Berita KPU Daerah

KPU Lutra Sosialisasi Pendidikan Pemilih Berbasis Keluarga

Malangke, kpu.go.id - Guna meningkatkan partisipasi dan pendidikan pemilih dalam Pemilu serentak 2019, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Luwu Utara (Lutra) menggelar Sosialisasi Pendidikan Pemilih berbasis keluarga Rabu (7/11/2018).Kegiatan ini dilakukan di empat desa antara lain Cenning, Kecamatan Malangke Barat, Pattimang, Kecamatan Malangke, Banyuwangi, Kecamatan Sukamaju, dan Sukaraya, Kecamatan Bone-Bone. Kegiatan diikuti warga, sejumlah tokoh masyarakat dan agama, pemuda, ibu rumah tangga serta  anggota komunitas atau kelompok masyarakat desa setempat .Komisioner KPU Lutra Divisi Partisipasi Masyarakat Rahmat mengatakan bahwa konsep pendidikan pemilih berbasis keluarga merupakan upaya KPU Lutra  untuk menanamkan nilai-nilai dasar kepemiluan dan menanamkan konsep dasar keluarga sadar pemilu.“Jadi tujuan pendidikan pemilih berbasis keluarga agar pemilih mengetahui hak dan kewajibannnya dalam pemilu, turut serta mendorong terwujudnya pemilu damai, demokratis, dan berintegritas," ucap Rahmat.Rahmat mengatakan bahwa pendekatan berbasis keluarga dianggap paling efektif. Hal ini karena keluarga dianggap sebagai lingkup terkecil dari masyarakat. Dia juga berharap konsep sadar pemilu mengakar di masyarakat sehingga warga aktif disemua tahapan dan ikut mendorong informasi pemilu kepada warga yang ada disekitarnya.“Karena pemilu sarana kedaulatan yang diberikan untuk menentukan pemimpin, baik yang ada di eksekutif maupun legeslatif demi untuk kesejahteraan rakyat,” tutup Rahmat. (ramadhan iqbal/ed diR)

Lapau Demokrasi Cara KPU Lima Puluh Kota Tingkatkan Partisipasi

Situjuah Batu, kpu.go.id – Meningkatkan partisipasi masyarakat dan pemahaman tentang pemilu di Kabupaten Lima Puluh Kota, Komisi Pemilihan Umum (KPU) menggelar ngopi bareng dan berdiskusi ringan dengan warga Kenagarian Situjuah Batua, Kecamatan Situjuah Limo Nagari, Rabu (7/11/2018).Menurut Anggota KPU Lima Puluh Kota Divisi Hukum dan Pengawasan Amfreizer, acara ini digagas melihat rutinitas warga yang kerap mendatangi lapau (warung) di beberapa kecamatan juga dimanfaatkan untuk meningkatkan pemahaman mereka tentang pemilu. “Karena di Lapau itu ada banyak unsur masyarakat,” ujar Amreizer selaku pemberi ide kegiatan.Anggota KPU Lima Puluh Kota Divisi Sosialisasi dan Parmas Arwantri mengaku senang dengan antusiasme yang ditunjukkan warga pada kegiatan Lapau Demokrasi ini. Dimana mereka banyak menyampaikan masukan tentang pemilu dan juga bertanya tentang tahapan pemilu. Kegiatan ini menurut dia juga untuk menumbuhkan partisipasi masyarakat membantu bahkan mengawasi penyelenggara jika terjadi pelanggaran. “Dan jangan lupa untuk memilih di 17 april 2019,” ucap dia.“Kegiatan ini tidak akan berakhir pada satu hari ini saja, karena akan tetap dilanjutkan oleh Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) agar terus adanya sosialisasi dan peningkatan pemahaman pada warga tentang pemilu” ujar arwantri.Kegiatan Lapau selanjutnya akan dilaksanakan di Kecamatan Kapur IX. (div tekhupmas kpu LPK/ed diR)

KGTC KPU Takalar Datangi Tiga Sekolah

Takalar, kpu.go.id - Dalam rangka meningkatkan partisipasi pemilih pemula di Takalar, Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat menggelar kegiatan KPU Goes to School (KGTC) yang menyasar tiga sekolah yaitu SMK 3 Takalar, SMK 1 Takalar, dan SMA 3 Takalar. Kegiatan yang berlangsung secara maraton ini dimulai sejak 5 hingga 7 November 2018. Kegiatan yang juga berkorelasi dengan KPU Sulawesi Selatan (Sulsel) ini, diawali dengan pemberian materi singkat tentang pentingnya keikutsertaan pemilih pemula dalam Pemilu 2019. Selain itu kegiatan juga diisi dengan ice breaking dan tanya jawab  yang disambut antusias oleh para siswa-siswi.Ketua KPU Takalar, Muhammad Darwis dalam penjelasannya mengatakan bahwa pada Pemilu 2019 nanti setidaknya ada 10 persen pemilih pemula yang masuk daftar pemilih. Cukup besarnya jumlah pemilih pemula menurut dia dapat menentukan hasil dari peserta pemilu nanti. “Oleh karena itu penting partisipasi pemilih pemula dalam menggunakan hak pilihnya,” kata Darwis. Darwis pun meminta partisipasi pemilih pemula di 17 April 2019 tidak hanya sekedar memberikan suaranya tapi juga kritis dalam menentukan dukungan terhadap calon yang tersedia. “Kalian harus pintar dalam menentukan pilihan, kenali calonnya, lihat visi misinya dan lihat rekam jejaknya,” kata Darwis.Sementara itu Anggota KPU Takalar Divisi Hukum, Muhammad Nur Arfah mengingatkan generasi muda untuk bersikap tegas, menolak segala bentuk politik uang dalam setiap pesta demokrasi. Dia menjelaskan dampak buruk dari politik uang tidak hanya bagi demokrasi tapi juga bagi masa depan generasi muda dalam berpolitik.Diakhir acara para peserta diberikan ruang untuk memberikan masukan dan harapan tentang pemilu diselembar kertas, untuk kemudian ditempelkan dimedia yang telah disiapkan oleh panitia. (kpu takalar/ed diR)

KPU Gowa Bekali Calon Penyelenggara Adhoc Melalui Workshop Kepemiluan

Barombong, kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Gowa memberikan pembekalan kepada calon penyelenggara adhoc melalui kegiatan Workshop Kepemiluan di Kecamatan Barombong, Selasa (6/11/2018). Sebanyak 30 peserta mengikuti kegiatan ini yang dipusatkan di Aula Kantor Camat Barombong.Workshop Kepemiluan sendiri akan dilaksanakan 18 gelombang diseluruh kecamatan dengan jumlah total peserta mencapai 540 orang. Setiap gelombang nantinya akan dibagi ke dalam empat sesi materi dimana masing-masing materi bertema Demokrasi & Sistem Pemilu, Hak Pilih dan Kategori Pemilih, Tata Cara Pemungutan dan Penghitungan Suara serta Etika dan Pidana Pemilu.Untuk Workshop Kepemiluan Gelombang pertama hadir pemateri Komisioner KPU Gowa Wasilah yang memaparkan tentang nilai demokrasi. Pada kesempatan itu dia juga membangun semangat peserta dengan diskusi kelompok tentang prinsip pemilu yang bebas dan adil. “Setiap penyelenggaraan pemilu harus berdasarkan nilai-nilai demokrasi dengan menegakkan prinsip dan standar pemilu agar penyelenggaraan pemilu yang bebas dan adil dapat terjamin,” ujar pria yang juga membawahi Divisi Data KPU Gowa ini.Pada sesi II hadir pemateri Nuzul Fitri yang membawakan materi tentang tata cara pemungutan dan penghitungan suara. Perempuan yang juga membawahi Divisi Sosialisasi dan SDM KPU Gowa ini juga menyampaikan materinya dengan cara Building Resources In Democratic, Government and Election (Bridge). “Dengan metode ini kami  menggali pengalaman peserta ketika melaksanakan pemilu sebelumnya sehingga bisa sharing dengan peserta lainnya. Juga ada transfer pengetahuan kepemiluan yang nantinya berguna bagi peserta jika ingin berkarir sebagai penyelenggara pemilu,” jelas Fitri. Sesi III menghadirkan Presidium Jaringan Demokrasi Indonesia (JaDI) Sulsel Mardiana Rusli yang membawakan materi data pemilih. Dan sesi terakhir diisi komisioner KPU Gowa divisi hukum Tasrif yang menjelaskan etika penyelenggara dan pidana pemilu.Program ini melibatkan peran serta masyarakat yang seluas-luasnya dimana mereka diberikan pendidikan mengenai kepemiluan yang nantinya akan menjadi prioritas dalam rekruitmen penyelenggara ad-hock serta sebagai motor gerakan sadar pemilu dengan membentuk komunitas-komunitas peduli pemilu.Peserta workshop ini juga nantinya akan menjadi mitra KPU Gowa dalam menjalankan agenda sosialisasi dan pendidikan pemilih. Bentuk peran serta masyarakat ini diharapkan mampu mendorong tumbuhnya kesadaran tinggi serta tanggung jawab penuh masyarakat untuk menggunakan haknya dalam pemilu secara optimal. Diharapkan output program workshop kepemiluan ini sebagai upaya KPU Gowa untuk melahirkan calon-calon penyelenggara pemilu yang profesional dan berintegritas.Program Workshop Kepemiluan  yang dilaksanakan KPU Gowa melibatkan kelompok masyarakat yang berasal dari 6 segmen pemilih strategis yaitu: 1. pemilih pemula; 2. kelompok organisasi pemuda; 3. tokoh agama; 4. kelompok perempuan; 5. penyandang disabilitas;  6. kelompok profesional.(kpu gowa/ed diR)

Formasi Baru KPU Kudus Silaturahmi Dengan Bupati

Kudus, kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kudus 2018-2023 bersilaturahmi dengan Bupati Kudus M Tamzil di Pendapa Kabupaten Selasa (6/11/2018) pagi. Selain ajang perkenalan, rombongan KPU yang dipimpin Ketua Naily Syarifah juga ingin melanjutkan hubungan baik yang telah terbina selama ini antara penyelenggara pemilu dengan pemerintah daerah.”Saat ini sudah terpilih lima komisioner baru. Pertama saya sebagai ketua, kedua Miftahurrohmah, Ahmad Kholil, Cahyo Maryadi, dan Dhani Kurniawan,” kata Naily saat memulai pembicaraan dengan Bupati Kudus M Tamzil yang didampingi Sekretaris KPU Kudus Heri Darwanto, Kepala Kesbangpol Eko Hari Jatmiko dan Asisten I Agus Budi Satriyo.Naily lantas menjelaskan bahwa kelima komisoner baru memiliki latar belakang berbeda-beda. Seperti akademisi, jurnalis dan pengacara. Dia pun berharap ke depan KPU Kudus bisa bersinergi dengan pemkab dalam menyukseskan setiap tahapan pemilu maupun pemilihan yang ada di Kudus.Sementara itu M Tamzil menyambut baik kedatangan KPU Kudus dan berharap agar komisoner baru bisa terus meningkatkan kinerjanya. Terpenting dan harus terus dijaga menurut dia adalah integritas agar pemilu maupun pemilihan di Kudus dapat berjalan baik. ”Harus bisa memposisikan diri. Jangan sampai diintervensi oleh pihak manapun, terutama dari peserta pemilu,” kata Tamzil.Tamzil juga berharap, KPU Kudus terus bekerja transparan dan membicarakan hal yang dirasa butuh dengan pemkab. Terutama menyangkut kebutuhan pemilu maupun pemilihan.”Jangan sampai ada rasan-rasan. Kami selalu terbuka dan siap untuk bekerja sama,” ungkapnya.Terkait Pemilu 2019, Tamzil meminta agar KPU Kudus lebih gencar memberikan sosialisasi ke pemilih. Terlebih di TPS nanti masyarakat dihadapkan pada proses pemilihan surat suara yang berbeda dan lebih banyak. “Di mana pemilih akan diberikan lima kartu suara. Bagaimana nanti teknis nyoblosnya, para pemilih harus dijelaskan secara detail,” tutup Tamzil. (ak/nf/ed diR)

Kursus Kepemiluan ala KPU Kota Solok

Sawah Solok, kpu.go.id - Guna meningkatkan partisipasi masyarakat dalam Pemilu 2019, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Solok mengadakan Kursus Kepemiluan Selasa (6/11/2018) pukul 09.00 WIB. Bertempat di Agrowisata Sawah Solok KTK Kota Solok acara dihadiri seluruh komisoner KPU Kota Solok, jajaran sekretariat serta peserta kursus yang berjumlah 20 orang.Kegiatan yang telah masuk gelombang ketiga ini merupakan bagian dari sosialisasi dan pendidikan pemilih yang dikemas dalam bentuk ceramah, diskusi dan tanya jawab. yang diselenggarakan KPU Kota Solok.Ketua KPU Kota Solok Asraf Danil H dalam sambutannya mengajak peserta untuk memaknai hubungan kepemiluan dengan demokrasi, kedaulatan rakyat sebagai pemegang kekuatan tertinggi yang oleh KPU diwujudkan dalam bentuk tagline Pemilih Berdaulat Negara Kuat. Dengan pemilu rakyat menyerahkan kedaulatannya kepada wakil rakyat baik di legislatif dan eksekutif.Koordinator Divisi Sosialisasi dan Partisipasi Masyarakat Arif Santosa, dalam paparannya menjelaskan hirarkis KPU dari pusat sampai kedaerah. KPU RI memiliki tujuh orang anggota, KPU Provinsi lima orang anggota serta KPU Kab/Kota lima orang anggota. Pada kesempatan itu dia juga menjelaskan tentang pemilu, manfaat pemilu, sistem pemilu, sejarah pemilu, pemilih pemula, syarat-syarat menjadi pemilih serta peran masyarakat dalam meningkatkan partisipasi pada pemilu mendatang.Koordinator Divisi Teknis, Ilham Eka Putra mengingatkan bahwa pada Pemilu 2019 nanti pemilih akan menerima lima surat suara, presiden dan wakil presiden, DPD, DPR, DPRD provinsi serta DPRD kabupaten/kota. Dia berharap peserta kursus dapat menyampaikan informasi ini secara utuh kepada masyarakat dan mengajak mereka untuk menggunakan hak pilihnya pada 17 April 2019 nanti.Ditempat yang sama Koordinator Divisi Hukum Susi Kartika Wati, menghimbau kepada semua peserta kursus selalu bekerja sesuai koridor hukum dan peraturan perundang-undangan sehingga pemilu itu dapat menghasilkan pemilu yang berkualitas sehingga lahir pemimpin yang berkualitas.Sementara itu Koordinator Divisi Perencanaan dan Data Jonnedi, mengajak peserta kursus aktif terlibat dalam proses demokrasi yang sedang berjalan,tahapan Pemilu 2019. Saat ini penyelenggara tengah serius memutahirkan data pemilih. (kpu solok/ed diR)

Populer

Belum ada data.