Padang, kpu.go.id - Kebutuhan Anggaran logistik untuk pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 mulai dipersiapkan sejak dini. Komisi Pemilihan Umum (KPU) sendiri menentukan jumlah logistik sesuai dengan jumlah pemetaan data dari seluruh KPU kab/kota.“Kotak dan bilik perhitungannya pada pileg dan pilpres jumlah menjadi 5 (pileg 4, pilpres 1), jumlah kotak PPK 11 (rekap). Bilik 4 buah per TPS, tinta 2 buah per TPS ukuran 40 cc/botol, segel untuk KPU provinsi 4 buah, KPU kab/kota 18 per TPS. Semua perhitungan harus memiliki dasar peraturan KPU dan kebutuhan KPU. Hologram 12 buah/TPS, Presiden 3 buah /TPS. Alat coblos 4 buah/TPS,” ujar Kepala Biro Logistik KPU RI Purwoto Ruslan Hidayat saat mengisi bimbingan teknis (bimtek) Perencanaan Kebutuhan Anggaran Logistik Pemilu Legislatif dan pemilihan Presiden dan Wakil Presiden Pemilu 2019 yang digelar KPU Sumatera Barat (Sumbar), di Hotel Mercure Padang Kamis (5/4/2018).Bimtek dihadiri Anggota KPU Sumbar Divisi Logitik, Fikon Dt Sati, Mufti Syarfie, Sekretaris KPU Sumbar Firman, Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbar Eliyusman, Anggota KPU kab/kota serta Kasubag Umum KPU kab/kota Sumbar.Purwanto melanjutkan pada H-7 pemungutan suara, KPU akan berkordinasi dengan instansi terkait seperti BMKG serta Dinas Perhubungan untuk melihat kondisi alam yang sekiranya mempengaruhi distribusi logistik. “Bisa dikontak ke KPU RI untuk mendistribusikan logsitik melalui helikopter atau pesawat udara. Nanti dibagi 4 based seluruh Indonesia, biayanya didukung oleh KPU RI,” lanjut Purwoto.Sementara itu Fikon Dt Sati mengingatkan bahwa 2018 dan 2019 adalah tahun politik yang tantangannya cukup besar. Pada 2018 di Sumbar akan menyelenggarakan pilkada di empat kota, disaat bersamaan masuk tahap pengelolaan logistik untuk Pemilu2019. “Anggaran logistik ini penting karena akan berdampak dalam pengelolaan logistik. Mudah-mudahan kegiatan kita lancar dari awal sampai akhir dan bisa menciptakan anggaran logistik yang baik bagi KPU se Sumbar,” ungkap Fikon.Ditempat yang sama, Eliyusman mengatakan sharing informasi terkait pengadaan, perencanaan , distribusi logistik di Provinsi Sumbar penting dilakukan. Pada 2008 anggaran logistik bisa diefisiensi Rp11 Miliar. “Pengadaan logistik waktu itu saya pecah menjadi 27 bagian dan saya ingat itu paling kecil adalah mur atau baut,” kata pria yang sempat menjabat sebagai Kepala Bagian Umum (Kabag) di KPU Sumbar.“Saya ingatkan kita tidak apa-apa melanggar aturan pusat asalkan tidak bertentangan. waktu itu saya membagi menjadi 27 paket dengan tetap melelangkan setiap paket, dan tetap untuk membantu pengusaha-pengusaha kecil. Saya harap KPU sekarang bisa WTP,” tutup Eliyusman.(Romel/ed diR)