Berita KPU Daerah

Peresmian Serentak 4 RPP dI Sumbar

Padang, kpu.go.id - Empat Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten di Sumatera Barat (Sumbar) meresmikan Rumah Pintar Pemilu (RPP) secara serentak, Kamis (20/12/2018). Keempatnya itu adalah KPU Kabupaten Kepulauan Mentawai, KPU Kabupaten Solok Selatan, KPU Kabupaten Agam dan KPU Kabupaten Pesisir Selatan.Semangat membentuk RPP merupakan bagian dari Program Prioritas Nasional KPU RI dimana pada kepemimpinan Ketua KPU RI 2012-2016 Husni Kamil Manik pada 2015 sebanyak 9 provinsi dan 18 kabupaten/kota terpilih sebagai pilot project. KPU Provinsi Sumbar sendiri meluncurkan RPP-nya pada Mei 2017, yang diresmikan Ketua KPU RI Arief Budiman.Ketua KPU Sumbar Amnasmen yang datang meresmikan RPP di KPU Kabupaten Solok Selatan mengingatkan agar RPP menyajikan informasi dan data yang lengkap terkait pemilu. Semua lapisan masyarakat (terutama pelajar) menurut dia terbuka untuk dapat memanfaatkan RPP ini. “Belajar tentang kepemiluan dan demokrasi di Indonesia umumnya dan Solok Selatan pada khususnya,” ujar Amnasmen.Anggota KPU Sumbar Divisi Data dan Informasi Nova Indra pada peresmian RPP KPU Kabupaten Mentawai mengatakan untuk 2018 ini Sumbar telah membangun RPP di seluruh KPU kabupaten/kota.  RPP ini adalah ruang edukasi bagi masyarakat dan berharap publik memanfaatkannya secara maksimal.Anggota KPU Sumbar Divisi SDM dan Partisipasi Masyarakat KPU Gebril Daulai yang juga meresmikan RPP di KPU kabupaten Agam menyampaikan arti penting didirikannya RPP, sebagai bangunan khusus yang dapat menjawab kebutuhan pemilih dan masyarakat umum dalam hal nilai-nilai demokrasi dan kepemiluan.Sedangkan Anggota KPU Sumbar Divisi Teknis Izwaryani menyampaikan tujuan didirikannya RPP juga sebagai wadah  meningkatkan kemampuan penyelenggara pemilu sebelum mengedukasi masyarakat. (Tim-TH-SB-Zz/ed diR) 

KPU Gowa Ajak Milenial Gunakan Vlog-Mading Sosialisasikan Pemilu

Sungguminasa, kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Gowa makin gencar melakukan sosialisasi  Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 ke pemilih pemula. Terakhir, digelar Lomba video blog (vlog) dan majalah dinding (mading) yang diikuti para pelajar dari sejumlah SMA yang ada di Kab Gowa, Kamis (20/12/2018).Kegiatan yang sesungguhnya telah berlangsung sejak 14 Desember 2018 ini diharapkan dapat menjadi ruang para pelajar mengeluarkan kreativitasnya dalam membuat vlog maupun mading bertema kepemiluan. Hasil dari kreativitas dapat membantu KPU dalam menyosialisasikan informasi kepemiluan kepada masyarakat."Saya berharap adik-adik setelah lomba ini juga senantiasa membuat vlog  untuk memberikan edukasi kepada pemilih muda agar berpartisipasi dalam pemilu. Minimal datang ke TPS dan menyalurkan hak suara tanggal 17 April 2018 mendatang,” ucap Ketua KPU Gowa Muhtar Muis di Aula Kantor KPU Gowa.Senada Anggota KPU Gowa Divisi Partisipasi Masyarakat dan SDM Nuzul Fitri, berharap melalui kegiatan sosialisasi pemilih pemuda semakin melek informasi terkait pelaksanaan Pemilu 2019. “Sehingga dapat meningkatkan pertisipasi pemilih muda tentunya,” ujar Fitri.Untuk diketahui jumlah sekolah yang mengikuti lomba vlog berasal dari 11 SMA (negeri dan swasta) sementara peserta mading berjumlah 28 siswa/siswi dari 6 sekolah. Akhir dari kegiatan ini, KPU Gowa akan menyambangi SMA 4 Malino 22 Desember 2018 mendatang. (kpu gowa/ed diR)

Dialog Publik untuk Tingkatkan Partisipasi Masyarakat di Pemilu

Padang, kpu.go.id - Puluhan peserta dari kelompok perempuan, disabilitas dan kaum marjinal mengikuti dialog publik terkait partisipasi pada Pemilu 2019, di Aula Kantor KPU Sumatera Barat (Sumbar), Kamis (20/12/2018).Acara dialog publik ini terselenggara berkat kerjasama KPU Sumbar dengan Kelompok Peduli Pemilu Demokrasi (KPPD) Sumbar. Hadir dua narasumber, Anggota KPU Sumbar Yanuk Sri Mulyani serta Muhammad Mufti Syarfie dengan moderator Saddam Febrian.Yanuk Sri Mulyani menjelaskan tujuan dialog publik dan sosialisasi adalah untuk menjelaskan pemilu kepada seluruh masyarakat. Dia mengingatkan Pemilu 2019 berbeda dengan sebelumnya terutama tentang penggunaan lima surat suara di Tempat Pemungutan Suara (TPS) nanti. “Saya berharap setelah mendapatkan informasi terkait pemilu dalam sosialisasi ini, bisa disampaikan pada tetangganya dengan tujuan agar bisa meningkat,” kata Yanuk.Terkait peran perempuan dalam pemilu, Yanuk mengatakan bahwa UU telah mengakomodirnya, seperti keterwakilan calon legislatif (caleg) 30 persen perempuan di tiap dapil. “Nah disanalah kesempatan bagi kaum perempuan ikut berpolitik. Jadi dalam pemilu, kesempatan perempuan sama dengan pria," tukas Yanuk lagi.Di akhir paparannya Yanuk mengingatkan agar masyarakat mengenali calon yang akan dipilihnya nanti serta tidak tergiur dengan janji politik apapun. “Jangan tergiur dengan praktik politik uang, karena dampaknya dapat berpotensi terjadi tindak korupsi,” tambah Yanuk.Muhammad Mufti Syarfie di awal paparannya langsung mengajukan pertanyaan seberapa penting berpartisipasi dalam pemilu. Dia kemudian menjelaskan makna kesetaraan dalam demokrasi yang terjabarkan dalam pelaksanaan pemilu.Mufti juga menyampaikan bahwa ada sekitar 27 juta jiwa kelompok disabilitas di Indonesia. Jumlah yang besar untuk bisa menentukan arah perjalanan pemilu di Indonesia.”Untuk itu saya meminta agar suara dari kelompok disabilitas ini memberi arti penting bagi pemerintah dalam melahirkan kebijakan yang bisa mengakomodir suara dari kelompok disabilitas,” tambah Mufti.Sementara itu Kabag Hukum, Teknis dan Hupmas KPU Sumbar Agus Catur Rianto yang datang mewakili Ketua KPU Sumbar berharap dengan dialog publik semacam ini, kelompok masyarakat yang hadir dapat lebih memahami dan kemudian menyampaikannya lagi kepada masyarakat lainnya.Ketua pelaksana, kegiatan KPPD itu Zarvia Erawati mengatakan dipilihnya kelompok perempuan, disabilitas dan kaum termajinalkan sebagai peserta dialog berangkat dari kondisi yang dialami masing-masing kelompok tersebut disetiap pelaksanaan pemilu maupun pemilihan. “Tak jarang dari mereka (hanya) dijadikan sebagai sarana untuk mendulang suara saat pemilu berlangsung,” ungkap Zarvia. (zil/ed diR)

KIP Aceh Tamiang Gelar Konsolidasi Daerah

Karang Baru, kpu.go.id - Komisi Independen Pemilihan (KIP) Kabupaten Aceh Tamiang menggelar Konsolidasi Daerah Dalam Rangka Peningkatan Kapasitas dan Kesiapan Penyelenggara Pemilu Tahun 2019. Kegiatan dilaksanakan di Gedung Olah Raga (GOR) Kabupaten Aceh Tamiang Kamis (20/12/2018).Ketua KIP Aceh, Samsul Bahri  yang membuka acara mengatakan, untuk menciptakan Pemilu 2019 yang berintegritas maka penyelenggara pemilu ditiap tingkatan (baik itu KIP Aceh Tamiang, Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) maupun Panitia Pemungutan Suara (PPS) harus menjaga independensi dan kejujuran. Dia pun mengingatkan bahwa penyelenggara telah bersumpah dan berjanji untuk memenuhi tugas dan kewajiban sebagai penyelenggara pemilu. “Bekerja dengan sebaik-baiknya,” tutur Samsul.Ketua KIP Aceh Tamiang, Ishak Ibrahim melanjutkan salah satu tujuan digelarnya konsolidasi daerah ini adalah agar penyelenggara pemilu didaerahnya bersinergi bersama-sama dalam menyukseskan setiap tahapan. Dia juga mengingatkan suksesnya pemilu tidak hanya diukur dari langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil (luber dan jurdil) tapi juga seberapa besar partisipasi masyarakat yang terlibat langsung didalamnya. “Oleh karena itu dengan konsolidasi ini saya berharap penyelenggara pemilu lebih gencar lagi dalam melakukan sosialisasi agar setiap masyarakat memahami hak dan kewajiban sebagai warga negara,” kata Ishak.Kegiatan ini selain dihadiri oleh 36 anggota PPK dan 675 anggota PPS, juga hadir Bupati Aceh Tamiang yang diwakili oleh Asisten I Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang, Kapolres Aceh Tamiang, Kasdim MAKODIM 0117/Aceh Tamiang, Ketua MPU Aceh Tamiang dan anggota Forkopimda lainnya, Panitia Pengawas Pemilih Kabupaten Aceh Tamiang, seluruh Ketua Partai Politik serta Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) se-Kabupaten Aceh Tamiang Partai Politik Peserta Pemilu 2019. (PPID-KIP Kabupaten Aceh Tamiang/ed diR)

KPU Beri Perhatian Sama Penyandang Disabilitas

Masamba, kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Luwu Utara (Lutra) menggelar sosialisasi Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 kepada para penyandang disabilitas, Kamis (20/12/2018). Total ada 45 penyandang disabilitas yang hadir dalam kegiatan hasil kerjasama KPU Lutra dengan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) dan Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Lutra ini.Acara yang berlangsung di Aula Hotel Bukit Indah Masamba itu adalah komitmen KPU Lutra untuk memberikan perhatian yang sama bagi semua kategori pemilih. Dan untuk pemilih disabilitas perhatian tersebut diwujudkan salah satunya dengan menyediakan tempat pemungutan suara (TPS) yang representatif, ramah terhadap para penyandang disabilitas.Komisioner KPU Lutra Divisi Perencanaan dan Data Supriadi mengatakan penyandang disabilitas merupakan salah satu kelompok di masyarakat yang juga perlu mendapat sosialisasi guna mengetahui informasi tahapan pemilu. “Mereka juga berhak untuk mengetahui tentang pemilu, karena mereka semua sama seperti kelompok masyarakat lainnya,” kata Supriadi.Menurut Supriadi berbeda dengan pemilih pada umumnya, penyelenggara memang harus memerhatikan posisi TPS yang representatif. Seperti tidak beranak tangga, berada di posisi tunggu dan mencoblos yang aman dan nyaman serta menyediakan template braile bagi tunanetra.Hadir dalam kegiatan ini sekaligus sebagai pemareri Komisioner KPU Lutra Divisi Hukum dan Pengawasan Syabil, Divisi Perencanaan, Data dan Infoemasi Ketua KNPI Suharto, dan Sekretaris Arifin, Plh. Kasubag Teknis Asjaya Pengurus PPDI Lutra Joko. (ramadhan iqbal/ed diR) Attachments area

Pemilih Perempuan Kritis Kenali Calon

Purwokerto, kpu.go.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Banyumas menggelar pendidikan pemilih bagi kalangan perempuan di Kelurahan Ledug, Kembaran, Kamis (20/12) sore. Ada sekitar 50 perempuan warga RW07 Keluarahan Ledug yang hadir dalam kegiatan ini.Anggota KPU Banyumas Hanan Wiyoko yang hadir pada kesempatan ini menyampaikan informasi kepemiluan serta menunjukkan contoh surat suara yang akan digunakan pada Pemilu 2019 nanti. Pria berkacamata tersebut juga mengingatkan pentingnya posisi pemilih sebagai salah satu faktor penentu kesuksesan penyelenggaraan pemilu. “Semakin tinggi angka partisipasi pemilih maka bisa dikatakan pemilu itu semakin sukses. Itu alasan KPU Banyumas selama ini gencar melakukan pendidikan dan sosialisasi pemilu kepada warga,” kata Hanan.Oleh karena itu dikesempatan berikutnya Hanan mengajak warga, khususnya para perempuan ini untuk tidak salah memilih calon di TPS. Mengenali calon dapat dilakukan melalui poster atau  jenis media sosialisasi lainnya.Pada kesempatan itu Hanan tidak lupa mengenalkan lima jenis surat suara yang akan digunakan pada Pemilu 2019. Selain jenis, dia juga menginformasikan kelima warna penanda pada masing-masing surat suara.Antusias warga semakin terlihat saat Hanan mulai mengenalkan kotak dan bilik suara. “Kotak dan bilik ini berbahan karton duplex. KPU sudah menjamin kekuatannya dan kualitasnya sehingga aman dipakai,” terang Hanan.Hanan menambahkan, kotak dan bilik suara ini juga kedap air. Tidak berhenti disitu, pendidikan ini dilanjutkan dengan warga memperagakan proses pembukaan surat suara, membawanya ke bilik, serta melipatnya kembali. Harapannya, warga benar-benar mengerti tata cara mencoblos di TPS yang benar.Dalam sesi diskusi, terlihat juga beberapa warga menanyakan tentang visi misi calon. Menanggapinya, Hanan menyampaikan bahwa visi misi calon presiden dan wakil presiden dapat dilihat di website KPU Republik Indonesia, di www.kpu.go.id. (rfk/ed diR)

Populer

Belum ada data.