Berita KPU Daerah

Sosialisasi Pemilu, KPU Lutra Datangi Warga Dusun Salukanan

Rongkong, kpu.go.id - Daerah terpencil juga menjadi perhatian Komisi Pemilihan Umum (KPU) guna memastikan kecukupan informasi kepemiluan kepada masyarakat. Pendidikan pemilih kepada masyarakat terpencil diharapkan dapat meningkatkan kesadaran mereka untuk datang memberikan hak suaranya di 17 April 2019 nanti. Atas dasar tersebut KPU Kabupaten Luwu Utara (Lutra) pada Selasa (26/2/2019) mendatangi Dusun Salukanan Desa Kanandede Kecamatan Rongkong untuk menyampaikan segala macam hal tentang pemilu. Dusun Salukanan sendiri berada di perbukitan yang jaraknya 5 km dari Kantor Desa Kanandede. Untuk menuju kesana harus melalui jalan setapak berbatu dilanjutkan dengan sepeda motor dengan masa tempuh sekitar 2 jam. Didesa dengan rumah yang masih tradisional tersebut hanya terdapat satu TPS dengan jumlah pemilih 198 orang. Anggota KPU Lutra Divisi Parmas, Rahmat membenarkan bahwa tujuan menyosialisasikan informasi pemilu di daerah terpencil agar mendatangkan dampak bagi partisipasi masyarakat di pemilu. Juga untuk melindungi hak pilih masyarakat sehingga bisa memberikan hak suaranya. Menurut Rahmat, melalui kegiatan ini KPU Lutra juga terus mencoba memberikan pemahaman dan pengetahuan bagi warga segala macam hal yang ada di Pemilu 2019. Seperti lima warna surat suara,  kampanye, daerah pemilihan (dapil), pindah memilih (A5) hingga proses pemilih di TPS. Juga dijelaskan tentang jenis pemilih yang terbagi menjadi tiga, pemilih yang masuk Daftar Pemilih Tetap (DPT), Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) dan Daftar Pemilih Khusus (DPK). “DPT dan DPTb pencoblosanya mulai pukul 07.00-13.00, sementara DPK dibatasi hanya pukul 12.00–13.00 dengan catatan jika surat suara masih tersedia. Tapi jika sudah mendaftar dan ternyata surat suara tidak ada maka pemilih diarahkan untuk ke TPS terdekat yang masih dalam wilayah tersebut,” terang Rahmat. Untuk diketahui, kegiatan sosialisasi berlangsung didua tempat, Dusun Salukanan pukul 10.00-16.00 dengan jumlah peserta 40 warga serta di Aula DesaKanandede pukul 16.00-18.00. Selama acara warga banyak bertanya tentang pemilu serentak, calon, tahapan dalam pemilu dan perlakukan pemilih di TPS. Hadir dalam kegiatan ini staf Sekretariat Ramadhan, Kepala Desa Kanandede dan warga. (iqbal)  

Tingkatkan Pemahaman Pemilu Warga Binaan Lapas Way Kanan

Way Kanan, kpu.go.id - Ketua dan Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Way Kanan menyambangi Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas 2B Way Kanan Lampung untuk menyosialisasikan tahapan Pemilu 2019. Dipimpin Ketua KPU Way Kanan, Darul Hafiz, Anggota Doan Endedi, Refki Dharmawan, Winston M Jamil serta Ahmad Rokhim Sidiq kunjungan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman warga binaan terhadap pemilu. “Target partisipasi pemilih 85% harus maksimal kita upayakan. Maka sosialisasi akan terus kita lakukan tidak hanya kepada masyarakat umum, tapi kepada warga binaan lapas/rutan juga penting,” ucap Darul, Selasa (26/2/2019). Pada kesempatan ini KPU Way Kanan menurut Darul menjelaskan beberapa hal di antaranya terkait tanggal, hari dan waktu pelaksanaan pencoblosan. Juga diterangkan tata cara dan jenis surat suara yang diperoleh pemilih. KPU Way Kanan menurut dia banyak menjelaskan tentang Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) kepada warga binaan, mengingat banyak di antara mereka yang bukan merupakan warga Way Kanan atau berasal dari luar daerah. Imbasnya pun disampaikan bahwa pemilih DPTb tidak mendapat 5 surat suara sebagaimana pemilih yang datang sesuai dengan domisilinya. “Karena surat suara berbasis daerah pemilihan (dapil). Jadi tergantung asalnya dari mana, kalau warga binaan asal Palembang misalnya, itu hanya dapat satu surat suara yakni surat suara calon Presiden dan Wakil Presiden saja,” terangnya. Di akhir penjelasannya Darul berharap kunjungan dari lembaganya ini bisa menambah pengetahuan warga binaan di tengah minimnya informasi yang mereka terima dari dunia luar. “Informasi yang mereka terima terbatas, tidak seperti masyarakat umum yang bisa bebas mengakses informasi dan berita. Jangan sampai, nanti tanggal pemilu saja mereka tidak tahu. Warga binaan juga harus sadar mereka punya hak pilih,” pungkasnya. (kpu way kanan/ed diR)

Di Unitas, KPU Kota Padang Ajak Mahasiswa Aktif di Pemilu

Padang, kpu.go.id - Mengisi pekan terakhir di Februari 2019, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Padang menyambangi Universitas Taman Siswa Padang (Unitas). Di lingkungan yang sebagian besar pemilih pemula, KPU Kota Padang menyosialisasikan pemilu sekaligus berupaya menyadarkan para mahasiswa berpartisipasi di pemilu nanti. Di sesi talkshow, Komisioner KPU Kota Padang Mahyudin mengajak generasi muda untuk tidak apatis terhadap pemilu. Sebab pemilu menurut dia adalah wadah menentukan sikap memilih pemimpin yang akan memengaruhi jalannya negara lima tahun kedepan. “Tujuan akhir dari pemilu adalah untuk kesejahteraan,untuk upaya adanya ketertiban keamanan, supaya negara kita ini punya keteraturan,” kata Mahyudin, Selasa (26/2/2019) Di sisi lain pemilu juga menurut Mahyudin adalah indikator dari majunya demokrasi di suatu negara. Dan suksesnya pemilu merupakan tanggung jawab bersama, setiap warga negara, yang diindikasikan dengan berpartisipasi di dalamnya. “Karena pemilu tanpa partisipasi akan menjadi sebuah ironi,” tambah Mahyudin. Sementara itu narasumber lainnya yang merupakan dosen Unitas, Yuni Chandra turut memotivasi mahasiswanya agar meningkatkan pemahaman tentang pemilu dan demokrasi. Dia mengingatkan bahwa partisipasi generasi muda turut andil menyukseskan pemilu. “Jangan sampai mahasiswa Unitas menjadi golput, itu artinya kalian mensia-siakan harapan. Buktikan bahwa kita mahasiswa yang memiliki karakter dengan ikut melaksanakan pemilu,” tambah dia. Sebelumnya Rektor Unitas Ediwirman, mengapresiasi kegiatan yang diinisiasi KPU dan bangga karena memilih kampusnya sebagai tempat menyelenggarakan kegiatan sosialisasi. Senada, dia juga mengingatkan bahwa salah satu bukti warga negara yang baik adalah bertanggung jawab menggunakan hak suara. ”Kita harus menggunakan hak pilih dan tanggung jawab politik,” ucapnya. (Media-Center.1/ed diR)

14.975 Kotak Suara di Bondowoso Selesai Terakit Pekan Depan

Bondowoso, kpu.go.id – Persiapan Pemilu 2019 di sejumlah daerah di Indonesia terus berlangsung. Di Bondowoso, khusus untuk logistik kotak suara, hingga Selasa (26/2/2019), Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat setidaknya telah merakit 9 ribu kotak suara. Mempekerjakan 19 petugas rakit, diharapkan sebanyak 14.975 kotak suara yang akan digunakan untuk 2.995 TPS dan 2 TPS di Lapas di Bondowoso tersebut bisa selesai dalam waktu 10 hari. Anggota KPU Bondowoso Divisi Logistik, Hairul Anam memastikan sejauh ini pihaknya terus memantau kesiapan Pemilu 2019, termasuk kesiapan kotak suara yang akan digunakan pada 17 April 2019. Dia menjelaskan bahwa nantinya ditiap TPS akan ditempatkan masing-masing lima kotak suara. “Perakitan kotak suara ini sudah dimulai dari hari Sabtu (23/2), kemarin,” kata dia. Dijaga Ketat Hairul juga memastikan bahwa proses perakitan kotak suara ini mendapat penjagaan ketat dari pihak keamanan. Seperti yang terlihat di Gudang Depan SMPN5 Bondowoso, penjagaan selama 24 jam juga dilakukan tidak hanya oleh Kepolisian tapi juga Satpol PP. (muhib/ed diR)

Rakor DPTb KPU Bondowoso Samakan Persepsi PPK

Bondowoso, kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum(KPU) Bondowoso Subbag Program dan Data menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) DPTb, DPK serta Aplikasi Sidalih V.3 Pemilu Tahun 2019 di Homestay Ijen, Bondowoso, Senin (25/2/2019). Acara dibuka Ketua KPU Bondowoso, Hairul Anam didampingi Anggota Divisi Perencanaan dan Data Amiruddin Makruf. Hairul dalam penjelasannya berharap agar rakor mampu mengonsolidasi segala masukan atas DPTb, DPK serta Aplikasi SidaLih V.3 yang telah ditetapkan beberapa minggu lalu. Sementara Amiruddin berharap melalui rakor tercapai kesamaan persepsi dan cara kerja tentang proses pindah pilih, baik secara dasar hukum, proses di Sidalihmaupun proses dilapangan. Rakor sendiri diikuti Ketua dan Operator tingkat PPK se-Kabupaten Bondowoso. (kpu bondowoso/ed diR)  

Sosialisasi Pemilu 2019 Bersama IMM Sumatera Barat

Padang, kpu.go.id – Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Barat (Sumbar) Izwaryani hadir sebagai narasumber kegiatan sosialisasi pemilu yang digelar Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Sumbar, di Gedung Pertemuan KantorGubernur Sumatera Barat, Minggu (24/2/2019). Kegiatan juga dihadiri Anggota Bawaslu Sumbar Vifner serta peserta 162 orang juga dimanfaatkan untuk menjelaskan pentingnya partisipasi pemilih muda dalam pemilu dan agenda politik lainnya. “Pemilu itu adalah proses penyerahan kekuasaan dari rakyat kepada wakilnya (orang yg dikehendaki),” kata Izwaryani. Menurut pria yang membawahi Divisi Penyelenggaraan Pemilu, sebagaimana dijelaskan oleh Undang-undang (UU) pemilu yang dijalankan lima tahun sekali adalah sarana dan bukan tujuan. Apabila usai pemilu masih kondisi masyarakat masih belum berubah maka menurut dia ada yang tidak tepat. Sementara itu Vifner dikesempatan kedua menjelaskan tentang peran lembaganya dalam penyelenggaran pemilu. Target Bawaslu menurut dia tidak hanya sekedar meningkatkan jumlah partisipasi, tetapi mengawal mengawasi jalannya pemilu. Vifner juga menjelaskan keberadaan tiga lembaga penyelenggara, KPU, Bawaslu dan DKPP yang menurut dia sama-sama memastikan pemilu dilaksanakan secara jujur dan adil. “Walaupun Bawaslu berfungsi mengawasi tetapi sebenarnya yang  paling berhak mengawasi itu adalah rakyat. Jadi Pengawasan partisipatif adalah salah satu agenda yang dikembangkan Bawaslu,” tambah Vifner. Diakhir kegiatan IMM Sumbar menggelar deklarasi “Menolak Ujaran Kebencian dan Intoleransi Demi Terwujudnya Pemilu Damai 2019 di Sumatera Barat”. (Tekhupmas-SB-Zz/ed diR) 

Populer

Belum ada data.