang ada. “Dimana di Tanah Luwu dari dulu sampai sekarang dikenal sebagai bangsa yang besar, serta memiliki banyak varian budaya. Seperti tarian pajaga lili yang memiliki banyak variasi tergantung konsep wilayahnya,” terangnya.Peserta dalam lomba tari tradisional Pajaga lili Sanggar Seni Almannan Suli, Raihan Tari (Freedom Tokinawa Art), SMPN 3 Bajo serta Desa Buntu Barana. Keluar sebagai pemenang pertama SMPN 3 Bajo berhak mendapat hadiah uang pembinaan Rp5 juta, pemenang kedua Sanggar Seni Almannan Suli berhak dengan uang pembinaan Rp4,5 juta dan juara 3 diraih Desa Buntu Barana dengan hadiah uang pembinaan Rp4 juta. Adapun juara harapan 1 diraih oleh Freedom Tokinawa Art dengan hadiah uang pembinaan Rp3 juta.(adm/kpuluwu/ed diR)

Populer

Belum ada data.