Berita KPU Daerah

25 Relasi Kab Pinrang Siap Bertugas

Pinrang, kpu.go.id - Sebanyak 25 orang Relawan Demokrasi (Relasi) Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pinrang resmi dikukuhkan pada Sabtu (14/4/2018). Kegiatan dipimpin langsung Ketua KPU Kab Pinrang Mansyur Hendrik didampingi Anggota KPU Divisi SDM dan Parmas Rustan Bedmantserta Anggota KPU Divisi Tekhnis Hasbar.Acara pengukuhan diawali dengan menyanyikan lagu Kebangsaan Indonesia Raya dan dilanjutkan sambutan. Dalam sambutannya Mansyur Hendrik berharap agar Relasi dapat bekerja optimal untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dengan mengajak mereka datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) 27 Juni mendatang.“Relawan demokrasi kita harapkan membangun kepercayaan publik terhadap pemilu. Yang (dulu berpikiran) pemilu penuh dengan kecurangan kita perlu luruskan, serta bagaimana membangkitkan kepercayaan masyarakat terhadap pilkada serentak,” ujar Mansyur di Media Center KPU Kabupaten Pinrang.Usai sambutan, acara dilanjutkan dengan penyematan kartu identitas kepada 25 orang Relasi dan dilanjutkan pembacaan pakta integritas Relasi oleh ketua KPU Kabupaten pinrang dan diikuti oleh para peserta. Adapun tujuan acara pengukuhan untuk memberikan kekuatan hukum kepada Relasiselama bertugas dengan selalu mengutamakan peningkatan partisipasi masyarakat. (kpu kab pinrang/ed diR)

Tingkatkan Partisipasi Pilkada Kota Padang dengan Sosialisasi

Padang, kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Padang menargetkan angka partisipasi pada Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Kota Padang mencapai 70 persen. Hal ini di ungkapkan Ketua KPU Kota Padang M Sawati disela-sela kegiatan Gerak Jalan Sehat menuju Pilkada serentak 2018, di Halaman Kantor Gubenur Sumatera Barat Sabtu (13/4/2018). Pada Pilkada Kota Padang 2013 lalu angka partispasi pemilih hanya mencapai 52,76 persen dengan 10 pasangan calon atau yang terbanyak di Indonesia. “Untuk Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Padang 2018 ini KPU Kota Padang menargetkan tingkat partisipasi pemilih di angka 70 persen dengan dua pasangan calon,” ujar Sawati.Untuk mencapai target tersebut, kegiatan Gerak Jalan Sehat ini jadi bagian strategi. Dengan sosialisasi yang masif dia meyakini akan berkorelasi dengan meningkatnya angka partisipasi.Selain itu keterlibatan pasangan calon menurut Sawati juga dapat membantu meningkatkan kesadaran masyarakat untuk hadir ke Tempat Pemungutan Suara (TPS). “Semoga tidak di saat masa kampanye saja paslon melakukan sosialisasi pilkada ini,” tambah dia.Kegiatan Gerak Jalan Sehat sendiri berlangsung aman dan sukses. Terlihat dari antusiasnya masyarakat Kota Padang ikut dalam kegiatan yang juga diisi dengan pembagian hadiah seperti dari sepeda motor, sepeda, kulkas, mesin cuci dan lain sebagainya. (romel/ed diR)

KPU Kabupaten Soppeng Kukuhkan 25 Relasi

Watansoppeng, kpu.go.id - Setelah melewati tahapan seleksi administrasi berkas dan wawancara, akhirnya 25 Relawan Demokrasi (Relasi) dikukuhkan. Proses pengukuhan berlangsung di Aula Kantor KPU Kabupaten Soppeng Jumat (13/4/2018). Pembacaan naskah pengukuhan dilakukan Anggota KPU Divisi SDM dan Partisipasi Masyarakat, Marwis.Setelah dikukuhkan, perwakilan Relasi secara simbolis menerima Surat Keputusan (SK) dan menandatangani pakta integritas. Dilanjutkan dengan sambutan oleh Marwis yang mengingatkan tugas utama Relasi adalah membantu KPU Kabupaten Soppeng menyosialisasikan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Provinsi Sulawesi Selatan 2018, khususnya kepada komunitas masing-masing.Marwis berpesan agar Relasi bekerja dengan keikhlasan, mengingat honorarium yang diberikan hanyalah untuk mengganti uang transport. “Jadi, bisa dianggap Relasi benar-benar relawan yang bersedia dengan penuh keikhlasan membantu KPU untuk menyukseskan Pilgub Sulsel 2018,” kata Marwis.Acara dilanjutkan dengan pengarahan umum oleh Komisioner Abdul Rasyid, dan Asniati Muinyang memaparkan tahapan pemilu secara keseluruhan baik dari sisi hukum dan sisi teknis penyelenggara. Acara pengukuhan selesai pada pukul 16.00 WITA diakhiri dengan foto bersama. (teknishupmassoppeng/darma/ed diR)

Paslon Kotamobagu Hadiri Pembekalan Anti Korupsi

Kotamobagu, kpu.go.id - Pasangan calon (paslon) Pilkada 2018 di enam kabupaten/kota se-Sulawesi Utara (Sulut) mengikuti acara “Pembekalan Anti Korupsi dan Deklarasi LHKPN” di Mapolda Sulut, Kamis (12/4/2018). Kegiatan yang turut dihadiri Komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Laode M Syarif bertujuan membekali para paslon untuk menghindarkan diri dari praktek korupsi yang rentan terjadi dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah.“Selain itu pimpinan KPK juga mengajak paslon untuk menjadi agen pemberantasan korupsi,” ujar Anggota KPU Kota Kotamobagu Asep Sabar yang datang mendampingi Ketua KPU Kota Kotamobagu Nova Tamon serta Ridwan Kalauw.Dalam paparannya Laode sendiri menekan soal enam poin modus korupsi yang kerap terjadi dan harus menjadi perhatian paslon ketika terpilih. Pertama terkait SPPD fiktif, kedua program fiktif, ketiga kebocoran APBN atau APBD, keempat perijinan, kelima DPRD yang menyandera eksekutif dengan target mendapatkan proyek dan keenam pengelolaan pendapatan asli daerah (PAD).Menurut Laode, dibeberapa kasus, KPK juga menemukan bukti pajak yang seharusnya dibayarkan, namun dijadikan tips kepada oknum aparat tertentu. KPK mengapresiasi pemerintah dibeberapa daerah yang menerapkan aplikasi diberbagai program pelayanan publik. “Hanya saja lagi-lagi yang terjadi ada permainan oknum warga dengan oknum aparat yang bertugas meng-klik aplikasi. Padahal aplikasinya sudah cukup baik dalam rangka menghindari praktek-praktek kolusi dan sebagainya, tapi realita di lapangan tidak sebaik aplikasinya,” kata Laode.Terkait dengan banyaknya oknum aparatur yang terlibat praktek-praktek korupsi maupun kolusi, Laode meminta kesejahteraan mereka untuk diperhatikan. “Intinya tetap berpedoman pada tunjangan berbasis kinerja,” kata Laode.Secara khusus Laode berharap agar sedari awal paslon tidak memulai potensi korupsi dengan melakukan praktek politik uang (money politics). Menurut dia paslon yang melakukan politik uang, adalah mereka tidak percaya pada kemampuan sendiri, sehingga harus menyogok rakyat untuk memilihnya. “Padahal belum tentunya juga. Rakyat sekarang cerdas, bisa saja mereka ambil uangnya dan jangan pilih orangnya. Jika itu yang terjadi, begitu terpilih mereka pasti akan mencari akal untuk mengembalikan modal tersebut, dengan konsekuensi anggaran daerah yang sebenarnya buat pembangunan dikorup,”lanjut Laode.Berdasarkan hasil penelitian KPK, biaya untuk ikut dalam pilkada memang tidak kecil. Rata-rata paslon membutuhkan dana hingga Rp50 Miliar untuk ikut dalam pilkada kab/kota dan Rp100 Miliar untuk tingkat provinsi. “Yang pasti hanya orang-orang yang punya kemampuan dan beranilah bertarung tanpa melakukan politik uang,”tambah Laode.Usai pembekalan, dilakukan Deklarasi Laporan Hasil Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN) oleh para paslon dari enam kabupaten/kota se-Sulut, termasuk dari Kota Kotamobagu. Dari empat orang yang maju dalam Pilkada Kota Kotamobagu, Tatong Bara tercatat sebagai calon dengan jumlah kekayaan tertinggi yakni Rp9,4 Miliar, sementara Nayodo Koerniawan calon dengan kekayaan terkecil yakni Rp718 juta. Calon lainnya Jainudin Damopolii memiliki kekayaan Rp4,2 Miliar dan Suharjo Makalalag sebesar Rp1,142 Miliar.Turut hadir dalam acara tersebut Irjen Kementerian Dalam Negeri, Kapolda Sulut, Wakajati Sulut, KPU Sulut dan Bawaslu Sulut. (kpu kota kotamobagu/ed diR)

Rekapitulasi DPSHP Masuk Tingkat Kecamatan di Banyumas

Purwokerto, kpu.go.id - Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) di Kabupaten Banyumas menggelar Rapat Pleno Terbuka penetapan hasil rekapitulasi Daftar Pemilih Sementara Hasil Perbaikan (DPSHP) Kamis (12/4/2018). Rapat yang digelar oleh PPK masing-masing ini turut dihadiri anggota Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan, Panitia Pengawas Kecamatan, Panitia Pemungutan Suara (PPS) serta tim kampanye pasangan calon peserta Pilkada 2018.Seperti yang terlihat di Kecamatan Wangon, rapat pleno rekapitulasi berjalan lancar dengan diawali pembacaan DPSHP hasil penyerahan dari PPS oleh Ketua PPK Wangon, Suroso. Dilanjutkan dengan sesi tanggapan dari baik berupa perbaikan maupun masukan.Anggota KPU Kabupaten Banyumas Waslam Makhsid, menyampaikan, rekapitulasi DPSHP oleh PPK nantinya akan diserahkan ke tingkat kabupaten untuk kembali direkap. Oleh KPU Kabupaten Banyumas rekapitulasi tersebut akan dibahas dalam Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi DPSHP dan Penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang rencananya akan digelar pada Rabu (18/4) mendatang. “Di rapat pleno tersebut kami akan menetapkan DPT Pilkada Serentak Tahun 2018,” ujar Waslam. (rfk/ed diR)

15 Bendera Parpol Berkibar di KPU Sumbar

Padang, kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) mengibarkan 15 bendera partai politik peserta Pemilu 2019. Pengibaran dilakukan di Halaman Kantor KPU Sumbar Kamis (12/4/2018) siang. Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua KPU Sumbar Amnasmen,didampingi anggota KPU Sumbar Mufti Syarfie serta Anggota Bawaslu Sumbar Fifner.Dalam keterangannya Amnasmen mengatakan pengibaran lima belas bendera parpol peserta pemilu bagian dari tahapan dan sosialisasi Pemilu 2019 yang tahapannya telah berjalan. Dengan pengibaran bendera ditengah cuaca cerah ini menandakan kesiapan penyelenggara, peserta dan masyarakat menyongsong pemilu damai yang pemungutan suaranya akan digelar 17 April 2019. “Lima belas petinggi partai politik tingkat provinsi secara serentak menaikan bendera parpolnya masing-masing ditengah cuaca yang cerah,” ujar Amnasmen.Amnasmen mengatakan, pengibaran bendera untuk sementara baru dilakukan untuk 15 partai politik yang telah ditetapkan oleh KPU. Adapun satu partai lain, yakni Partai Keadilan dan Persatuan (PKP) Indonesia yang baru menang gugatan di PTUN Jakarta menunggu pengumuman resmi KPU. “KPU Sumbar masih menunggu keputusan KPU RI,” tutup Amnasmen. (romel/ed diR) 

Populer

Belum ada data.