Berita KPU Daerah

KPU Banyumas Pastikan Aksesibilitas TPS Kelompok Disabilitas

Purwokerto, kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Banyumas menyosialisasikan tahapan Pemilu 2019 kepada 50 penyandang disabilitas Yayasan Lembaga Perlindungan Anak dan Hukum Purwokerto, Kamis (13/12/2018) siang.Kegiatan yang digelar di Rumah Pewarta Kuncup Mas ini sekaligus memberikan pendidikan pemilih agar mereka paham dan tergerak keinginannya untuk aktif dalam setiap proses pemilu.Anggota KPU Kabupaten Banyumas Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, SDM dan Parmas, Yasum Surya Mentari mengatakan, penyandang disabilitas menjadi salah satu segmen yang mendapat perhatian utama pihaknya di setiap penyelenggaraan pemilu. Kelompok ini menurut dia punya hak yang sama dan turut menentukan sukses tidaknya pesta demokrasi. “Apapun kondisinya, KPU Banyumas akan melayani agar Bapak dan Ibu bisa mencoblos,” ujar Surya.Surya mengatakan, perhatian KPU Banyumas kepada penyandang disabilitas juga dilakukan dengan meminta anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) membuat Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang representatif dan aksesibel. Selain itu, penyelenggara juga memastikan ketersediaan fasilitas template untuk mencoblos surat suara. “Hanya saja, template itu hanya sebatas untuk surat suara pemilihan presiden dan wakil presiden serta surat suara pemilihan calon anggota DPD. Sementara surat suara pemilihan anggota DPR RI, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota tidak disediakan,” tambah Surya.Untuk mengakomodir pemilihan yang tidak menyediakan template, Surya melanjutkan bahwa penyandang disabilitas bisa membawa seorang pendamping ke TPS, yang disyaratkan hanya orang yang dipercaya oleh pemilih. “Sedangkan jika tidak ada pendamping, maka salah satu anggota KPPS dapat mendampingi pemilih tersebut,” kata Surya. (rfk/ed diR)

Semua Pihak Berperan Sukseskan Logistik Pemilu

Buktinggi, kpu.go.id - Logistik jadi salah satu elemen penting dalam menentukan kesuksesan pemilu. Logistik yang tepat jumlah, tepat waktu serta tepat sasaran turut menentukan lancar tidaknya proses demokrasi yang akan berlangsung. Ketua KPU Sumatera Barat (Sumbar) Amnasmen menekankan pentingnya  logistik ini saat membuka Rapat Koordinasi Distribusi Logistik Pemilu 2019 bersama pemangku kepentingan di Sumbar, Rabu (12/12/2018).Amnasmen dalam kesempatan itu juga mengingatkan pentingnya distribusi yang harus dilakukan sesuai standar operasional prosedur (SOP) guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. "Kawan-kawan KPU kab/kota juga harus petakan wilayah yang menjadi prioritas saat memulai distribusi, termasuk moda transportasi yang akan digunakan,” lanjut Amnasmen.Amnasmen menambahkan, kesuksesan logistik juga turut dipengaruhi dukungan dari semua pihak. Oleh karena itu dia berharap kerjasama dari semua pemangku kepentingan (baik dari pemerintah daerah dan kepolisian) untuk membantu melancarkan proses distribusi logistik ini. . Selain Amnasmen, turut hadir dalam kegiatan inj Anggota KPU Sumbar Yanuk Sri Mulyani, Izwaryani, Nova Indra dan Gebril Daulai. Juga diundang Kabag Ops Polda Sumbar, Ketua KPU kab/kota dan kasubag umum serta operator silog KPU di Sumbar. (romelt/ed diR)

Tetap Bekerja Meski Berkantor di Tenda

Mamasa, kpu.go.id - Bencana gempa bumi yang melanda Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar) telah mengakibatkan kerusakan pada kantor dan gudang milik Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat. Alhasil, untuk memastikan proses pelayanan dan kerja kepemiluan tetap berlangsung, KPU Kab Mamasa pun terpaksa bekerja didalam tenda yang dikirimkan oleh KPU RI.Tenda besar berukuran 6x12 meter tersebut diserahkan langsung KPU RI melalui KPU Sulbar di Halaman Kantor KPU Mamasa, Selasa 11 Desember2018. Hadir dalam penyerahan bantuan tenda Komisioner KPU Mamasa, Wakil Bupati Mamasa Marthinus Tiranda dan wakil bupati Mamasa.Anggota KPU Sulbar, Divisi Hukum dan Pengawasan Farhanuddin ditemui Rabu (12/12/2018) mengatakan penyerahan dua tenda besar dari KPU RI melalui KPU Sulbar dilakukan untuk memastikan kegiatan dan tahapan kepemiluan tetap berjalan di Kab Mamasa. Menurut dia, tenda berbahan polyester diharapkan dapat lebih nyaman digunakan ketimbang berbahan plastik terpal. “Tenda dari pusat ini menjadi kantor darurat yang lebih representatif dibanding tenda terpal plastik yang selama ini ditempati,” kata Farhanuddin yang juga koordinator wilayah Mamasa.Sementara itu Ketua KPU Mamasa, Joni Rambulangi berterimakasih atas perhatian dan bantuan tenda yang diberikan KPU RI. Menurut dia bantuan tenda memang sangat dibutuhkan untuk mendukung operasional sehari-hari.“Bantuan tenda ini tentu sangat kami butuhkan. Satu tenda akan kami gunakan berkantor, satu tenda lagi untuk persiapan penyimpanan logistik,” ucap Joni.Sementara itu berdasarkan data dari Balai Besar Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar, hingga Selasa 11 Desember 2018lalu, gempa sebanyak 985 kali masih terjadi di Mamasa. Kepala Sub Bagian Data dan Anggaran KPU Mamasa, Yenny L Buntuarruan mengimbau agar KPU mengantisipasi hal ini terutama dalam mendata pemilih yang kemungkinan berpindah tempat akibat gempa disejumlah lokasi pengungsian. “Penyelesaian rekap daftar pemilih kami kerjakan di tenda, kemudian pleno DPT pernah digelar di Kompleks Bandara Sumarorong, menjauhi titik gempa," ungkap Yenny. (kpu sulbar-mamasa/ed diR)

Silaturahmi Bersama Wartawan, KPU Binjai Siap Sukseskan Pemilu 2019

Binjai, kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Binjai menggelar pertemuan dengan sahabat media, Rabu (12/12/2018). Jumpa dengan jurnalis ini bagian dari sosialisasi tahapan Pemilu 2019 penyelenggara pemilu kepada para stakeholder kepemiluan. Hadir Komisoner KPU Binjai Risno Fiardi, Ketua PWI Binjai Najelian Tanjung, sejumlah wartawan media cetak, elektronik dan online di Kota Binjai.Mengawali kegiatan, Robby menjelaskan kepada para jurnalis tahapan penyelenggaraan pemilu yang telah berlangsung. Yang terakhir telah berlangsung validasi surat suara, 4-5 Desember 2018 silam di Jakarta. Total ada 386 nama calon legislatif (caleg) yang telah divalidasi. “Semuanya telah sesuai dengan SK Daftar Calon Tetap (DCT) KPU Binjai,” ujarnya.Diluar kegiatan tahapan, KPU Binjai menurut Robby juga telah menggelar lima kali Kursus Kepemiluan dalam rentang Oktober-Desember 2018. Selain itu juga telah digelar sosialisasi melalui kegiatan KPU Goes to Campus (KGTC) dan KPU Goes to School (KGTS), sosialisasi untuk segmen pemilih perempuan, pemula dan disabilitas. “KPU Binjai telah menggelar sosialisasi ke forum warga berbasis keluarga serta sosialisasi ke ormas/OKP dan media massa,” papar Robby.Robby kembali mengungkapkan kesiapan logistik pemilu di KPU Binjai, dengan telah diterimanya kotak, bilik, segel dan tinta dari KPU RI. Jumlah yang terima antara lain kotak 3627 buah, (kurang 18), bilik 2.620 (kurang 232), tinta 1.352 (kurang 74) dan segel 70.514. “Kekurangan telah dilaporkan ke KPU RI dan sedang dalam pengiriman ke Binjai,” jelasnya.Sementara itu KPU Binjai juga telah menetapkan Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan Kedua (DPTHP2) sebanyak 190.946 orang. Pemilih sebanyak itu tersebar di 713 TPS. Dengan rincian Binjai Utara 57.432 orang, Binjai Timur 38.464 orang, Binjai Selatan 37.739 orang, Binjai Barat 34.522 orang dan Binjai Kota 22.789 orang.Upaya lain sebagai bagian sukses, lancar dan amannya pelaksanaan Pemilu 2019 di Kota Binjai, penyelenggara pemilu juga telah telah melakukan koordinasi dengan beraudiensi dengan Kapolres Binjai, Kepala PN Binjai, Dandim 02/03 Langkat, Kajari Binjai dan Walikota Binjai.Dikesempatan selanjutnya Najelian Tanjung berharap KPU Binjai tetap bekerja mengedepankan asas transparan dan profesional.  “Kami berharap KPU Binjai dengan komisoner yang baru dilantik ini lebih sinkron dan bermitra dengan media,” tutup dia. (kpu kota binjai/ed diR)

Penyelenggara Teguh Pegang Integritas

Padang, kpu.go.id - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) Amnasmen, hadir pada kegiatan Kursus Kepemiluan yang digelar KPU Kota Padang Panjang Selasa (11/12/2018).Mengenakan batik cokelat, pria berkacamata ini kemudian membekali 64 peserta kursus untuk siap terjun sebagai penyelenggara pemilu dikemudian hari. Satu pesan penting yang disampaikan oleh Amnasmen adalah menjadi penyelenggara pemilu harus teguh menjaga integritas dan netralitas. “Saya tidak ingin mendengar nanti ada anggota KPPS yang berpihak kepada salah satu peserta pemilu. Jika nanti ada yang terindikasi saya perintah kan untuk langsung diberhentikan,” ujar Amnasmen.Sebelumnya Amnasmen menjelaskan tentang aturan kepemiluan, tahapan pemilu yang sudah berjalan, tahapan kampanye dan tahapan logistik yang sedang berlangsung. Dia juga mengenalkan jenis dan fungsi logistik yang akan digunakan di TPS (kotak dan bilik), sekaligus memperagakannya.Di kesempatan itu, dia juga mengenalkan surat suara untuk pemilihan DPRD kabupaten/kota dengan ukuran 51 cm x 82 cm dan maksimal memuat 14 calon. Adapun yang termuat dalam surat suara tersebut nomor urut parpol, logo parpol, nama parpol, nomor urut caleg dan nama caleg.Sementara itu mantan Anggota KPU Sumbar Mufti Syarfie memberikan pemahaman nilai demokrasi dan nilai kepemiluan. Pemilu menurut dia adalah sarana penyerahan kedaulatan rakyat kepada pejabat atau lembaga negara yang selanjutnya bertanggung jawab tentang nasib rakyat.Mufti juga menerangkan dengan bahasa yang sederhana tentang prinsip demokrasi dan sistem pemilu sekaligus mensimulasikan cara penghitungan suara dengan metode sainte lague di Pemilu 2019. "Ini adalah konsekuensi sistem pluralitas,” terang dia. (tekhupmas SB_Zz/ed diR)

Sosialisasi Pemilu di Perkampungan Nelayan

Bandar Lampung, kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bandar Lampung terus menggencarkan kegiatan sosialisasi dan pendidikan pemilih jelang pemilu 2019. Sosialisasi terakhir digelar di Perkampungan Nelayan di Kelurahan Panjang Selatan, Kecamatan Panjang, Bandar Lampung, Selasa (11/12/2018).Acara bertajuk  “Forum Warga Berbasis Keluarga” diikuti para nelayan dengan antusias. Mereka mendengarkan informasi kepemiluan dari Komisioner KPU Kota Bandar Lampung Divisi SDM, Partisipasi Masyarakat dan Kampanye, Fadilasari dan Kasubbag Teknis, Badarudin Amir. Keduanya menjelaskan seputar informasi pemilihan, mulai dari kapan pelaksanaan pemilu, siapa saja peserta pemilu, dan bagaimana kita menjadi pemilih cerdas.Fadilasari mengungkapkan, di Bandar Lampung, tingkat partisipasi pemilih laki-laki selalu lebih rendah dari para perempuan. Padahal jumlah pemilih laki-laki dalam daftar pemilih disetiap pemilu selalu lebih tinggi dari perempuan. Dia pun mempertanyakan hal itu bisa terjadi.Herman, salah seorang ketua kelompok nelayan mengungkapkan enggannya para nelayan mencoblos dikarenakan rutinitas mereka yang baru selesai melaut pada pagi hari. Setelahnya mereka pun beristirahat. “Ketika bangun pada pukul 13.00 siang, Tempat Pemungutan Suara (TPS) sudah tutup,” katanya.Dia pun mengeluhkan banyak jumlah calon legislatif (caleg) yang membuat masyarakat bingung menentukan pilihan, dan harus menjadi lebih lama saat memilih di bilik suara.Menanggapi hal tersebut, Fadilasari menyarankan agar nelayan datang ke TPS sebelum beristirahat pasca melaut. “Mulai jam 7 pagi TPS sudah buka, jadi sebaiknya datang ke TPS lebih dahulu, daripada datang di siang hari dan TPS sudah tutup,” katanya.Adapun keluhan banyaknya jumlah caleg, Fadilasari menyarankan masyarakat untuk kenal dan tahu latar belakang calon sebelum hari pemungutan suara. (kpu bandar lampung/ed diR)

Populer

Belum ada data.