Berita KPU Daerah

Pendaftaran Calon Anggota KPU Kabupaten di Kalteng

Palangkaraya, kpu.go.id - Tim Seleksi (Timsel) Calon Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pulang Pisau, Barito Timur, Murung Raya, Katingan, Seruyan, Sukamara dan Lamandau, Provinsi Kalimantan Tngah (Kalteng) Periode 2018-2023, membuka pendaftaran calon anggota KPU Kabupaten berdasarkan Pengumunan Nomor: 001/PP.06-PU/62/Timsel-Kab/V/2018, tanggal 7 Mei 2018.Pengumuman selengkapnya, KLIK DI SINIFormulir Pendaftaran Calon, KLIK DI SINI

Sinergitas KPU-Panwas untuk Pemilu Berkualitas

Kotamobagu, kpu.go.id – Kesuksesan pemilihan umum (pemilu) salah satunya ditentukan oleh padunya kinerja penyelenggara, Komisi Pemilihan Umum (KPU) serta Pengawas. Bersandar dari pertimbangan ini Komisi Pemilihan Umum Kota Kotamobagu menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Terpadu yang melibatkan KPU serta panwas membahas pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) di Kota Kotamobagu.“Bimtek ini untuk menyamakan persepsi antara semua penyelenggara, baik KPU maupun Panwas Kota Kotamobagu, khususnya untuk tingkat kecamatan,” kata Ketua KPU Kota Kotamobagu Nova Tamon di kantornya Senin (14/5/2018) malam.Pada bimtek juga dihadirkan dua pemateri dari Komisioner KPU Provinsi Sulawesi Utara Divisi Teknis Yessy Momongan serta Divisi Hukum Ardiles Mewoh. Selain itu juga hadir sebagai pemateri Ketua Bawaslu Sulawesi Utara Herwyn Malonda.Dalam pengantar materinya, ketiga pimpinan penyelenggara pemilu tingkat provinsi Sulut tersebut bersepakat pentingnya persamaan persepsi dan pemahaman terkait tugas dan pekerjaan di wilayah kerjanya masing-masing.Bahkan Ardiles Mewoh sempat menyarankan antara PPK dan Panwascam tidak perlu selalu berdebat terlalu lama terkait aturan. “Bila ada pemahaman aturan yang berbeda langsung saja dikoordinasikan dan dikonsultasikan ke tingkatan di atasnya; KPU Kota Kotamobagu dan Panwas Kota Kotamobagu. Biar nanti mereka yang menyelesaikan,” ucap Ardiles.Menurut Ardiles, PPK dan Panwascam sejak dini juga harus sudah berkoordinasi untuk menghindari terjadinya mal-administrasi yang bisa saja terjadi di tingkat bawah, terutama pada tahapan pemungutan hingga rekapitulasi. “Kuncinya adalah saling mengerti dan saling mengingatkan antara satu dengan lainnya. Karena antara Panwascam dengan PPK adalah sama-sama penyelenggara,” tambah Ardiles.Hanya saja Ardiles mengingatkan bahwa kedekatan dan komunikasi antara Panwascam dengan PPK bukan dalam hal-hal yang keliru atau menyalahi aturan maupun etika penyelenggara, tapi pada pekerjaan dan tugas-tugas mensukseskan pelaksanaan pilkada. “Kasus di Kabupaten Garut jadi pelajaran berharga, dimana anggota Panwas dan KPU-nya di-OTT. Artinya, kerjasama yang harus dibangun antara Panwas dan KPU beserta jajarannya di bawah bukan dalam hal perbuatan terlarang melainkan perbuatan yang menopang tahapan serta sesuai aturan,” tuturnya.Sementara itu, Ketua KPU Sulut, Yessy Momongan lebih banyak memaparkan soal persiapan pemungutan suara dan teknis lainnya. Menurut dia, antara Panwascam dan PPK jangan sampai berebut wilayah kerja, semua ada tupoksinya. “Bangun persepsi yang sama dan pahami aturannya,” ucap Yessy.Kepada para peserta bimtek Yessy menjelaskan soal tempat pemungutan suara (TPS) yang layak dan sesuai aturan pada pilkada 2018 kali ini. “TPS harus bisa mengakomodir kaum disabilitas, tidak boleh ada tangga, selokan, berumput dan berpasir, agar disabilitas bisa melaksanakan hak konstitusionalnya tanpa harus dibantu oleh orang lain,” tambah Yessy.Yessy berharap TPS yang akan dibuat nanti didesain semenarik mungkin dan letaknya harus berada di tengah-tengah kediaman wajib pilih di TPS tersebut. “Kalau sampai TPS digabung disuatu tempat sebagaimana yang sudah dilaksanakan selama ini di sebagian TPS di Kota Kotamobagu, bakal beresiko. Kalau bisa TPS-nya dipisahkan sesuai wilayah wajib pilih,” jelas Yessy.Sebelumnya, Ketua Bawaslu Sulut; Herwyn Malonda sempat menjelaskan soal tugas pengawas dalam mengawasi pelaksanaan pilkada. “Kunci dari semua itu adalah komunikasi, karena antara Panwas dan KPU merupakan satu kesatuan sesame penyelenggara. Bangun kemitraan, bukan persaingan, apalagi sampai saling intervensi,” kata Herwyn.Dalam materinya Herwyn memaparkan berbagai persoalan yang menjadi titik pengawasan lembaganya; (1). Jual beli C6, (2). Mempengaruhi pemilih dengan imbalan, (3). Menggunakan C6 orang lain, (4). Memobilisasi pemilih, (5). Memilih lebih dari satu kali, (6). Mengganti pemilih, (7). Mempengaruhi petugas, (8). Mencoblos sebelum pemungutan dimulai, (9). Netralitas petugas, (10). Berta acara salah atau keliru, (11). Surat suara tertukar, (12). Logistik kelebihan atau kekurangan, (13). Tertukar antar TPS, (14). Intimidasi, (15). Keterlibatan aparat, (16). Integritas petugas mulai dari proses sampai hasil, dan (17). Penempatan TPS.Terkait dengan data pemilih, Herwyn mewanti-wanti terjadinya mobilisasi surat keterangan oleh instansi berwenang. “Pelayanan terhadap pemilih harus maksimal, termasuk pemilih pindah harus sesuai prosedur,” tegas Herwyn. (kpu kota kotamobagu/ed diR)

Gelar Bimtek Situng, KPU Sumsel Target yang Tercepat

Palembang, kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Selatan (Sumsel) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Sistem Perhitungan Suara untuk para operator KPU kabupaten/kota di Hotel 101 Palembang, 14-16 Mei 2017.Komisioner KPU Sumsel Divisi Teknis, Liza Lizuarni dalam sambutannya mengatakan, pemungutan dan penghitungan suara menjadi tahapan penting dan puncak dari suatu proses pemilihan. Oleh karena itu dia berpesan kepada peserta bimtek Situng untuk memanfaatkan kesempatan yang didapatkan untuk menguasai aplikasi ini dengan baik dan benar. “KPU Provinsi Sumatera Selatan menganggap perlu melakukan pelatihan atau bimtek lanjutan mengenai penggunaan Situng ini agar saat penggunaannya nanti rekan-rekan operator kabupaten/kota dapat menggunakan aplikasi secara optimal,” katanya.Melalui Situng KPU menurut dia juga berupaya menyajikan data transparan dan akuntabel kepada publik. Dia juga mengingatkan kepada peserta bimtek untuk mempersiapkan diri sebab ada sejumlah hal baru yang terdapat dalam sistem tersebut. "Upayakan setiap wilayah jangan hanya satu operator Situng, terutama di daerah yang sulit dijangkau. Tempatkan operator minimal berjarak 2 jam perjalanan dari server, agar lebih mudah menganbil tindakan bila terjadi kendala,” tuturnya.Dengan sejumlah persiapan yang dilakukan, Liza berharap KPU Sumsel dapat menyelesaikan proses hitung tercepat di pilkada nanti. “Kita berharap Sumsel jadi salah satu provinsi yang bisa menyelasaikan pengiriman data situng dalam waktu 24 jam, sesuai target KPU RI,” tambah Liza.Sementara itu Kabag Hukum Teknis dan Hupmas Sekretariat KPU Sumsel, Abdullah berharap ada peningkatan pengetahuan, keterampilan dan pemahaman para operator Situng dalam hal penggunaan aplikasi nanti. Sehingga saat pelaksanaan nanti dapat berjakan lancar. (hupmas kpu sumsel mewan/ed diR)

SMA 10 Padang Juara Lomba Cerdas Cermat Pemilu

Padang, kpu.go.id – SMA 10 Padang keluar sebagai pemenang pertama lomba Cerdas Cermat Pemilu dan Demokrasi yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Barat (Sumbar). Sekolah yang berada di Jalan Situjuh Jati Baru Padang ini sukses menyisihkan SMA1 (juara II) serta SMA 2 (juara III).Penyerahan hadiah juara pertama disampaikan Kabag Hukum Teknis dan Hupmas KPU Sumbar Agus Caturianto kepada perwakilan SMA 10 di Rumah Pintar Pemilu (RPP) KPU Sumbar Senin (14/5/2018). “Selamat kepada adik-adik SMA 10 Padang atas prestasinya sebagai Juara 1 Cerdas Cermat Pemilu dan Demokrasi yang digelar KPU Sumbar kemarin. Juara 1 mendapatkan trofi,  piagam penghargaan serta uang tunai Rp2 juta dipotong pajak,” ujar Agus.Adapun untuk juara II, SMA 1 Padang hadiah diserahkan Sekretaris KPU Sumbar, Firman. Pemenang berhak membawa pulang hadiah trofi,  piagam penghargaan serta uang tunai sebesar Rp1,5 juta dipotong pajak. Sedangkan untuk juara III, SMA 2 Padang hadiah diserahkan Kasubag Hukum KPU Sumbar Aan Wuryanto dan berhak membawa pulang hadiah trofi, piagam penghargaan serta uang tunai Rp1 juta dipotong pajak.Siswa SMA 2 Padang, Fariz Hadiyan Bendry merasakan dampak langsung dari lomba Cerdas Cermat Pemilu dan Demokrasi. Sebelumnya dia mengaku tidak banyak mengetahui tentang pemilu dan saat ini lambat laun memahami tentang pemilu. “Untuk Cerdas Cermat Pemilu dan Demokrasi ini kami hanya belajar satu hari menjelang pertandingan dimulai,” kata FarizFariz berharap lomba semacam ini terus dipertahankan dan kedepan bisa mengundang lebih banyak lagi sekolah-sekolah yang ada di Kota Padang. “Semoga KPU Sumbar tidak hanya melakukan sosialisasi dengan mengambil beberapa sampel SMA atau SMK yang ada di Padang tetapi secara merata di seluruh Sumatera Barat," tambah Fariz. (romel/ed diR)

Fio-Evlin Jadi Rujukan Pemilih Pemula Sumsel

Palembang, sumsel.kpu.go.id - Fio Alfarruk dan Evlin Sabrina terpilih sebagai Duta KPU Sumsel 2018-2023. Penobatan kepada keduanya dilakukan pada  Grand Final Pemilihan Duta KPU yang digelar di Palembang Icon, Minggu (13/5/2018).Dalam sambutannya Sekretaris KPU Sumsel Sumarwan yang datang mewakili Ketua KPU Sumsel Aspahani mengatakan, pemilihan duta KPU merupakan jadi salah satu bentuk sosialisasi yang dilakukan untuk menyasar pemilih pemula. Tindak lanjut dari kegiatan serupa juga dilakukan melalui kegiatan KPU Goes to Campus, KPU Goes to school, KPU Gerbek Kampung serta rangkaian sosialisasi lainnya. “Melalui Duta KPU ini, diharapkan dapat menekan angka golput dan meningkatkan partisipasi pemilih pada Pemilihan Gubernur 2018 dan Pemilu 2019,” katanya.Komisioner KPU Sumsel Divisi SDM dan Parmas Ahmad Naafi mengatakan setelah terpilih sepasang Duta KPU memiliki tugas yang cukup berat. Mereka salah satunya akan menjadi sumber informasi bagi masyarakat seputar pemilihan. "Mereka akan menjadi rujukan, tempat masyarakat bertanya dan memberikan solusi bagi masyarakat yang mengalani kesulitan terkait hak dan kewajibannya sebagai pemilih,” jelas Naffi.Meski demikian untuk meningkatkan pengetahuan keduanya, Duta KPU telah menjalani karantina dan telah dibekali secara detil seluk beluk pemilu. “Tinggal mentransformasi ilmu mereka kepada masyarakat khususnya untuk para pemula,” lanjut dia.Naafi yang juga jadi salah satu juri dalan pemilihan Duta KPU juga mengungkapkan bahwa pengetahuan tentang pemilu menjadi penilaian utama pada ajang ini. "Semua saling melengkapi, brain, action dan atitude mesti dimiliki, karena tugas duta KPU cerminan dari penyelenggara pemilu yang menjalankan amanat bangsa," tutupnya. (mhq/hupmas kpu sumsel/ed diR)

Jelang Pilgub, KPU Bimtek PPS se-Kabupaten Maros

Maros, kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Maros kembali menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) kepada Panitia  Pemungutan Suara (PPS) di Hotel Grand Town Mandai Maros  13 -15 Mei 2018, untuk Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Selatan 2018. Sebelumnya bimtek telah digelar untuk Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK). Bimtek untuk PPS ini adalah gelombang pertama dari tiga gelombang yang direncanakan. Gelombang pertama ini diikuti 108 PPS dari lima Kecamatan, Kecamatan Marusu diikuti delapan desa/kelurahan, Kecamatan Mandai enam desa/kelurahan, Kecamatan Turikale tujuh  desa/kelurahn, Kecamatan Bontoa sembilan desa/kelurahan, dan dari Kecamatan Lau enam desa/kelurahan. Masing-masing desa/kelurahan diwakili tiga orang PPS. Ketua KPU Kabupaten Maros Ali Hasan membuka bimtek pada Minggu, (13/5). Dalam sambutannya dia menyampaikan bahwa bimtek bertujuan agar PPS satu Persepsi dalam memahami peraturan perundang-undangan mengenai tata cara pelaksanaan pemungutan dan penghitungan sehingga terhindar dari konsekwensi hukum. Selain itu PPS yang nantinya akan melantik KPPS dapat menjadi mentornya. “Anda akan menjadi guru bagi anggota KPPS, menjadi tempat curhat mereka jika terdapat kendala di TPS nanti. Kami juga berharap PPS tidak bertindak sendiri dalam merekrut calon anggota KPPS, ikutilah aturan dan laksanakan sesuai tahapannya,” ujarnya. Sub Bagian Teknis dan Komisioner Divisi Teknis Darmawati menjadi leading sector dalam kegiatan ini. Yang bersangkutan juga mengisi sesi pertama materi yang berkaitan dengan tata cara dan aturan mengenai pelaksanaan pemungutan dan penghitungan suara sebagaimana diatur dalam PKPU Nomor 9 Tahun 2018. “Saya sangat senang melihat antusiasme teman-teman PPS dalam mengikuti kegiatan ini, semakin banyak pengalaman yang teman-teman bagi disini, maka akan menambah pengetahuan pemahaman kita bagaimana cara menghadapi dan mencari penyelesaian permasalahan dihari Pemungutan dan Penghitungan Suara nantinya, semoga kita semua dapat melewatinya dengan sukses tanpa tuntutan,” kata Darmawati. Sebelum masuk ke materi, peserta diberikan pre test untuk mengetahui tingkat pemahaman peserta terhadap materi yang akan diberikan. Bimtek juga dipandu oleh Kasubag Umum dan Logistik Aminuddin bersama Kasubag Hukum Rahmadhianty secara bergantian menanggapi setiap pertanyaan yang diberikan. Kegiatan ini ditutup  Selasa, (15/05) Pukul 10.00 WITA oleh Ketua  KPU Maros Ali Hasan. Dalam kata penutupnya dia mengapresiasi semangat anggota PPS yang ikut dalam bimtek ini dan berpesan agar anggota PPS terus menggali dan memantapkan semua materi yang diberikan dalam pelatihan. Dia menyebut pemungutan dan penghitungan suara merupakan inti dari seluruh tahapan pemilu. “Jika masih ada yang belum puas dan masih belum terjawab pertanyaannya mengenai proses pemungutan dan penghitungan suara, saya siap meladeni teman-teman dimanapun dan kapan pun,” tutupnya. (160-TknsHpms/ed diR)

Populer

Belum ada data.