Berita KPU Daerah

KPU Lutra Gelar Sosialisasi Pindah Memilih Bagi Karyawan BRI Masamba

Masamba, kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Luwu Utara (Lutra) menggelar sosialisasi pindah memilih (DPTb) pada penyelenggaraan Pemilu 2019 kepada Karyawan Bank BRI Cabang Masamba, Jumat (1/2/2019). Hadir dalam kegiatan tersebut Anggota KPU Lutra Divisi Program, Data dan Informasi Supriadi, Sekretrais KPU Lutra Andi Kasmawati, Kepala Cabang Bank BRI Masamba Bayu Adityo, para karyawan Bank BRI. Supriadi dalam kesempatan itu mengatakan bahwa sosialisasi digelar sebagai respon dari banyaknya karyawan Bank BRI yang berdomisili diluar Kabupaten Lutra.Situasi tersebut menurut dia membuat mereka harus segera mengurus pindah memilih (A5). “Agar tetap bisa menggunakan hak suaranya pada 17 april 2019,” kata Supriadi. Menurut Supriadi, berdasarkan Undang-undang (UU) Nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilu pasal 348 ayat (1), pemilih yang berhak mengikuti pemungutan suara di TPS, salah satunya pemilik KTP-el yang terdaftar pada daftar pemilih tambahan (DPTb).  “Jadi pemilih DPTb ini kategorinya apabila ia dalam kondisi atau keadaan tertentu tidak bisa memilih di TPS asal sehingga harus menggunakan hak memilihnya di TPS lain. Namun untuk bisa pindah memilih, dia harus terdaftar didalam Daftar Pemilih Tetap (DPT),” jelas Supriadi. Supriadi melanjutkan, apabila ada pemilih yang ingin pindah memilih, maka yang bersangkutan harus segera mengurusnya di PPS atau KPU kab/kota (tujuan maupun asal) pemilih terlebih dahulu. Dan memastikan bahwa yang bersangkutan sudah terdaftar di DPT. Di tempat yang sama Kepala Bank BRI cabang Masamba Bayu Adityo menyambut baik KPU Lutra dalam melakukan sosialisasi ini karena, Ia yakin ada karyawan Bank BRI yang berdomisili di luar Lutra dan siap akan mengarahkan dan mensosialisasikan serta mendorong agar karyawan yang mau pindah memilih bisa mengurus pindah memilih (A5) (Ramadhan Iqbal)  

Mahasiswa UNP Serbu Stan Pindah Memilih KPU Kota Padang

Padang, kpu.go.id - Stan pindah memilih yang didirikan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Padang, Jumat (1/3/2019), di Universitas Negeri Padang (UNP) didatangi oleh banyak peminat. Mahasiswa yang berasal dari luar Kota Padang maupun Sumatera Barat (Sumbar) beramai-ramai mengurus formulir A5 sebagai syarat pindah memilih di TPS tujuan. Stan pindah memilih yang dibuka KPU Kota Padang di UNP sendiri sesungguhnya bukan yang pertama dilakukan, di kesempatan kedua ini KPU bersama Kemenkominfo tengah mengisi acara yang diselenggarakan oleh Narasi TV. Pada kesempatan itu, petugas yang penjaga stan Yeliana menjelaskan prosedur pengurusan formulir pindah memilih berikut jumlah surat suara yang nantinya didapat oleh mereka yang pindah baik disatu kecamatan, kab/kota hingga beda provinsi. Dibantu PPS setempat, KPU Kota Padang juga memberikan kemudahan bagi mahasiswa yang mengajukan pindah memilih untuk bisa mengetahui lokasi TPS yang mereka tuju tanpa harus datang lagi ke kantor kelurahan. Sementara itu di kesempatan sebelumnya, guna meningkatkan pemahaman mahasiswa akan prosedur pindah memilih ini KPU Kota Padang kembali menyambangi lembaga pendidikan. Kali ini Universitas Dharma Andalas (Unidha) yang berada di Jalan Sawahan yang menjadi lokasinya. Pada kegiatan dengan tema KPU Goes to Campus (KGTC), Anggota KPU Kota Padang Mahyudin menjelaskan secara rinci mengenai prosedur pindah memilih tersebut. Tidak lupa dia juga menginformasikan bahwa lembaganya membuka stan pindah memilih yang dapat digunakan para mahasiswa dan civitas akademika lainnya untuk mengurus formulir A5. Pada kesempatan itu, Mahyudin juga menekankan kepada mahasiswa akan pentingnya suara yang mereka miliki. Terutama dalam menentukan pemimpin dan arah perjalanan bangsa lima tahun kedepan. “Mahasiswa adalah ‘elit minoritas’, pemilih berpendidikan yang sangat dibutuhkan suaranya untuk membangun bangsa ini,” ujar Mahyudin Kamis (28/2/2019). Dosen Unidha, Firsta menyambut baik diskusi yang digelar KPU Kota Padang. Juga stan layanan pindah memilih yang menurut dia sangat memudahkan anak didiknya mengurus formulir pindah memilih. “Sehingga hak pilihnya tidak terbuang sia-sia,” katanya. Stan pindah memilih sendiri dibuka mulai pukul 10.00 WIB dan dibantu oleh PPK dan PPS dari Kecamatan Padang timur. (Media-Center.1/ed diR)  

Suarakan Pemilu Damai, Kakek 72 Tahun Rela Jalan Kaki 549,5 Km

Jepara, kpu.go.id - Tekad kuat terpancar dari sosok Agus Suwarno, pria 72 tahun asal Desa Senenan Kecamatan Tahunan, Jepara yang rela berjalan kaki Jepara-Jakarta sejauh 549,5 Km demi menyuarakan Pemilu 2019 damai dan aman kepada masyarakat. Ayah dari empat anak, enam cucu dan dua cicit ini mengaku resah dengan situasi perpolitikan dalam negeri yang semakin panas jelang hari pemungutan suara Pemilu 2019. Perbedaan dukungan yang semakin runcing dan berpotensi memecah belah masyarakat menurut dia harus segera diakhiri dengan mengajak semua elemen bangsa kembali pada prinsip berbhinneka, beda pilihan namun persatuan dan kesatuan yang utama. “Saya ngenes (miris) kalau melihat televisi yang setiap menit isinya ribut-ribut saling menjelek-jelekkan antar kubu yang berbeda pilihan. Ini tidak bisa didiamkan,” ujarnya sebelum memulai perjalanan, Jumat (1/3/2019). Pria yang akrab disapa Agus Kumis bertekad selama perjalannya nanti, dirinya juga dapat menyebarluaskan pesan positif kepada publik, terutama tentang pentingnya bersatu sebagai bangsa. Sesampainya di Jakarta, dia juga telah menyusun rencana untuk mengunjungi sejumlah tempat, seperti Gedung KPU RI, Mabes Polri, Kantor Gubernur DKI Jakarta hingga Istana Merdeka. Perjalanan Agus sendiri diperkirakan tuntas selama tiga minggu dengan rute jalur selatan melalui Kota Bandung Jawa Barat. Bukan yang Pertama. Kenekataan Agus berjalan ratusan kilometer bukan yang pertama, pada 2016 silam, dia juga sempat berjalan selama 16 hari, Jepara-Jakarta (melalui pantai utara) untuk mengampanyekan anti narkoba. Di Ibukota dia beruntung karena bertemu langsung dengan Kepala BNN Budi Waseso. Setahun setelahnya, Agus kembali berjalan ratusan kilometer. Kali ini menuju Surabaya Jawa Timur dengan misi yang sama, mengampanyekan Indonesia AntiNarkotika. Di Kota Pahlawan Agus diterima Walikota Surabaya serta Kepala BNN Provinsi Jawa Timur. Sementara itu Ketua KPU Jepara Subchan Zuhri mengapresiasi tekad Agus yang ingin agar Pemilu 2019 berjalan dengan damai dan aman. Semangat yang ditunjukkan Agus menurut dia turut memacu jajarannya untuk menghadirkan pemilu yang damai dana man. “Kita buktikan bersama bahwa Pemilu 2019 dapat berjalan damai,” ucapnya. Sebagai bekal, sebelum memulai perjalanan, Subchan pun memberikan kaos bertuliskan pesan Sukseskan Pemilu 17 April 2019. Juga imbauan kepada masyarakat untuk #antiHoax, #antiSARA dan #antiPolitikUang. (hupmas KPU Jepara/ed diR)  

Pelipatan Surat Suara di Kota Padang Dimulai

Padang, kpu.go.id - Proses pelipatan surat suara di Kota Padang, dimulai Jumat (1/3/2019). Sebanyak  49 petugas pelipat surat suara dikerahkan untuk menuntaskan kegiatan ini, yang kesemuanya merupakan warga yang tinggal di sekitar lingkungan Kantor KPU kota padang Kegiatan pelipatan surat suara di Kota Padang sendiri dilakukan serentak di lima gudang berbeda dengan jenis surat suara yang bisa dilipat untuk saat ini adalah surat suara DPRD Kota Padang. Ketua KPU Kota Padang M Sawati menjelaskan bahwa surat suara yang telah diterima pihaknya hingga saat ini berjumlah 604.007 lembar yang ditempatkan didalam 1.211 kardus. “Di dalam satu kardus terdiri dari 500 surat suara,” kata Sawati. Dari jumlah tersebut, sebanyak 128.605 surat suara dialokasikan untuk Daerah Pemilihan (Dapil) I Kecamatan Koto Tangah, sebanyak 138.705 surat suara untuk Dapil Kecamatan Pauh dan Kuranji, sebanyak 132.032 untuk Dapil III Kecamatan Bungus Teluk Kabung, Lubuk Kilangan dan Lubuk Begalung, sebanyak 91.775 surat suara untuk Dapil IV Kecamatan Padang Timur dan Padang Selatan serta sebanyak 112.890 surat suara untuk Dapil V Kecamatan Padang Barat dan Nanggalo. Sawati memastikan kepada para petugas telah diberikan imbauan untuk memeriksa terlebih dahulu kelaikan surat suara sebelum dilipat dan dikemas dalam plastik. Anggota Bawaslu Kota Padang, Firdaus Yusri memastikan jajarannya akan mengawasi secara ketat proses sortir dan lipat surat suara ini agar berjalan sesuai dengan aturan. Jajarannya menurut dia juga akan melarang petugas sortir dan lipat untuk tidak membawa telepon genggam (handphone), dompet, tas serta benda lain yang dapat terindikasi berbuat curang. Selama proses pelipatan kertas suara, anggota kepolisian dari Polres Kota Padang ikut berjaga untuk memastikan situasi aman dan menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. (Media-Center.1/ed diR)  

KPU Kalteng Sosialisasikan Kebijakan Kepada Stakeholder

Palangka Raya, kpu.go.id - Guna meningkatkan pengetahuan, pemahaman dan kesadaran pemangku kepentingan (stakeholder) tentang Pemilu 2019, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Kamis (28/2/2019), menggelar sosialisasi kebijakan kepada stakeholder. Ketua KPU Kalteng, Harmain mengajak semua pihak untuk menyukseskan pemilu yang pertama kali digelar serentak. Menuju hari pemungutan suara, dia juga mengingatkan akan harapan besar masyarakat agar peserta pemilu menyajikan materi kampanye yang substansial dan bermanfaat. Menurut Harmain, Pemilu 2019 juga menjadi ujian bagi penyelenggara pemilu, membuktikan bahwa seluruh proses yang telah dijalankan berlangsung adil, jujur, bersih dan bertanggung jawab. “Komitmen kita semua untuk menciptakan pemilu yang damai. Pemilu yang berdaulat, negara akan kuat,” ujarnya. Dalam kesempatan itu secara khusus, Harmain juga melaporkan kesiapan lembaga yang dipimpinnya baik dari segi anggaran, logistik dan jajaran yang ada di Kalteng. Sosialisiasi sendiri diikuti oleh Bawaslu Kalteng, KPID, BINDA, Hukum dan HAM, Kesbangpol, Disdukcapil, RSUD Doris Sylvanus, Biro Pemerintahan serta Ombudsman, Perwakilan Unsur Keagamaan serta Unsur Lembaga Adat Kalteng. Sosialisasi dilaksanakan selama satu hari, untuk menyatukan persepsi dalam meningkatkan partisipasi pemilih dan menciptakan pemilu yang bersih, aman dan damai. (DM/ed diR)  

Sasar Milenial, KPU Binjai Gelar Deklarasi Damai dan Pentas Seni

Binjai, kpu.go.id - Ratusan pemilih pemula Kota Binjai ikut berpartisipasi dalam kegiatan Kreasi Pentas Seni Pemilih Pemula yang digelar Komisi Pemilihan Umum Kota (KPU) Binjai di Aula Umar Baki, Kamis (27/2/2019). Kegiatan yang dirangkaikan dengan Penandatanganan Deklarasi Damai Pemilu 2019. Komisioner KPU Binjai Divisi Sumber Daya Manusia dan Partisipasi Masyarakat, Robby Efendi menjelaskan, pelaksanaan pentas seni merupakan bagian pendidikan politik bagi kaum milenial. Dengan menghidupkan literasi lewat cipta puisi bertema Pemilu Berdaulat Negara Kuat diharapkan munculnya kesadaran berpolitik dan pentingnya partisipasi dalam demokrasi. "Kegiatan hari ini Pentas Seni sekaligus Deklarasi Pemilu Damai. Antusias pemilih pemula lebih dari ekspektasi,” ujar Robby. Ketua KPU Sumut, Yulhasni mengapresiasi Pentas Seni Pemilih Pemula digelar tersebut. Menurut dia pemilih milenial bagian penentu dari masa depan bangsa. Dan kegiatan tersebut bagian dari komitmen KPU untuk mewujudkan pemilu 2019 yang berkualitas. “Pemilih ini sengaja dirangkul karena mereka sangat melek informasi dan sehari-hari menggunakan basis data informasi dalam kegiatan sehari-hari. Misalnya untuk menolak atau meminimalisasi berita-berita hoax yg berpotensi mengganggu jalannnya pemilu,” kata Yulhasni. Turut hadir dalam kegiatan ini Anggota KPU Binjai Abdullah Arkam, Arifin Saleh, Risno Fiardi dan Sekretaris KPU Syariful Azmi. Forkopimda dihadiri Wakapolres Kompol Hamdan, Kasi Intel Kejari Binjai Erwin Nasution, Perwakilan DPRD, Dandim, Perwakilan Pemko Binjai. Sebelum pelaksanaan pentas seni demokrasi ini, KPU juga sudah melakukan berbagai sosialisasi di kalangan masyarakat luas, perwiritan, organisasi masyarakat, organisasi keagamaan, kaum milenial, termasuk berbagai komunitas Kota Binjai. (kpu binjai/ed diR)  

Populer

Belum ada data.