Berita KPU Daerah

Pendaftaran Calon Komisioner KPU OKU Selatan Diperpanjang

Palembang, kpu.go.id - Tim Seleksi (Timsel) Calon Komisioner KPU Kabupaten/Kota se Sumsel  Zona II akhirnya mengambil kebijakan memperpanjang masa pendaftaran calon anggota KPU Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan hingga 13 November 2018.Sikap ini diambil melihat jumlah pelamar untuk formasi KPU OKU Selatan yang belum mencukupi kuota minimal. “Sesuai aturan tahapan seleksi, kami memperpanjang masa pendaftaran,” ujar Ketua Timsel Zona II, Qodariyah Barkah Minggu (11/11/2018).Perpanjangan masa pendaftaran sendiri tertuang dalam Berita Acara (BA) Rapat Pleno Nomor 02/BA.TS.II-KPU.KabKota/XI/2018, 11 November 2018, yakni selama dua hari mulai 12 November dengan 13 November 2018 Pukul 16.00 WIB.Qodariyah berharap waktu yang ada dimanfaatkan masyarakat yang memiliki kompetensi untuk terjun langsung sebagai bagian dari penyelenggara pemilu dengan mengisi kursi KPU OKU Selatan. ”Syarat-syaratnya, masih sama seperti seleksi sebelumnya,” kata Qodariyah.Seperti diberitakan sebelumnya timsel calon anggota KPU kabupaten/kota di Sumsel, secara menutup pendaftaran, Minggu (11/11/2018). Sebanyak 987 peserta akan bertarung memperebutkan 85 kursi KPU untuk 17 Kabupaten/kota.Pendaftar mendominasi di Zona I yang meliputi kota Palembang, Banyuasin, Muba, Prabumulih dan Ogan Ilir dengan 429 peserta. Kemudian zona II (OKU Timur, OKU, OKU Selatan, Musirawas, Lubuklinggau dan Muratara) 294 peserta dan Zona III (Muara Enim, Pali, Lahat, Empat Lawang, Pagar Alam) 264 peserta. (hupmas kpu sumsel Mhq/ed diR)

987 Peserta Perebutkan Kursi KPU Kabupaten/Kota di Sumsel

Palembang, kpu.go.id - Masa pendaftaran calon anggota untuk KPU kabupaten/kota di Sumatera Selatan (Sumsel) resmi ditutup Minggu (11/11/2018). Hingga hari terakhir total telah mendaftar 987 orang yang akan memperebutkan 85 kursi di 17 Kabupaten/kota.Dari pendaftar yang ada, banyak di antara mereka yang memilih zona I, meliputi Kota Palembang, Banyuasin, Muba, Prabumulih dan Ogan Ilir dengan 429 peserta. Sementara sisanya memilih zona II (OKU Timur, OKU, OKU Selatan, Musirawas, Lubuklinggau dan Muratara) 294 peserta dan zona III (Muara Enim, Pali, Lahat, Empat Lawang, Pagar Alam) 264 peserta.Ketua Tim Seleksi (Timsel) zona I, Anisatul Mardiah mengatakan, berkas yang sudah masuk selanjutnya akan dilakukan penelitian administrasi, menilai poin pembobotan dengan mempertimbangkan, ijazah, pengalaman kepemiluan, pengalaman organisasi dan penilaian lainnya.Seperti calon pendaftar dengan ijazah doktor mendapat nilai 100, sehingga bobotya 50 persen, sedangkan yang berijazah S2 nilainya 75 dan bobot 37.5 persen. Adapun calon dengan ijazah S1 mendapat nilai 50 dan bobotnya 25 persen.“Organisasi yang pernah diikuti juga akan menambah poin penilaian, minimal yang punya kaitan dengan penyelenggaraan pemilu, baik di ormas maupun yang pernah menjadi Komisioner KPU sebelumnya, yang berkaitan dengan pemilu,” ungkapnya.Indikator penilaian lainnya dilihat dari karya tulis calon terkait kepemiluan, baik dalam bentuk gagasan yang ditayangkan di media massa, penelitian, jurnal atau karya tulis lainnya. “Hal ini untuk memperkuat bahwa calon tersebut memang mempunyai kemampuan dibidang kepemiluan,” jelasnya.Dari hasil penelitian administrasi ini akan disaring maksimal 30-40 peserta per kabupaten/kota guna mengikuti seleksi selanjutnya yakni tes tertulis dengan sistem CAT 19 November nanti. “Saat ini panitia masih melakukan pemilu administrasi, hasilnya akan diumumkan 16-18 November nanti,” singkatnya. (hupmas kpu sumsel mhq/ed diR)

518 Peserta Ikuti Tes CPNS KPU di Sumsel

Palembang, kpu.go.id - Sebanyak 518 peserta seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) formasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) menjalani tes tertulis computer assisted test (CAT) di Kantor Badan Kepegawaian Nasional (BKN) Palembang, Minggu (11/11/2018). Tes tulis di Palembang sendiri masuk zona 2.Peserta tes dibagi menjadi dua sesi, sesi pertama pukul 08-09.30 WIB diikuti oleh 306 peserta sementara sesi kedua 212 peserta. Sesuai prosedur, peserta seleksi tes CPNS KPU hanya diperbolehkan membawa KTP-el dan nomor ujian di ruang tas.“Panitia menyiapkan loker penitipan barang, hanya nomor ujian dan KTP-el saja yang boleh dibawa masuk,” jelas Sekretaris KPU Sumsel MS Sumarwan didampingi Kabag Program Data, Organisasi dan SDM saat meninjau jalannya seleksi.Sumarwan melanjutkan, dengan tahapan seleksi yang berjalan baik dan sesuai prosedur ini maka menghasilkan orang yang berintegritas dan siap mengabdi untuk negeri. “Bersama KPU,” singkatnya.Selama menjalani seleksi, peserta diberi 100 soal terdiri dari Tes Karakteristik Pribadi (TKP), Tes Intelegensi Umum (TIU) dan Tes Wawasan Kebangsaan (TWK). Untuk lolos seleksi CAT peserta harus memenuhi nilai minimal pasing grade, 143 poin untuk TKP,  80 poin untuk TIU dan 76 untuk TWK.Begitu selesai mengerjakan soal, hasil tes langsung bisa dilihat dan ditampilkan di layar yang tersebar di ruang tunggu seleksi. Dari pantauan dilokasi ujian, sebelum masuk ruang ujian peserta diperiksa kelengkapan, KTP-el, nomor peserta, surat pernyataan dan kecocokan antara nomor peserta dengan peserta ujian. Selanjutnya peserta melakukan registrasi ulang dan mendapatkan nomor pin ujian untuk membuka aplikasi CAT dikomputer yang telah disiapkan.Saat masuk ruang ujian, peserta juga harus melewati pintu deteksi metal (metal detector) yang terpasang ditiap pintu masuk ruangan tes. Mereka juga distempel ditangan sebagai tanda. Secara umum proses seleksi berjalan lancar dan tepat waktu hingga akhir. (humas-kpu sumsel mhq/ed diR)

Sosialisasi Pemilih Pemula, KPU Soppeng Datangi Tiga SMA

Watansoppeng, kpu.go.id - Demi meningkatkan partisipasi pemilih pada pemilu tahun 2019 khususnya segmentasi pemilih pemula, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Soppeng menggelar sosialisasi dengan mengunjungi tiga Sekolah Menengah Atas (SMA) yang ada di Kabupaten Soppeng.Tiga sekolah yang berkesempatan dikunjungi KPU Kab Soppeng pada kegiatan KPU Goes To School 8-10 November 2018 tersebut antara lain SMA Negeri 3 Soppeng, SMAN 7 Soppeng serta SMAN 2 Soppeng. Di tiga kegiatan ini hadir langsung sebagai narasumber Komisioner KPU Kabupaten Sidrap Alimuddin Baharuddin serta pengamat kepemiluan Herman Lilo.Secara umum materi yang disampaikan di tiga lokasi kegiatan antara lain memberikan pemahaman tentang pentingnya pengetahuan pemilu bagi pemilih pemula, mengajak pelajar untuk menghindari politik uang (money politic) serta ikut aktif dalam setiap kegiatan dan tahapan kepemiluan di masyarakat.Di sesi tanya jawab, para pelajar juga menyampaikan beberapa pertanyaan menyangkut hal-hal yang berkaitan dengan proses pemilu. Acara semakin menarik karena panitia juga menyiapkan hadiah bagi mereka yang berhasil menjawab pertanyaan serta aktif dalam mengikuti acara. (teknishupmaskpusoppeng/ed diR)

Tingkatkan Partisipasi, Sosialisasi KPU Lutra Berbasis Keluarga

Masamba, kpu.go.id - Meningkatkan partisipasi pemilih di Kabupaten Luwu Utara (Lutra), Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat memaksimalkan kegiatan sosialisasi dengan mendatangi para pemilih berbasis keluarga.Kegiatan berlangsung Sabtu (10/11/2018) bertempat di Masjid Nurul Iman Desa Tingkara Kecamatan Malangke, dan dihadiri para pemilih dari kalangan ibu yang tergabung dalam majelis taklim, tokoh agama, masyarakat, pemuda dan sejumlah warga sekitar.Ketua KPU Lutra Syamsul Bachri yang hadir membawakan materi sosialisasi, menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dalam pemilu. Dia mengatakan bahwa memberikan satu suara di TPS akan menentukan siapa orang yang akan duduk sebagai pemimpin lima tahun mendatang. “Oleh karena itu masyarakat harus datang ke TPS, agar pemimpin mendapatkan legitimasi yang kuat,” kata Syamsul.Meski demikian Syamsul mengingatkan bahwa untuk bisa memberikan suaranya di hari pencoblosan tidak semua masyarakat dapat melakukannya. Undang-undang (UU) Pemilu telah mensyaratkan bahwa hanya masyarakat yang telah berusia 17 tahun atau sudah menikah dan memiliki KTP-el yang dapat memberikan suaranya di 17 April 2019 nanti. Sementara TNI/Polri tidak diperkenankan memberikan suaranya di TPS.Dikesempatan selanjutnya Syamsul juga memastikan komitmen dan integritas dari jajaran penyelenggara pemilu untuk bekerja maksimal di setiap tahapan kepemiluan ini. Begitu juga dihari pemungutan suara dimana kerahasiaan pemilih dijamin oleh peraturan. “Tidak akan diketahui oleh pihak manapun dan dengan jalan apa pun, siapa yang dipilihnya,” kata Syamsul.Mengingat sasaran dari sosialisasi pemilih kali ini berbasis keluarga, maka Syamsul pun mengajak kepada semua yang hadir untukkemudian menyampaikan kembali pesan kepemiluan kepada sanak keluarga serta lingkungan sekitarnya. (ramadhan iqbal/ed diR)

KPU Lutra Bersama Stakeholder Kepemiluan Sinkronisasi Data Pemilih

Masamba, kpu.go.id – Memastikan kualitas dari hasil perbaikan data pemilih berkelanjutan, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Luwu Utara (Lutra) menggelar Rapat Kordinasi (Rakor) Sinkronisasi Data Pemilih bersama peserta pemilu dan stakeholder terkait di Aula Demokrasi KPU Lutra Sabtu (10/11/2018).Rakor sinkronisasi juga digelar sebagai persiapan pelaksanaan Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan Kedua (DPTHT-2) yang rencananya akan dilaksanakan pada Senin 12 November 2018.Ketua  KPU Kabupaten Lutra Syamsul Bachri mengatakan bahwa sinkronisasi hasil rekapitulasi DPTHP-1 ini adalah mencocokkan data pemilih yang ada di KPU, Dukcapil, Bawaslu dan Partai Politik. Oleh karena karena itu pihaknya berharap peserta rakor memberikan masukan terkait data pemilih sebelum nantinya ditetapkan.“Seperti partai politik dapat memberikan masukan kepada KPU terhadap penyempurnaan DPTHP-2 tentunya dengan melengkapi dokomen kependudukan seperti KK dan KTP-elenktronik,” ujar Syamsul. Hadir dalam acara rapat sinkronisasi ini, Komisioner KPU Divisi Data dan Informasi Supriadi, Sekretaris KPU Lutra Andi Kasmawati,Kadis Dukcapil Mas'ud Masse, Anggota Bawaslu Lutra Ibrahim Umar, Ketua dan Anggota PPK, Panwascam serta sejumlah partaipolitik se-Kabupaten Lutra. (ramadhan iqbal)

Populer

Belum ada data.