Berita KPU Daerah

Berdayakan Alumni TKP Sesuai Keahlian

Surabaya, kpu.go.id - Ujian Sidang Tesis Mahasiswa Tata Kelola Pemilu (TKP) Universitas Airlangga (Unair) berakhir Jumat (8/6/2018). Guru Besar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Airlangga (Unair) Ramlan Surbakti, agar mahasiswa yang telah menyelesaikan pendidikan bisa kembali ke daerahnya masing-masing dan menerapkan ilmu yang telah diperolehnya baik di KPU provinsi maupun KPU kabupaten/kota. Ramlan juga berharap ditempat bertugas mereka diberikan ruang untuk menerapkan ilmu yang telah dimiliki itu karena apabila tidak dimaksimalkan maka proses pendidikan yang telah dijalani menjadi sia-sia. “Jadi harapan kita seperti itu, supaya sekretaris masing-masing kabupaten/kota atau provinsi itu memberi kesempatan bagi alumni kita ini untuk menjalankan tugas berdasarkan keahlian,” harap Ramlan saat menghadiri syukuran selesainya Ujian Sidang Tesis dengan mahasiswa yang terakhir diuji yaitu Febriyani Hilda Dinati.Dalam acara syukuran tersebut, Ramlan juga berkesempatan memotong nasi tumpeng dan memberikannya kepada mahasiswa TKP Batch 2 Novembri Yusuf Simanjuntak yang akan di wisuda akhir Juni ini. Pria yang bertugas di KPU Simalungun ini jadi satu-satunya yang akan diwisuda, dari 14 mahasiswa TKP Batch 2 lainnya yang baru diwisuda bulan September mendatang. “Saya siap kembali untuk melaksanakan tugas berdasarkan keahlian yang saya peroleh dari pendidikan TKP Unair,” sahutnya dengan semangat.Di komentarnya yang lain Novembri juga mengaku bersyukur mendapat kesempatan menjalani pendidikan TKP dengan mata kuliah yang cenderung teknis tata kelola pemilu, yaitu Operasional Pemilu, Managemen Logistik Pemilu, Kampanye dan Peserta Pemilu, Sistem Penegakan Hukum dan Penyelesaian Sengketa Pemilu, Malpraktek Pemilu, Perencanaan Program dan Anggaran Pemilu, Alokasi Kursi dan Daerah Pemilihan, Parameter Pemilu Demokratik, Perbandingan Sistem Pemilu, Perbandingan Tata Kelola Pemilu, Regulasi Pemilu di Indonesia, Pendaftaran dan Pemutakhiran Daftar Pemilih.Turut hadir dalam acara syukuran, yaitu Budi Prasetyo selaku Wadek I FISIP Unair, Kris Nugroho selaku Kepala Departemen Politik Unair, Siti Aminah selaku Ketua Program Studi Magister Ilmu Politik Unair dan beberapa mahasiswa S1 dan S2. (info/ed diR)

KPU Lima Puluh Kota Goes to School Singgah di SMAN 1 Harau

Tanjung Pati, kpu.go.id -  Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Lima Puluh Kota menggelar sosialisasi Pendidikan Pemilih kepada para siswa kelas 10 dan 11 di SMA N 1 Kecamatan Harau Tanjung Pati Jumat (8/6/2018).Materi sosialisasi dan pendidikan pemilih seputar Kelembagaan KPU, Pemilu, dan Partisipasi Pemilih Pemula pada Pemilihan Umum (Pemilu). Hadir sebagai pembicara Kasubbag Hukum Ana Karina serta Kasubbag Teknis Hendra Riski Saputra. Dalam paparannya Hendra mengingatkan pentingnya partisipasi seorang pemilih dalam menentukan pemimpin. Pemilih menurut dia memiliki kekuasan tinggi dan menentukan kesuksesan Pemilu 2019.Hendra juga mengatakan sesuai data yang ada diperkirakan jumlah pemilih pemula pada pemilu nanti sekitar 14 juta jiwa. Besarnya jumlah pemilih pemula menurut dia harus diimbangi dengan sosialisasi sehingga pemilih menjadi rasional dan memilih dengan baik serta tepat.Waka Kesiswaan SMAN 1 Kecamatan Harau Iswandi, mengapresiasi kegiatan tersebut. Dia berharap melalui sosialisasi KPU siswa kelak menjadi pemilih yang baik dan bertanggungjawab. "Kita sangat berterima kasih kepada pihak KPU Kabupaten Lima Puluh Kota yang telah memberikan pendidikan pemilih pemula kepada siswa.  Harapannya para siswa menjadi pemilih pemula yang baik dan tepat dalam memilih dan tidak termasuk golongan putih kelak," ujarnya.Kegiatan Sosialisasi ini juga dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan pemberian hadiah menarik bagi siswa yang mampu menjawab pertanyaan. “Hadiah yang kami berikan ada hubungannya dengan kepemiluan dan jadi daya pikat siswa untuk terlibat di Pemilu 2019," tutup Ana Karina. (kpu lima puluh kota/ed diR) 

Jelang Verifkasi Faktual Balon DPD 2019, KPU Banyumas Bekali Verifikator

Purwokerto, kpu.go.id - Verifikasi faktual dukungan bakal calon anggota DPD RI dari Jawa Tengah untuk Kabupaten Banyumas akan mulai dilakukan 5-12 Juni 2018. Sebelum itu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Banyumas telah menggelar sosialisasi dan bimbingan teknis kepada para verifikator yang akan melaksanakan tugas selama delapan hari.“Kita melakukan verifikasi (faktual) mengacu pada peraturan teknis yang berlaku,” ujar anggota KPU Kabupaten Banyumas Waslam Makhsid, saat menjadi narasumber bimtek di Hotel Meotel, Purwokerto, Minggu (3/6/2018).Di Banyumas total ada 603 orang yang memberi dukungan bagi 20 bakal calon anggota DPD. Tiap bakal calon memiliki jumlah dukungan yang berbeda-beda. Menurut Waslam sesuai PKPU IV/2018, maka untuk bakal calon yang memiliki dukungan lebih dari sepuluh orang, maka verifikasi akan dilakukan secara sampel (10 persen). Adapun untuk bakal calon dengan jumlah dukungan 10 atau kurang dari 10 maka akan dilakukan sensus. “Maka semua pendukung itu harus diverifikasi,” jelas Waslam.Waslam melanjutkan, pada kegiatan verifikasi nanti, verifikator dapat melibatkan Panitia Pemungutan Suara (PPS) setempat.. Mereka dapat berkontribusi sebagai penunjuk arah menuju lokasi verifikasi. “Selain itu, Petugas Pengawas Lapangan (PPL) juga akan turut mendampingi dan mengawasi jalannya kegiatan verifikasi,” tutup Waslam. (rfk/ed diR)

Buka Puasa Sekaligus Sosialisasi Pencalonan DPRD Kota Solok

Solok, kpu.go.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Solok menggelar acara sosialisasi tahapan pencalonan anggota DPRD Kota Solok Pemilu 2019 Sabtu, (2/6/2018). Kegiatan sekaligus acara buka puasa bersama ini digelar di Halaman Kantor KPU Kota Solok Jalan Tembok Raya Kel Nan Balimo-Kota Solok.Hadir dalam acara ini Walikota Solok, Kepala OPD terkait, KPU beserta jajaran Sekretariat KPU Kota Solok, Panwaslu Kota Solok, Pimpinan partai politik tingkat Kota Solok Ketua, Sekretaris dan Bendahara), PPK, PPS, Sekretariat PPK dan PPS, tokoh masyarakat, wartawan media cetak dan elektronik, serta undangan lainnya.Acara diawali eskpose tahapan pencalonan anggota DPRD Kota Solok Pemilu 2019 oleh Divisi Teknis KPU Kota Solok Asraf Danil Handhika yang menjelaskan bahwa tahapan pada 4 Juni 2018 operator dari masing-masing partai politik mulai mengakses Sistem Informasi Pencalonan (Silon) yang telah disiapkan oleh KPU RI. “Proses pendaftaran DPRD Kota Solok Pemilu 2019 wajib menggunakan Sistem Informasi Pencalonan (Silon). Untuk itu partai politik pada tanggal 4 Juni 2018 diharapkan sudah memberikan user name dan password kepada KPU Kota Solok untuk diaktifasi kedalam Sistem Informasi Pencalonan (Silon) masing-masing partai politik,” tuturnya.Ketua KPU Kota Solok Budi Santosa melanjutkan bahwa Silon adalah salah satu kerja transparan KPU Kota Solok sebagai penyelenggara pemilu. Silon membantu mewujudkan prinsip keterbukaan dan akuntabilitas penyelenggaraan Pemilu, sebagaimana diatur dalam Pasal 3 huruf f dan huruf (l) pada Undang-undang Nomor 17 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum. “Alhamdulillah dalam suasana bulan Ramadhan ini kita masih dapat melaksanakan amanah tahapan Pemilu 2019 sesuai dengan jadwal, mudah-mudahan akan menjadi ladang ibadah bagi kita bersama,” ujar Budi.Sementara itu Walikota Solok Zul Elfian menyambut baik acara yang diselenggarakan KPU Kota Solok. Dia berharap kegiatan sosialisasi pencalonan anggota DPRD Kota Solok ini membuat partai politik menyiapkan kader-kadernya sebagai calon pemimpin lima tahun mendatang. Acara Sosialisasi juga diisi dengan tausiyah oleh Ustaz Maqomam Mahmuda (Divisi Program dan Data KPU Kota Solok) dengan tema memilih pemimpin masa depan dan acara diakhiri dengan berbuka puasa bersama. (kpu kota solok/ed diR)

Prinsip Gotong Royong Pancasila Untuk Wujudkan Pemilu Berintegritas

Padang, kpu.go.id - Peringatan Hari Lahir Pancasila di lingkungan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) berjalan khidmat. Upacara dipimpin Anggota KPU Sumbar Yanuk Sri Mulyani didampingi anggota lainya Gebril Daulay, Nova Indra, Izwaryani serta pejabat berserta staf Sekretariat dilingkungan KPU Sumbar.Dalam sambutannya Yanuk mengajak peserta upacara meneguhkan kembali nilai-nilai luhur Pancasila sebagai dasar bermasyarkat dan bernegara. Dengan Pancasila dan UUD 1945 dalam bingkai NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika bangsa Indonesia menurut dia bisa terhindar dari radikalisme, konflik sosial, terorisme serta perang saudara. “Mari kita tumbuhkan rasa kebersamaan dan gotong royong serta menjalankan penyelenggaraan Pemilu 2019 dan Pilkada 2018 dengan baik. Dan menjadikan Indonesia bangsa yang adil, makmur dan bermatabat dimata internasional,” ujar Yanuk Jumat (1/6/2018).Sementara itu Gebril Daulay menambahkan, inti dari Pancasila adalah gotong royong. Dan apabila dikaitkan dengan penyelenggaraan pemilu maka prinsip tersebut relevan untuk mewujudkan Pemilu yang berintegritas. “Semua stakeholders pemilu baik itu KPU, Bawaslu, peserta Pemilu, Pemilih, pemerintah maupun Kepolisian dan TNI mesti gotong royong dan bahu membahu menyukseskan Pemilu sebagai instrumen demokrasi,” ucap Gebril.Gebril mengingatkan kepada seluruh jajaran KPU Sumbar bahwa kerja kepemiluan tidak mungkin dikerjakan sendirian. Semua pihak menurut diaharus terlibat didalamnya. “Sesuai dengan tugas dan wewenangnya masing masing,” tambah Gebril. (romel/ed diR)

Komitmen Jaga Pilgub Sulsel Aman di Kab Maros

Maros, kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Maros hadir dalam Sosialisasi Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur  (Pilgub) Sulawesi Selatan (Sulsel) 2018 yang digelar Dinas Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Maros di Gedung Pertemuan Kantor Bupati Bariga A Kabupaten Maros Rabu, (31/5/2018).Acara dengan tema “Memelihara dan Menjaga Stabilitas Keamanan Dalam Rangka Pilgub Sulsel 2018 di Kabupaten Maros” ini dihadiri Wakil Bupati Maros Harmil Mattotorang, Komisioner KPU Kabupaten Maros Divisi SDM dan Parmas Syaharuddin serta Wakapolres  Maros AKBP Najamuddin.Dalam sambutannya Harmil mengajak semua pihak menyukseskan Pilgub Sulsel 2018. Sebagai warga negara yang baik, semua perlu mengambil peran dalam  menjaga dan memelihara pilkada berjalan dengan lancar. “Karena ini juga manjadi tolok ukur kesuksesan suatu Pemilihan Umum (Pemilu),” kata Harmil.Komisioner Syaharuddin dalam paparannya menerangkan pemilu di indonesia, masalah dan tantangan dalam setiap pemilu hingga proses rekrutmen penyelenggara yang berintegritas. Hal ini menurut dia menentukan stabilitas dan kesuksesan pelaksanaan Pilgub Sulsel.“Bahwa setiap tahapan dalam pilgub berpotensi ada masalah. Ini bisa dihindari jika semua komponen dalam proses pemilihan ini menjaga integritasnya sesuai dengan peran masing-masing sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, sinergitas antara penyelenggara dan seluruh stake holder mesti terjaga dengan  baik agar tercipta pemilu yang aman, damai dan berintegritas,” paparnya.Sementara itu Wakapolres Maros AKBP Najamuddin menyampaikan menegaskan komitmen petugas mengawal dan menjaga stabilitas keamanan dalam rangka menyukseskan Pilgub 2018. “Ini supaya pilgub berjalan dengan aman,tertib dan bermartabat,” tutup Najamuddin. (160-TknsHpms/ed diR)

Populer

Belum ada data.