Berita KPU Daerah

Hak Sama Pemilih Disabilitas

Sarilamak, kpu.go.id - Dalam rangka memperingati Hari Disabiltas Internasional, 3 Desember 2018, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lima Puluh Kota bersama Dinas Sosial dan Pemerintahan Daerah setempat memberikan sosialisasi dan pendidikan pemilih kepada para penyandang disabilitas yang ada di Kab Lima Puluh Kota di Aula Politani Negeri Payakumbuh, Minggu (9/12/2018).Kegiatan yang menghadirkan Anggota KPU Lima Puluh Kota Arwantri sebagai pemateri mendapat apresiasi positif. Peserta mendapatkan informasi yang cukup tentang pentingnya menggunakan hak pilihnya nanti. Karena pemilih dari kelompok disabilitas memiliki hak yang sama untuk menentukan pemimpin dan arah perjalanan bangsa lima tahun kedepan. “Karena juga memiliki hak pilih yang sama dan kesempatan sama untuk menyampaikannya di 17 April 2019,” ujar Arwantri.Arwantri juga memastikan perhatian penyelenggara pemilu menyiapkan Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang ramah disabilitas. Sehingga mampu memberikan kenyamanan dan ketenangan bagi pemilih disabilitas.Pada kegiatan ini stand KPU juga ramai dikunjungi, peserta dapat langsung memeriksa hak pilihnya dan melakukan perekaman KTP Elektronik (KTP-el) jika belum terdaftar. Dukcapil sendiri pada kesempatan itu merekam 24 orang dan mencetak 50 KTP-el. (kpu lima puluh kota/ed diR)

Pemilih Lutra Tambah 6 Ribuan Orang

Masamba, kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Luwu Utara (Lutra) pada Minggu (9/12/2018) menggelar Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi dan Penetapan Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan Kedua (DPTHP2) tingkat Kabupaten Luwu Utara di Aula Hotel Bukit Indah Masamba.Rapat yang dipimpin langsung Ketua KPU Lutra, Syamsul Bachri didampingi jajaran menetapkan pemilih sebanyak 216.147 orang, terdiri dari 107.960 pemilih laki laki dan 108.187 pemilih perempuan. Mereka tersebar di 173 desa/kelurahan dan 987 TPS.Komisioner KPU Lutra Divisi Perencanaan, Data dan Informasi Supriadi mengatakan bahwa penambahan pemilih sekitar 6 ribuan orang dibandingkan dengan penetapan DPTHP2 pada 15 November 2018 lalu. Penambahan jumlah pemilih ini menurut dia dikarenakan adanya perekaman baru yang dilakukan oleh Dukcapil pasca penetapan DPTHP2 sebelumnya.Perlu diketahui jumlah DPTHP2 sebelumnya yang ditetapkan KPU Lutra sebanyak 210.013 pemilih dengan rincian 104.825 pemilih laki-laki dan 105.188 pemilih perempuan. Mereka tersebar di 12 kecamatan yang ada di Kab Lutra. “Kami sampaikan terima kasih kepada teman-teman PPK, PPS yang sudah bekerja keras siang dan malam untuk terus melakukan perbaikan data pemilih,” tutup Supriadi.Hadir dalam kegiatan ini Kepala Kejaksaan Negeri Luwu Utara Indawan Kuswandi, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil),Perwira Penghubung (Pabung) Kodim 1403 Sawerigading, Mayor CBA Sengke, Anggota Bawaslu Ibrahim Umar, perwakilan partai politik pesertapemilu, tim pemenangan capres dan cawapres,ketua dan anggota PPK, serta panwascam se-Kabupaten Lutra. (ramadhan iqbal/ed diR)

Dorong Bhayangkari Jadi Mitra Pendidikan Pemilih Perempuan

Masamba, kpu.go.id – Meningkatkan pemahaman kepemiluan dikalangan perempuan, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Luwu Utara (Lutra) menyambangi Bhayangkari Polres Lutra untuk menyosialisasikan Peningkatan Partisipasi dan Pendidikan Pemilih Bagi Segmen Perempuan di Aula Rapat Polres Lutra, Sabtu (8/12/2018).Bhayangkari merupakan salah satu segmen yang perlu mendapat pengetahuan tentang kepemiluan. Meski menjadi istri dari kepolisian yang tidak memiliki hak pilih, namun keberadaan organisasi ini ditengah masyarakat dapat membantu menyebarluaskan mengajak masyarakat menggunakan hak pilihnya di 17 April 2019 nanti. “Ibu-ibu Bhayangkari bisa jadi mitra dalam menyampaikan informasi, meski suami mereka tidak punya hak pilih,” kata Ketua KPU Lutra Syamsul Bachri didampingi Anggota KPU Lutra Divisi Teknis Suprianto.Syamsul mengatakan bahwa jumlah perempuan disetiap pelaksanaan pemilu cukup signifikan. Oleh karenanya keikutsertaan mereka dalam pelaksanaan pemilu sangat menentukan. Selain itu, Undang-undang (UU) menurut dia juga telah membuka ruang kepada perempuan untuk terlibat tidak hanya sebagai pemilih tapi juga sebagai peserta.Sementara itu Wakapolres Lutra Kompol Amir Majid menyambut baik kegiatan ini dan menyampaikan terima kasih kepada KPU Lutra karena telah hadir memberikan ilmu kepada Bhayangkari. “Tentu ini sebagai modal dalam memberikan hak suara pada Pemilu 2019,” tutur Amir.(ramadhan iqbal/ed diR)

Hadapi Pemilu 2019, KPU Sumbar Gelar Konsolidasi

Tanahdatar, kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) menggelar konsolidasi dengan 19 KPU kabupaten/kota guna memastikan kesiapan penyelenggaraan Pemilu Serentak 2019. Konsolidasi digelar selama 2 hari, 7-8 Desember 2018 di Kabupaten Tanahdatar.Kordinator Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM KPU Sumbar, Gebril Daulai mengatakan konsolidasi dilakukan untuk merespon kompleksnya penyelenggaraan Pemilu 2019. Selain menggabungkan penyelenggaraan pemilihan legislatif (pileg) DPR, DPD dan DPRD dengan pemilihan presiden dan wakil presiden (pilpres), pada pemilu 17 April 2019 juga memiliki tahapan yang ada lebih ringkas dibanding Pemilu 2014.“Pemilunya lebih kompleks tetapi tahapannya lebih singkat. Ini tantangan bagi kita untuk memastikan penyelenggaraan pemilu tetap berintegritas,” kata Gebril, Jumat (7/12/2018).Merespon kondisi tersebut Gebril berpesan, penyelenggara pemilu juga harus mampu mengelola tahapan pemilu dengan baik. Terutama dalam melayani pemilih, penting bagi jajaran penyelenggara pemilu untuk menggencarkan sosialisasi dan pendidikan pemilih ke semua basis pemilih.Berdasarkan data KPU Sumbar, partisipasi pemilih pada Pileg 2014 di provinsi ini sebesar 70,78 persen. “Artinya masih di bawah tingkat partisipasi pemilih secara nasional sebesar 75,14 persen,” kata Gebril. Sementara untuk pilpres sebesar 65,19 persen.  Lebih rendah dibanding rata-rata nasional sebesar 70 persen.Selain persoalan partisipasi, Gebril juga mengingatkan jajarannya akan pekerjaan rumah menyosialisasikan tata cara pemberian suara yang sah. Data pemilu 2014 menunjukkan tingkat suara tidak sah dalam pileg di Sumbar masih tinggi, mencapai 6,2 persen. KPU berkewajiban memastikan setiap pemilih memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam menggunakan hak pilihnya.“Jangan sampai suara yang mereka berikan menjadi tidak bermakna karena kesalahan dalam melakukan pencoblosan di TPS,” pungkas dia. (kpu sumbar/ed diR)

Tingkatkan Pemahaman Kepemiluan Warga Panrokoe

Marioriwawo, kpu.go.id – Panrokoe adalah nama salah satu dusun yang terdapat di Kecamatan Marioriwawo, Kabupaten Soppeng. Masuk dalam kawasan Desa Gattareng Toa, masyarakat didusun yang tinggal berbatasan langsung dengan Kabupaten Barru tersebut disebut memiliki tingkat kesadaran memilih yang rendah.Atas dasar itu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kab Soppeng menggelar kegiatan sosialisasi bersama masyarakat yang tinggal di kaki Pegunungan Batu tersebut, Jumat (7/12/2018). Mengintensifkan informasi tentang kepemiluan baik tahapan, tatacara memilih dan peserta pemilu yang terlibat, karena diketahui minimnya kesadaran masyarakat Panrokoe menggunakan hak pilih karena pengetahuan dan informasi yang kurang.Dari hasil kunjungan ini, KPU Kab Soppeng pun akan melakukan pemetaan ulang terkait penempatan Tempat Pemungutan Suara (TPS) agar bisa lebih dekat dengan pemukiman warga. Selama ini TPS yang ada cukup jauh sehingga membuat masyarakat enggan mencoblos dihari pemungutan suara.Pada kesempatan itu KPU Kabupaten Soppeng juga berharap dengan adanya tambahan pengetahuan terkait kepemiluan, warga dapat saling berbagi dan berkomitmen untuk memberikan hak suaranya di 17 April 2019 nanti. (teknishupmassoppeng da/ed diR)

Pemuda Perlu Menyalurkan Hak Pilihnya

Padang Panjang, kpu.go.id - Sosialisasi dan pendidikan pemilih berbasis generasi muda juga digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Padang Panjang di Institut Seni Indonesia (ISI) Kamis, (6/12/2018).Dikemas dalam kegiatan KPU Goes to Campus (KGTC), Ketua KPU Kota Padang Panjang Okta Novisyah, berharap melalui kegiatan ini generasi muda yang saat ini dikenal dengan sebutan milenial dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadarannya untuk ikut berpartisipasi pada Pemilu 2019 nanti. “Pemilih pemula, para pemuda harus menyalurkan hak pilihnya,” ujar Okta.Sementara itu Anggota KPU Provinsi Sumatera Barat Izwaryani yang turut hadir mengawali penjelasannya kepada peserta KGTC tentang sejarah pemilu di Indonesia. Di kesempatan berikutnya, pria yang membidangi Divisi Teknis itu menekankan substansi pemilu sebagai proses pemberian suara di TPS, yang kemudian diwakilkan oleh pemimpin terpilih nanti untuk menjalankan pemerintahan.Oleh karena pentingnya orang mewakili itu, Izwaryani berharap agar masyarakat tidak salah menentukan pilihannya. Terlebih untuk pemilihan legislatif tingkat kabupaten/kota, untuk Kota Padang Panjang sendiri terdapat 240 orang caleg,  yang memperebutkan 20 kursi. “Maka pemilu memang seperti memilih jarum dalam jerami,” tambah Izwaryani.Dalam kesempatan lainnya, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan ISI Padang Panjang, Firdaus, menyambut baik kegiatan ini. Dan berharap kegiatan ini terus dilaksanakan guna meningkatkan kesadaran anak muda agar berperan aktif dalam pemilu. (tekhupmas kpu sumbar/ed diR)

Populer

Belum ada data.