Berita KPU Daerah

Sosialisasi Pemilih Pemula di Tiga SMAN di Kab Aceh Tamiang

Karang Baru, kpu.go.id - Semarak sosialisasi pemilih pemula melalui kegiatan Goes to School juga terasa di Kabupaten Aceh Tamiang. Komisi Independen Pemilihan (KIP) setempat menyambangi setidaknya 3 Sekolah Menengah Atas (SMA) yakni SMAN 1 Karang Baru, SMAN 1 Manyak Payed dan SMAN 4 Kejuruan Muda. Selama tiga hari (29-31 Oktober 2018) ketiga sekolah kedatangan para penyelenggara pemilu kompeten yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan pemilih pemula tentang pemilu, membangkitkan kesadaran memilih dan berpartisipasi di hari pemungutan suara nanti.Untuk Goes to School di SMAN 1 Karang Baru, hadir sebagai pemateri Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM, M Khuwailid serta Ketua Divisi Hukum dan Pengawasan M Alhamda. Nama kedua dalam paparannya kemudian mengajak agar siswa-siswi menjadi agen pemilih pemula.Dijelaskan olehnya bahwa pemilih pemula adalah mereka yang memasuki usia memilih yang akan menggunakan hak pilihnya untuk pertama kali. Dengan siklus pemilihan di Indonesia yang digelar setiap lima tahun sekali maka kisaran usia pemilih pemula adalah 17-21 tahun. “Rata-rata kelompok pemilih ini adalah mereka yang sedang menempuh pendidikan tinggi dan pekerja muda, atau dengan kata lain lulusan SMA,” ujar Alhamda.Sementara itu M Khuwailid menyampaikan kepada siswa-siswi bahwa lembaga pendidikan merupakan salah satu elemen strategis dalam melakukan pendidikan pemilih. Pertama, lembaga pendidikan tersebar diseluruh  daerah pararel dengan keberadaan KIP. Kedua pemilih di lembaga pendidikan memiliki karakteristik pendidikan solid. Ketiga jumlah pemilih di lembaga pendidikan sangat besar, yaitu pra pemilih dan pemilih pemula. “Kami berharap kepada siswa-siswi yang berhadir untuk menjadi pondasi pemilih kedepan,” tutupnya. (PPID-KIP Kabupaten Aceh Tamiang/ed diR)

Siswa SLB Mengikuti Sosialisasi dan Simulasi Pemilu

Bandar Lampung, kpu.go.id - Penyelenggara pemilu memberikan perhatian yang sama kepada semua pemilih. Tak terkecuali para penyandang disabilitas yang juga mendapat perhatian dari Komisi Pemilihan Umum (KPU). Di Kota Bandar Lampung, KPU setempat sampai menggelar sosialisasi sekaligus simulasi pemungutan suara kepada siswa-siswi Sekolah Luar Biasa (SLB) PKK Sukarame, Bandar Lampung, Rabu (31/10/2019).Peserta sosialisasi yang hadir sekitar 100 orang, mereka rata-rata telah berusia 17 tahun dan masuk penyandang disabilitas kategori B (keterbelakangan mental) dan kategori C (tuna rungu).Ketika Komisioner KPU Kota Bandar Lampung, Fadilasari, menanyakan, apakah para siswa sudah tahu akan ada pemilihan umum pada 17 April 2019 mendatang, hanya sedikit siswa yang mengetahuinya. Demikian pula ketika ditanya siapa calon presiden dan wakil presiden yang menjadi peserta pemilu, kebanyakan dari mereka belum bisa menjawab dengan benar.Fadilasari yang juga membawahi Divisi SDM, Partisipasi Masyarakat, dan Kampanye KPU Kota Bandar Lampung, lalu menjelaskan, bahwa penyandang disabilitas yang berusia 17-21 tahun atau yang belum pernah memilih, masuk kategori pemilih pemula. Untuk memperkuat penjelasannya diputar juga video siapa pemilih pemula itu. “Sebagai warga negara, adik-adik perlu menggunakan hak suara dalam pemilu mendatang. Kita akan memilih presiden dan wakil presiden, DPR RI, DPD, DPRD provinsi, dan DPRD Kota Bandar Lampung,” katanya.Kepala SLB PKK Sukarame, Endin mengungkapkan banyak siswa SLB yang sudah berusia diatas 17 tahun, belum memiliki Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el). Bahkan ada yang sudah berusia 20 tahun, juga belum memiliki kartu identitas dan belum pernah ikut dalam pemilu. “Setelah sosialisasi ini  kami akan berkordinasi dengan Disdukcapil, supaya dapat melakukan pendataan di sekolah kami,” katanya.Setelah penyampaian materi, tim KPU lalu mengadakan simulasi pemungutan suara di TPS, yang dipandu oleh staf KPU Kota Bandar Lampung.  Sebanyak tujuh siswa SLB berperan sebagai Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), dan lainnya bergantian menjadi pemilih.“Acara ini bermanfaat sekali. Selain belajar mencoblos di TPS, juga kita menjadi sadar suara warga negara itu sangat penting untuk kemajuan bangsa,” kata Jhonson, salah seorang siswa. Dia mengajak para teman-temannya penyandang disabilitas menggunakan hak pilih pada pemilu mendatang. “Usia saya 20 tahun. Pemilu nanti mau menggunakan hak suara,” katanya dengan terbata-bata. (kpu kota lampung/ed diR)

Santri Juga Harus Paham Pemilu

Bandar Lampung, kpu.go.id - Sosialisasi Pemilu 2019 terus dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bandar Lampung, untuk meningkatkan partisipasi masyarakat. Kali ini, sosialisasi dan pendidikan pemilih dilaksanakan di Pondok Pesantren Darul Falah, Batu Putu, Kecamatan Teluk Betung Barat, Selasa (30/10/2018).Kegiatan yang dikemas dalam acara “Halaqoh Demokrasi” itu menghadirkan Ketua Divisi SDM, Partisipasi Masyarakat dan Kampanye KPU Kota Bandar Lampung, Fadilasari serta sekretaris KPU Jainudin. Acara berlangsung yang dimulai dengan penampilan tim hadroh para santri dilanjutkan sambutan pengasuh pondok pesantren Darul Falah, Kiai Irmansyah.Yang bersangkutan menyambut baik acara ini dan mengingatkan para santrinya meski tidak berpolitik namun mereka tetap harus paham politik. “Karena kelak para santri akan berpartisipasi dalam memberikan suara pada pemilu mendatang. Silakan nanti para santri bebas saja memilih,” kata Kiai Irmansyah.Senada, Fadilasari mengajak para santri memaksimalkan kegiatan holaqoh ini untuk mengungkapkan pendapatnya tentang demokrasi dan hubungan dengan pemilu. Selain itu kegiatan ini dapat digunakan untuk membahas pentingnya pelaksanaan pemilu bagi negara yang menganut paham demokrasi.Perempuan yang akrab disapa Ila juga menuturkan, dahulu para pejuang bangsa kita, termasuk para kiai dan santrinya, harus mengorbankan jiwa raga demi kemerdekaan bangsa. Saat ini, yang perlu dilakukan dengan belajar dan bekerja baik, juga memilih pemimpin dan para wakil rakyat untuk melanjutkan roda pemerintahan. “Sama seperti pelajar SMU lainnya, santri yang berusia 17 hingga 21 tahun, yang belum pernah memilih adalah pemilih pemula,” tambah Ila.Salah seorang santri, Siti Khodijah mengatakan, dalam demokrasi kita bebas berpendapat dan menentukan pilihan. “Demokrasi juga menuntut kita berpartisipasi dalam pemerintahan, dengan memilih para wakil rakyat yang duduk di legislatif maupun eksekutif,” tutur dia.Halaqoh demokrasi itu diselingi dengan pemutaran film sejarah pemilu di Indonesia dari masa ke masa. Para santri tampak antusias menonton film dokumenter tersebut. Diakhir acara, beberapa santri diminta untuk berceramah di hadapan teman-temannya, tentang pentingnya menggunakan hak pilih. (kpu kota bandar lampung/ed diR)

Sosialisasi Pemilih Milenial di SMA Gianyar dan Blahbatuh

Gianyar, kpu.go.id - Menyasar pemilih milenial di Kabupaten Gianyar, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Gianyar menggelar Sosialisasi Pemilihan Umum Tahun 2019 di SMA Negeri 1 Gianyar dan SMA Negeri 1 Blahbatuh 29-30 Oktober 2018. Sosialisasi di SMA Negeri 1 Gianyar digelar usai melaksanakan Upacara Peringatan Hari Sumpah pemuda, sementara untuk SMA Negeri 1 Blahbatuh digelar sehari kemudian. Hadir dalam dua kegiatan sosialisasi ini Anggota KPU Gianyar Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih dan Partisipasi Masyarakat I Komang Endra Gunawan sejumlah staf Sekretariat KPU Gianyar dan para guru. Di hadapan ratusan siswa Endra mengajak mereka untuk ikut terlibat dalam pelaksanaan pemilu. Tidak hanya pada hari pemungutan suara tapi juga disetiap tahapan dan program yang ada. Adapun syarat untuk menjadi pemilih menurut Endra adalah warga negara Indonesia, berusia 17 tahun atau sudah menikah, memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) Elektronik dan terdaftar sebagai pemilih. "Bagi mereka yang tidak terdaftar sebagai pemilih, namun memiliki KTP Elektronik masih bisa menggunakan hak pilihnya, yakni memilih di tempat pemungutan suara (TPS) sesuai alamat yang tertera di KTP," tuturnya.Endra sebelumnya juga menjelaskan latar belakang diadakannya sosialisasi ke sekolah-sekolah ini adalah mendorong peran aktif siswa yang pada akhirnya meningkatkan angka partisipasi pemilih. Pada kegiatan sosialisasi ini para siswa juga mereka diajak langsung memperagakan bagaimana proses pemungutan suara berlangsung di TPS, tata cara menggunakan hak pilihnya dengan benar, sehingga tidak terjadi kesalahan yang mengakibatkan suara menjadi tidak sah. Endra memastikan kegiatan semacam ini akan terus dilakukan terutama menyasar pemilih pemula ini yang ada disekolah di kecamatan yang lain, seperti SMA Negeri Tampaksiring 31 Oktober 2018 dan SMA Negeri Tegalalang pada tanggal 1 November 2018. (kr/ed diR)

1.688 Bilik Suara Tiba di KPU Takalar

Pattallassang, kpu.go.id - Usai melalui tahap produksi akhir September 2018 lalu, logistik Pemilu 2019 berupa bilik suara akhirnya tiba di Kabupaten Takalar Senin (30/10/2018) pagi. Bilik berbahan karton selanjutnya tersimpan rapi di Kantor KPU Takalar Jalan Malontarang Dg Maro. Total ada 1.688 bilik yang diterima langsung Ketua KPU Takalar Muh Darwis didampingi oleh sekretaris, kasubag umum dan beberapa staf KPU Kabupaten Takalar. Turut hadir kepolisian dan panwas.Ditemui usai serah terima bilik suara, Darwis mengaku bersyukur karena salah satu logistik yang akan digunakan untuk pemilu ini datang lebih cepat dari waktu yang ditentukan. Dia pun berharap agar logistik pemilu lainnya bisa datang tepat waktu sehingga pihaknya bisa memiliki lebih banyak waktu untuk mengatur dan mendistribusikannya kemudian. "Karena logistik yang tiba tepat waktu merupakan indikator suksesnya pemilu," tutur Darwis. (kpu takalar/ed diR)

Segarkan Semangat Kerja Melalui Peringatan Sumpah Pemuda

Semarapura, kpu.go.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Klungkung memperingati Hari Sumpah Pemuda dengan menggelar upacara di Halaman Depan Kantor KPU Klungkung Senin (29/10/2018).Upacara menindaklanjuti Surat Edaran (SE) KPU RI, tentang pelaksanaan Upacara Bendera dalam rangka Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-90. Bertindak selaku inspektur upacara Anggota KPU Klungkung Divisi SDM dan Parmas Ida Bagus Nyoman Barwata dan pemimpin upacara Kasubag Teknis I Nyoman Twina Oka.Dalam sambutannya Ida Bagus Nyoman Barwata berpesan agar peringatan sumpah pemuda menjadi penyemangat jajaran KPU Kabupaten Klungkung dalam bertugas. Dengan jiwa dan raga yang harus selalu muda dalam berinovasi dan berkarya guna menyongsong Pemilu 2019.Sumpah Pemuda menurut Barwata juga sebagai tonggak persatuan dan kesatuan dan saling menghormati dalam keberagaman untuk nusa dan bangsa. Menurut dia banyaknya suku, agama dan budaya di Indonesia telah menjadi warna tersendiri demi menyatukan dan menjungjung nilai seni yang paling tinggi.Barwata juga ingin jajaran di KPU Klungkung terus berkarya, bekerja serta mengabdi guna meningkatan demokrasi di daerah maupun ditingkat nasional. “Jangan berkecil hati walau dengan fasilitas dan sarana yang kita miliki saat ini sangat terbatas baik kantor, SDM dan sarana lainnya namun tunjukkan bahwa kita berkualitas dan mempunyai kreativitas tinggi,” kata Barwata. (putras/ed diR)

Populer

Belum ada data.