Berita KPU Daerah

Pencoklitan Pemilih di Kampung Bawah Palangkaraya

Palangka Raya, kpu.go.id - Anggota KPU Provinsi Kalimantan Tengah (Divisi Hukum) Sepmiwawalma, melaksanakan supervisi dan pendampingan terhadap Petugas Pemuktahiran Daftar Pemilih (PPDP) dalam kegiatan coklit serentak Pilkada 2018 dengan didampingi oleh PPK Jekan Raya, PPS Petuk Katimpun, dua orang staf Sekretariat KPU Provinsi Kalimantan Tengah dan dikawal Babinkamtibnas Petuk Katimpun.Kegiatan coklit ini merupakan program KPU RI pada Pilkada Serentak tahun 2018, yang diawali dengan apel coklit Pilkada Serentak 2018 di Taman Pasuk Kameluh, Sabtu (20/1) pukul 07.00 s/d 07.30 WIB yang diikuti oleh para Anggota KPU Kota Palangka Raya beserta jajaran Sekretariat KPU Kota Palangka Raya, Panwaslih Kota Palangka Raya, Anggota PPK dan PPS. Setibanya di Petuk Katimpun Km. 10 Kota Palangka Raya sesuai tempat pelaksanaan supervisi dan pendampingan yang telah ditentukan dan dijadwalkan, supervisi dan pendampingan terhadap PPDP yang melaksanakan coklit data pemilih dilaksanakan di TPS 01 Komplek Kampung Bawah Km. 10 Petuk Katimpun Kota Palangka Raya pada lima rumah warga dengan cara melakukan coklit terhadap data pemilih dengan dokumen berupa Kartu Keluarga (KK)/KTP Elektronik (KTP-El)/Surat Keterangan (Suket) dari Disdukcapil Kota Palangka Raya. Data pemilih yang dilakukan pencoklitan meliputi a) rumah kesatu Ibul Acik (KK) dengan pemilih sebanyak tiga orang meliputi dua laki-laki dan satu perempuan; b) rumah kedua: Misran (KK) dengan pemilih sebanyak dua orang yakni dua laki-Laki dan satu perempuan; c) rumah ketiga: Muhamadinur (KK) dengan pemilih sebanyak empat pemilih meliputi tiga laki-laki dan satu perempuan; d) rumah keempat: Bayu Candra (KK) dengan pemilih sebanyak dua orang meliputi satu Laki-laki dan satu perempuan; dan e) rumah kelima: Tanda (KK) dengan pemilih yang awalnya sebanyak tiga orang meliputi dua laki-laki dan satu perempuan menjadi dua orang dikarenakan diketahui satu orang telah meninggal dunia sehingga dilakukan pencoretan dari daftar pemilih.Dari pencoklitan di TPS 01 Komplek Kampung Bawah Km. 10 Petuk Katimpun Kota Palangka Raya diketahui tidak adanya pemilih baru, sehingga total pemilih yang dicoklit berjumlah 14 pemilih dengan 9 pemilih laki-laki dan perempuan sebanyak 5 pemilih. Dimana seluruh PPDP pada tanggal 20 Januari s/d 18 Februari 2018 berkewajiban untuk mencoklit 5 rumah dan akan menyampaikan hasil dan rekapitulasi hasil coklit kepada Panitia Pemungutan Suara (PPS) untuk selanjutnya diteruskan kepada Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), dilaporkan ke KPU Kabupaten/Kota dan diteruskan ke KPU Provinsi Kalimantan Tengah untuk selanjutnya dilaporkan kepada KPU Republik Indonesia. (G.C)

Coklit Serentak Resmi Dilaksanakan

Baubau, kpu.go.id - Pencocokan dan Penilitian (Coklit) serentak yang dilaksanakan KPU melalui Petugas Pemuktahiran Data Pemilih (PPDP) untuk melakukan pemuktahiran data terhadap wajib pilih resmi digelar. Hal itu ditandai dengan apel siaga dan pemasangan atribut kerja PPDP serta pelepasan balon udara yang berlangsung di Pelataran Kotamara Sabtu (20/1).Sebelum pembacaan doa, Ketua KPUD Kota Baubau, Dian Anggaraini, menjelaskan, Coklit serentak merupakan tahapan pilkada dalam memutakhirkan data pemilih yang dilakukan di seluruh Kota Baubau oleh PPDP didampingi PPS, PPK, dan KPU dimana setiap PPDP paling sedikit mencoklit lima kepala keluarga (KK) setiap wilayahnya. "Diharapkan seluruh laporan coklit hari ini disesuaikan dengan tahapan KPU dimana oleh PPDP melaporkan semua tahapannya kepada PPS pukul 19.00 Wita dan dan PPS melaporkannya kepada PPK dan KPU paling lambat pukul 10.00 Wita tanggal 21 Januari," kata Dian Anggaraini di depan sejumlah peserta apel siaga.Karenanya, demi keberlangsungan proses pemuktahiran data pemilih melalui coklit serentak dengan mendatangi penduduk pemilih, Dian berpesan agar PPDP bekerja dengan maksimal. Bahkan ia juga berharap, agar 475 (bukan 485) PPDP tersebut bekerja dengan sebaik-baiknya dan sesuai aturan yang berlaku."Kepada seluruh PPDP (agar) bekerja secara maksimal untuk kelangsungan proses pemutahkiran data. Saya juga berharap kepada PPDP harus bekerja sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku," pintanya.

Wali dan Wawali (Pun) Dicoklit

Kotamobagu, kpu.go.id - Terkait tahapan pencocokan dan penelitian (coklit) data pemilih dalam rangka Pilkada Kota Kotamobagu, Walikota dan Wakil Walikota tak luput dari pantauan KPU Kota Kotamobagu.“Untuk tanggal 20 Januari ini memang sangat spesial, karena kita diperintahkan untuk mencoklit langsung para opinion leader yang ada di daerah masing-masing,” kata Nova Tamon, Ketua KPU Kota Kotamobagu diiyakan komisioner KPU Kota Kotamobagu lainnya; Asep Sabar, Iwan Manoppo, Aditya Tegela dan Amir Halatan, saat memantau proses coklit terhadap Walikota; Tatong Bara, dan Wakil Walikota; Jainudin Damopolii di kediamannya masing-masing, Sabtu (20/01/18).Bahkan kedua pimpinan daerah Kota Kotamobagu tersebut memberi masukan kepada KPU Kota Kotamobagu agar senantiasa mengedepankan aturan yang berlaku pada penyelenggaraan pilkada serentak kali ini. Menurut mereka apapun alasannya, aturan yang harus dikedepankan ketimbang kepentingan lainnya. “Kalau memang ada peserta yang dianggap menyalahi aturan dan nyata-nyata dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS), langsung dicoret, termasuk saya dan wawali yang saat ini maju sebagai kontestan,” tegas Tatong.Kepada media ini, penanggungjawab data pemilih KPU Kota Kotamobagu; Asep Sabar, mengatakan bahwa proses coklit dalam rangka pilkada kali ini akan berlangsung hingga tanggal 18 Februari 2018 mendatang. “Yang perlu mendapat apresiasi, pada pelaksanaan coklit serentak hari ini, KPU memecahkan rekor MURI. Ini semua berkat kerja-kerja semua pihak, mulai dari petugas pemutakhiran daftar pemilih (PPD), panitia pemungutan suara (PPS), panitia pemilihan kecamatan (PPK) hingga KPU,” kata Asep.Menurut Asep pihaknya masih meninggu laporan dari PPDP, PPS dan PPK terkait hasil gerakan coklit serentak hari ini, apakah melebih target minimal sebanyak 1.275 rumah yang dicoklit, atau malah sebaliknya.“Kami berharap Kota Kotamobagu juga bisa memecahkan rekor. Karena dari pemilihan ke pemilihan belum pernah terjadi dalam sehari proses coklit bisa mencapai jumlah sebanyak itu,” pungkas Asep. Beberapa tokoh yang sempat dicoklit PPDP yang dikawal oleh KPU Kota Kotamobagu selain walikota dan wawali adalah Ketua Panwas Kota Kotamobagu; Musly L. Mokoginta, Sekda Bolmong; Tahlis Galang, Bupati Bolmong; Yasti Supredjo dan mantan pejabat lainnya, termasuk Ketua MUI Kota Kotamobagu Ust. Yusuf Dani Pontoh. (**)

Terdaftar Tetapi Masih Salah Tulis Ejaan Nama

Kota Mungkid, kpu.go.id - Hari pertama pelaksanaan pencocokan dan penelitian (coklit) Daftar Pemilih Pilkada Serentak tahun 2018 di Kabupaten Magelang berlangsung lancar. Sejumlah tokoh masyarakat yang didatangi Petugas Pemutakhiran Daftar Pemilih (PPDP) hampir semuanya telah terdaftar dalam daftar pemilih meski ada beberapa kendala seperti perbedaan penulisan nama terkait ejaan dalam kartu keluarga dengan data pemilih milik KPU.“Iya, semua sudah terdaftar, cuma ada sedikit ketidaksamaan penulisan nama,” ungkap Dwi Endys Mindarwoko, Komisioner KPU Kabupaten Magelang saat melakukan monitoring coklit serentak di rumah kediaman Keluarga Besar KH. Muslich ZA, anggota DPR RI dari Fraksi Partai Pembangunan (PPP) di Dusun Duwok Desa Kebonagung Kecamatan Tegalrejo, Magelang, Sabtu (20/1).“Sesuaikan saja dengan yang tertulis di Kartu Keluarga (KK),” ujar KH Muslich ZA kepada petugas PPDP. Dalam kesempatan itu, kyai sepuh ini yang  juga anggota Komisi VIII DPR RI juga menanyakan perihal pendataan pemilih bagi santri yang tengah belajar di pesantren.KTP TertinggalSementara itu, Bupati Magelang, Zaenal Arifin, didampingi istri, Tanti Arifin, saat didatangi PPDP di kediamannya di Dusun Daleman Desa Bawang Kecamatan Pakis, Magelang, sempat kebingungan untuk menunjukkan KTP elektroniknya yang tidak ada di dompet, meski beberapa saat setelah itu salah seorang ajudannya membawakan dokumen dimaksud. Dalam pendataan di kediaman bupati, seluruh anggota keluarga telah terdaftar dalam daftar pemilih. “Tertinggal, kalau tidak salah kemarin masih dibawa tim untuk keperluan pemberkasan dokumen syarat calon bupati dan wakil bupati,” ungkapnya. Bupati Zaenal Arifin merupakan petahana yang mencalonkan diri kembali pada Pilbup Magelang Tahun 2018. Bupati muda ini diusung kembali oleh PDI-P berkoalisi dengan PKB, PPP, PAN dan Partai Demokrat, berpasangan dengan Edi Cahyana, pengusaha kayu asal Salaman Magelang.KPU Kabupaten Magelang dalam pelaksanaan coklit serentak  menerjunkan lima tim untuk melakukan pendampingan dan monitoring coklit oleh PPDP kepada sejumlah tokoh masyarakat dan figur publik di wilayah Kabupaten Magelang. Dalam monitoring tersebut Panwaskab Magelang juga turut mengawasi. (iik/mediacenterkpukabmagelang)

KPU Polman Gelar Upacara Pencoklitan Serentak

Polewali, kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Polewali Mandar (Polman) Sabtu (20/1), dalam rangka Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Polman Tahun 2018, menggelar upacara dan apel bersama, khususnya wilayah 1 meliputi Kecamatan Binuang, Polewali dan Anreapi yang dilaksanakan di Gedung Gadis.Upacara tersebut langsung dihadiri oleh komisioner Provinsi Sulawesi Barat Mursalim, Sekretaris KPU Provinsi Sulawesi Barat Abd. Rahman, Komisioner KPU Polman wilayah 1 Fitrinela P., beserta Panwascam Polewali dan jajaran staf KPU Provinsi dan Kabupaten Polman.Inspektur upacara yakni Komisioner KPU Provinsi Mursalim, dalam arahannya mengutarakan bahwa dalam proses pencoklitan yang dilakukan Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) agar tetap memperkuat jangkar integritas PPDP serta melakukan komunikasi yang baik dan sopan kepada masyarakat yang nantinya akan dicoklit dari rumah kerumah.Dalam upacara tersebut Komisioner Kabupaten Polman Fitrinela P. dalam laporannya mengatakan, hari ini (Sabtu 20 Januari tahun 2018-red), adalah goresan awal yang akan menjadi sejarah buat kita semua sebagai penyelenggara pemilu dan pada seluruh PPDP bahwa gerakan coklit serentak telah dilakukan.Gerakan coklit serentak Tahun 2018 sebagai gerakan Nasional bukan hanya memberi sinyal dan semangat bagi penyelenggara dan PPDP, namun terlebih penting adalah masyarakat pemilih biasa berperang aktif dari awal mereka antusias dalam coklit dengan mempersiapkan KTP EL dan KK yang akan jadi rujukan PPDP dalam coklit.Gerakan coklit serentak yang akan kita lakukan merupakan upaya besar dari KPU untuk meningkatkan kualitas daftar pemilih menjadi semakin baik, akurat, dan valid. Dalam meningkatkan kualitas daftar pemilih yang salah satunya ditentukan oleh kualitas proses dan hasil coklit. Gerakan coklit serentak adalah kegiatan mendatangi rumah pemilih oleh seluruh PPDP yang dilakukan dengan serentak pada waktu yang sama.Setiap PPDP diwajibkan mendatangi minimal lima rumah di wilayah kerja masing-masing, KPU Kabupaten yaitu ketua dan anggota KPU PPK, PPS akan menyertai PPDP dalam melakukan coklit.PPDP sebagai ujung tombak KPU dalam melakukan pemutakhiran dan pendaftaran pemilih. memiliki peran penting, mengemban tugas yaitu melayani hak konstitusional warga negara dalam menggunakan hak pilih. “Mulai hari ini 20 Januari 2018 s/d 18 Februari 2018 PPDP akan bekerja dalam proses coklit, berbagai tahapan pada kegiatan tersebut dimulai persiapan, pelaksanaan dan pelaporan dari proses coklit yang dilakukan. PPK dan PPS akan selalu bersama-sama dalam mengawal, memonitoring kerja-kerja teman-teman PPDP,” ungkap Fitrinela P. Mekanisme kontrol, sambung Fitrinela P, melalui proses monitoring dan pemeriksaan terhadap kerja PPDP yang akan dilakukan oleh PPS, PPK maupun KPU Kabupaten agar kerja PPDP dalam mencoklit bisa terkontrol, kendala permasalahan terkait pemutakhiran data pemilih di lapangan dapat teratasi, dan akhirnya mampu mewujudkan daftar pemilih yang semakin berkualitas, akurat dan mutakhir.Saya mengajak kepada seluruh PPDP melaksanakan coklit sesuai apa yang didapatkan pada bimbingan teknis yang lalu. “Ingat lakukan sesuai petunjuk yang ada, jika terdapat kendala dalam proses coklit mohon segera koordinasi, konsultasi pada PPS diwilayahnya maupun jika PPS mengalami kendala segera koordinasi dan konsultasi kepada PPK, ini semua akan berjalan secara berjenjang, semoga semuanya bisa berjalan cermat, tertib, efektif dan akuntabel, mari kita melayani hak konstitusional warga melalui coklit, mari kita datang dari rumah kerumah, sapa pemilih dengan ramah dan santun,” tegasnya.Akhirnya kami mengucapkan selamat bekerja kepada kita semua mulai dari kami di KPU Kabupaten Polewali Mandar, PPK, PPS dan terkhusus kepada semua petugas PPDP di seluruh wilayah 1. “Semoga TUHAN yang maha esa senantiasa memberikan kesehatan keselamatan, kemampuan dan kemudahan bagi kita semua dalam menjalankan tugas,’’ Ucap Fitrinela. P.

Peresmian dan Peluncuran gerakan Coklit KPU Lutra PPDP Kenakan Pakaian Adat

Masamba, kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Luwu Utara (Lutra) malakukan peresmian dan peluncuran gerakan pencocokan dan penelitian (coklit) pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan 2018. Gerakan coklit ini dilakukan untuk pemutakhiran data dan penyusunan daftar pemilih di Kabupaten Lutra secara serentak. Hadir dalam kegiatan ini Bupati Lutra Hj. Indah Putri Indriani, Kapolres AKBP Boy FS Samola, Sekretaris Daerah Abdul Machfud, Kejaksaan Negeri Masamba, Ketua KPU Suprianto, Komisioner KPU Lutra Kepala Bank Sulsel, Kadis Kependudukan dan Catan Sipil (Dukcapil) Kedis Kesbang, dan Anggota Panwaslu Ibrahim Umar. Kegiatan ini dilakukan di depan Pasar Sentral Masamba, Sabtu (20/1/2018) Dalam kegiatan peresmian dan peluncuran gerakan coklit KPU Lutra menghadirkan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Panitia Pemungutan Suara (PPS) dan Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) sebanyak 700 orang.Ketua KPU Lutra Suprianto dalam sambutannya mengatakan bahwa selama ini kegiatan coklit dilakukan hanya sebagai tahapan dan tidak punya perhatian khusus sehingga terkesan biasa-biasa saja sehingga tidak punya makna yang lebih berarti dalam proses pencoklitan ini. Komisioner KPU Lutra dan Sekretariat akan membagi diri melakukan coklit lima rumah tokoh dan warga di sembilan kecamatan yang didampingi PPK, PPS, PPDP dengan menggunakan pakaian adat  sebagai penghargaan kearifan lokal dan budaya di Lutra.“Jadi gerakan coklit ini adalah sebuah gerakan dan aksi yang bermakna tersendiri karena di dalam kegiatan ini menjadi awal bagi pemilih untuk didaftarkan sebagai pemilih sekaligus untuk mengetahui daftar pemilih terkini,” ujar Suprianto.Selanjutnya Suprianto mengatakan bahwa dalam proses coklit, PPDP akan membawa data Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4) dengan melakukan sinkronisasi dengan daftar pemilih terakhir Pilkada Lutra tahun 2015 dengan jumlah 231.760 yang tersebar di 12 kecamatan, 173 desa/kelurahan dengan jumalah Tempat Pemungutan Suara (TPS) 624. Kegiatan coklit ini dimulai tanggal 20 Januari s.d 18 Februari 2018Dikatakannya bahwa maksud dari gerakan coklit serentak ini adalah sebagai upaya nyata perwujudan kualitas daftar pemilih yang salah satunya ditentukan oleh kualitas coklit. Sedangkan tujuan dilaksanakannya coklit serentak ini untuk mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam proses Pemilu atau pilkada maupun pada tahapan pemutakhiran daftar pemilih.Di tempat yang sama Bupati Luwu Utara Hj. Indah Putri Indriani mengatakan bahwa PPDP dalam melaksanakan tugasnya agar bekerja dengan baik mendata warga yang sudah bersyarat untuk memilih “Saya berharap agar PPDP tidak asal-asalan melakukan data pemilih sebab, hal itu menyangkut hak warga,” tegas Indah Putri.Ia berharap melalui proses coklit ini kedepan kualitas demokrasi yang berkeadilan dapat kita wujudkan. Dalam kegiatan ini Ketua KPU Lutra Suprianto, Bupati Luwu Utara Hj. Indah Putri Indriani dan unsur Muspida secara simbolis memasangkan atribut PPDP kepada perwakilan, serta melakukan pelepasan balon sebagai tanda dimulainnya pencoklitan di Luwu Utara. (Ramadhan Iqbal/Endra baco)

Populer

Belum ada data.