Berita KPU Daerah

Kaum Intelektual Harus Ikut Sukseskan Pemilu

Masamba, kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Luwu Utara (Lutra) terus bergerak menyebarluaskan sosialisasi kepemiluan kepada masyarakat. Pada Kamis (6/12/2018), dikemas dalam kegiatan KPU Goes To Campus (KGTC), KPU Lutra mendatangi Kampus Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE)Muhammadiyah untuk memberikan pendidikan kepada para mahasiswa yang notabene pemilih pemula.Ketua KPU Luwu Utara Syamsul Bachri, pada sambutannya mengingatkan pentingnya pemilu sebagai hajatan lima tahun sekali memilih pemimpin di berbagai tingkatan. Oleh karena itu dia berharap mahasiswa memanfaatkan sosialisasi ini sebagai sarana memahami tentang pemilu secara luas.Syamsul juga berharap mahasiswa sebagai kaum intelektual dapat menjadi mitra KPU dalam memberikan edukasi kepemiluan kepada masyarakat. Dan menjadi bagian dari kepedulian generasi terdidik, dalam perkembangan kemajuan bangsa. “Jadi anda sebagai mahasiswa yang terdidik harus mampu dan bisa menjadi agen sosialisasi sebagai generasi pelanjut yang dapat membawa perbaikan demokrasi kedepan,” tambah Syamsul.Ditempat yang sama pimpinan STIE Muhammadiyah Muh Risal menyampaikan banyak terima kasih kepada KPU yang telah hadir untuk hadir memberikan informasi terkait kepemiluan kepada civitas akademika. Dia juga mendorong mahasiswa untuk ikut mengawal proses tahapan pemilu ini dengan ikut terlibat langsung serta memahami regulasi dan aturan yang ada di dalamnya. “Mari kita ikut mengawasi jalanya pemilu dengan turut berpartisipasi secara langsung disemua tahapan memberikan informasi tentang pemilu yang benar,” tutur Risal. (ramadhan iqbal/ed diR)

Makin Siap, Alat Kelengkapan TPS Sudah Tiba di KPU Kab Banyumas

Purwokerto, kpu.go.id - Logistik Pemilu 2019 kembali tiba di Kabupaten Banyumas. Hingga Kamis (6/12/2018), tercatat Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Banyumas telah menerima kiriman perlengkapan pemilu berupa kotak, bilik, tinta dan segel. Sementara logistik yang diadakan oleh KPU Kabupaten Banyumas berupa alat coblos (spon, paku dan benang), karet gelang, plastik, spidol, ballpoint, lem serta kabel tis.Dengan tibanya logistik pemilu ini, KPU Kabupaten Banyumas semakin siap menyelenggarakan Pemilu 17 April 2019.Ketua KPU Kabupaten Banyumas, Imam Arif Setiadi, mengatakan logistik yang diterima pihaknya memang dikirimkan secara bertahap. Logistik yang telah tiba kemudian tersimpan di gudang KPU Kabupaten Banyumas yang terletak di Desa Bojongsari Kecamatan Kembaran.Imam mengungkapkan, jumlah logistik yang telah diterima mencakup kotak suara karton transparan sejumlah 27.452 buah (kurang 30 buah), bilik berbahan karton kedap air sejumlah 3.224 buah (kurang 24 buah), tinta sejumlah 10.874 botol, segel formulir dan sampul sejumlah 566.560 keping.Adapun logistik berupa alat coblos berupa spon, paku dan benang yang sudah tiba untuk 1.200 TPS. Karet gelang dan plastik baik yang berukuran kecil, sedang dan besar juga sudah sampai untuk 1.200 TPS. Sedangkan lem ukuran 50 gram, spidol kecil dan besar serta bolpoint sudah sampai ke Banyumas dengan jumlah 5.437 set, sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan di 5.437 TPS di Banyumas.  Sementara kabel tis sudah sampai sejumlah 136.816 helai. (rfk/ed diR)

KPU Sumbar-UNP Gelar ToT Fasilitator Sosialisasi Pemilu 2019

Padang, kpu.go.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sumbar bekerjasama dengan Hima Prodi PPKn Jurusan  Ilmu Sosial Politik Univeristas Negeri Padang (UNP) menggelar Training of Trainer (ToT) untuk Fasilitator Sosialisasi Pemilu 2019 di Gedung Dekanat UNP, Kamis (6/12/2018).Hadir Anggota KPU Sumbar Gebril Daulai, selaku trainer yang menjabarkan berbagai konsep kepemiluan, mulai dari aturan yang mendasari hingga pengetahuan teknis kepemiluan. Pria kelahiran Kota Nopan Rao, 5 April 1982 juga menjelaskan tahapan apa saja yang dilakukan penyelenggara dalam mempersiapkan Pemilu 2019. “Apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh penyelenggara,” kata Gebril.Menurut Gebril, tantangan menjadi seorang fasilitator sosialisasi pemilu adalah meyakinkan masyarakat, khususnya pemilih pemula yang saat ini banyak disebut generasi milenial agar mau berpartisipasi aktif dalam pemilu. Apalagi para calon guru guru ini tentu punya akses yang luas kepada pemilih pemula di sekolah-sekolah. “Pemilih pemula sangat penting di edukasi, jangan sampai disaat pertama mereka memilih malah memiliki kesan yang negatif terhadap pemilu,” tambah Gebril.Gebril juga berpesan kepada peserta ToT untuk aktif mengingatkan masyarakat aktif memastikan dirinya telah terdata dalam DPT. Selain itu menjadi pelopor bagi masyarakat untuk bijak dalam menggunakan media sosial khususnya pesan menyikapi kampanye didunia maya. “Jangan sekedar share, tapi biasakan teliti membaca dan mengetahui apakah akun medsos itu adalah resmi peserta pemilu atau bukan,” pungkas Gebril.Sebelumnya Ketua Jurusan Ilmu Sosial Politik Fatmariza berharap kedepan UNP tidak hanya mencetak calon guru, tapi juga lulusannya mampu menjadi fasilitator politik khususnya kepemiluan. “Karena pada dasarnya mahasiswa FIS UNP juga sudah dibekali pengetahuan ilmu politik sewaktu kuliah,” tutup dia. (tekhupmas kpu sumbar/ed diR)

Sosialisasi Maraton ala KPU Tomohon

Tomohon, kpu.go.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tomohon, Sulawesi Utara (Sulut), menggelar road show ke sejumlah tempat untuk menyosialisasikan Pemilu 2019. Mulai dari sekolah, kampus, komunitas dan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) adalah beberapakelompok di masyarakat yang disasar dalam kegiatan sosialisasi tersebut.Menurut Komisioner KPU Kota Tomohon Divisi Sosialisasi, Parmas dan SDM, Stenly Kowaas, pihaknya sengaja menggelar sosialisasi secara maraton untuk memberikan pemahaman yang menyeluruh kepada masyarakat tentang tahapan Pemilu 2019. “Yang paling banyak ditanyakan adalah soal data pemilih,” tutur Kowaas kepada ratusan mahasiswa Universitas Kristen Tomohon (UKIT) Kamis (6/12/2018).Data pemilih memang menjadi isu sentral di Tomohon. Hal ini tidak lepas dari banyaknya warga pendatang di Tomohon baik untuk keperluan sekolah maupun kuliah. “Sebagai Kota Pendidikan, Tomohon memang banyak didatangi penduduk dari luar. Nah, tugas kami untuk mengedukasi mereka terkait syarat dan hak pemilih, serta teknis dalam pemungutan suara nanti,” jelas Kowaas.Pada kegiatan sosialisasi dengan komunitas penggiat demokrasi di Café OFG, lahir sejumlah usulan dan kritik konstruktif demi kelancaran dan kesuksesan Pemilu 2019. Salah satunya disampaikan aktivis Donald Kuhon yang meminta agar dilakukan bimbingan teknis (bimtek) kepada seluruh KPPS untuk menghindari ketidakpahaman saat pemungutan dan rekapitulasi di TPS.Hal lain disampaikan Ketua LPM Kota Tomohon Rojer Rumende yang menyampaikan komitmen mewakili masyarakat untuk bersama menghadirkan pemilu damai dan demokratis. “Secara sukarela kami akan jadi tenaga marketing KPU dalam menyosialisasikan Pemilu 2019. Di setiap acara suka dan duka, pengurus LPM yang rata-rata adalah tokoh masyarakat di setiap kelurahan, akan menyampaikan ajakan untuk menyukseskan pesta demokrasi tersebut,” tutup dia. (kpu kota tomohon/ed diR)

TKP Unair Kunjungi Bhumjaithai Party Thailand

Bangkok, kpu.go.id - Di kesempatan lainnya, mahasiswa serta dosen Tata Kelola Pemilu (TKP) Universitas Airlangga (Unair) juga difasilitasi untuk berkunjung ke Kantor Pusat Bhumjaithai Party Thailand. Di kantor salah satu partai politik di Thailand ini, delegasi dari Indonesia diterima oleh Juru Bicara Bhumjaithai Party Thailand, Kolonel (Purn) Settapong Malisuwan.Settapong kemudian menjelaskan bahwa partai didirikan pada 2008 dan berhasil memperoleh 34 kursi parlemen pada pemilu terakhir. Dia juga mengaku bangga dengan kesediaan delegasi Indonesia berkunjung ke kantor milik partainya tersebut dan berharap ada tukar ide tentang kepemiluan di dua negara.Pada kesempatan tersebut, delegasi dari TKP Unair diajak untuk melihat isi dari kantor partai. Suasana di kantor ini tidak seperti partai biasanya, lebih pada suasana kantor pemerintahan, dimana banyak orang sibuk dengan pekerjaan. Partai ini juga memanfaatkan kantornya untuk memproduksi kampanye yang kemudian diunggah di media sosial seperti Facebook, Youtube dan sejumlah medsos lainnya. "Di kantor ini pula, think thank kami bekerja, karena kami tidak mengontrak konsultan dari luar partai, dan kami merekrut anggota untuk mengelola data, merumuskan program, dan melaksanakan kampanye,” tegas Settapong.Sementara itu Kepala Departemen Ilmu Politik FISIP Unair Kris Nugroho, melihat jika Bhumjaithai Party mengelola ruang kerjanya dengan cukup efektif, karena mampu memanfaatkan kantornya dengan banyak kegiatan. (sub/ed diR)

Dosen dan Mahasiswa TKP Unair Kunjungi ECT Thailand

Bangkok, kpu.go.id - Mahasiswa Tata Kelola Pemilu (TKP) bersama sejumlah dosen dari Departemen Ilmu Politik Universitas Airlangga (Unair) berkesempatan mengunjungi The Election Commission of Thailand (ECT) di Kota Bangkok Rabu (5/12/2018).Kunjungan selama tiga hari di KPU-nya Thailand ini diisi dengan sejumlah kegiatan mulai dari diskusi, pengenalan tatacara pemilu di Negeri Gajah Putih (pada 6 Desember), serta sebaliknya presentasi mengenai kepemiluan di Indonesia (pada 7 Desember). Di sela itu rombongan yang terdiri dari 12 mahasiswa dan 4 dosen ini juga berkesempatan untuk mengunjungi National Institute of Development Administration (NIDA) serta Democratic Education Center (DEC), yang berada di Kompleks Gedung Pemerintah Thailand.Khusus untuk DEC, tempat semacam Rumah Pintar Pemilu (RPP) di Indonesia ini juga memiiki fasilitas audio dan visual yang cukup modern. Di sana juga diperkenalkan sejumlah fasilitas lain mulai dari tempat ruang pertemuan, diorama yang berisi pengetahuan dasar tentang demokrasi, logo partai politik di Thailand, mini theater 3D untuk melihat perjalanan demokrasi di Thailand, ruang simulasi pemungutan suara, hingga mini parlemen.Pada sesi pemaparan pemilu di Thailand, Direktur DEC menjelaskan bahwa pemilu di negara yang menganut Monarki Konstitusional ini akan berlangsung pada Februari 2019. Meski untuk tanggal pelaksanaan dia mengaku belum dipastikan oleh pemerintah. Dalam pemilu di Thailand, pendaftaraan pemilih akan dilaksanakan mulai tanggal pemilu diumumkan dan akan diselesaikan pada 25 hari sebelum pemilu digelar.Sementara itu pada sesi presentasi delegasi Indonesia, Koordinator Delegasi Kunjungan Kris Nugroho menyampaikan persiapan Pemilu 2019. Pemilu di Indonesia diselenggarakan secara periodik lima tahun sekali yang melibatkan petugas dalam jumlah besar. Mendengar penjelasan itu, pihak ECT tercengang, mengingat regulasi di Indonesia meminta penghitungan suara di TPS harus diselesaikan dihari yang sama.Dipenghunjung acara ECT menyampaikan terimakasih atas kunjungan yang dilakukan oleh delegasi dari Unair, dan berharap akan terjalin kerjasama yang baik di masa depan. (sub/ed diR)

Populer

Belum ada data.