Berita KPU Daerah

MS Sumarwan Lantik Kasubag Teknis dan Humas KPU Kabupaten PALI

Palembang, kpu.go.id - Sekretaris Jendral Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI melalui Sekretaris KPU Sumsel MS Sumarwan melantik Yusmawati sebagai Kepala Sub Bagian (Kasubag) Teknis dan Humas KPU Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (Pali), Senin (15/10/2018) di Sekretariat KPU Sumsel.Pelantikan berdasarkan Keputusan Sekretaris Jenderal Komisi Pemilihan Umum Nomor 718/SDM.OS.5 Kpt/05/SJ/DC/2017 Tanggal 25 September 2017. Sekretaris KPU Sumsel MS Sumarman dalam kata sambutannya mengingatkan pejabat yang dilantik untuk menjaga amanah yang telah diberikan dengan baik dan bertanggungjawab. “Pahami tugas pokok fungsinya, kerjakan amanah ini sesuai aturan,” katanya.Menurut Sumarwan, usai dilantik pejabat baru harus langsung beradaptasi dengan tugas yang ada. Mengingat tahapan pemilu sudah berjalan dan menuntut untuk diselesaikan. Selain itu yang bersangkutan juga perlu segera menjalin kordinasi dengan sejumlah pihak khususnya sekretariat dan komisioner.Lebih dari itu Sumarwan juga mengingatkan bahwa kerja di KPU kolektif kolegial, semua saling berkaitan, sangat diperlukan  kerja sama dan kordinasi. “Saya harap Kasubag Teknis dan Humas yang baru dilantik ini dapat memberikan dampak berarti khususnya di KPU Kabupaten PALI demi terwujudnya pemilu yang berintegritas,” tutup Sumarwan. (hupmas kpu sumsel Mhq/ed diR)

GMHP Hadir di Fun Run Lari 10K Lutra

Masamba, kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Luwu Utara (Lutra) memanfaatkan kegiatan Fun Run 10 Kilometer (10K) untuk menyosialisasikan Gerakan Melindungi Hak Pilih (GMHP) Pemilu 2019. Kegiatan yang berlangsung di Desa Pararra Kecamatan Sabbang dipilih karena mampu menyedot perhatian warga dan diharapkan dapat memaksimalkan upaya KPU dalam menjaring pemilih yang belum terdata atau mencoret yang tidak memenuhi syarat (TMS).Ketua KPU Kab Lutra, Syamsul Bachri mengatakan bahwa berdirinya posko GMHP di acara Fun Run 10K adalah upaya memudahkan masyarakat mengetahui dirinya terdaftar atau tidak dalam DPT. Meski juga sudah tersedia di setiap kantor desa/kelurahan, laman serta aplikasi android namun dia melihat upaya jemput bola jauh lebih efektif untuk menjangkau kesadaran warga.Syamsul dalam kegiatan itu juga kembali mengingatkan tujuan GMHP sebagai bagian dari upaya penyelenggara melindungi hak pilih warga dan terus mendorong agar mereka sadar dan mau memeriksa haknya. “Jadi GMHP ini gerakan sosial untuk memastikan setiap warga yang memiliki hak, terdaftar sebagai pemilih,” jelas Syamsul, Minggu (14/10/2018)GMHP menurut dia juga dapat dimanfaatkan warga untuk melapor pemilih yang keliru, menghapus pemilih ganda atau TMS.Sementara itu Bupati Lutra Indah Putri Indriani berharap GMHP mampu menyempurnakan DPT dan mengapresiasi kerja KPU sebagai inovasi untuk melindungi hak pemilih warga. “Untuk itu mari kita dukung agar gerakan ini sampai kepada masyarakat luas,” harap dia.Kegiatan ini diawali dengan deklarasi pemilu damai, aman, dan sejuk oleh Bupati Luwu Utara, Kapolres, Dandim 1403 Sawerigading Palopo, Ketua KPU Syamsul Bachri, Ketua Bawaslu Muhajirin, serta sejumlah tokoh agama, tokoh masyarakat,pemuda dan ribuan peserta yang ikut dalam kegaiatan tersebut. (ramadhan iqbal/ed diR)

Saat KPU Klungkung Sosialisasi GMHP Ke Pasar Galiran

Semarapura, kpu.go.id - Beragam cara dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk mengintensifkan sosialisasi Gerakan Melindungi Hak Pilih (GMHP) Pemilu 2019. Seperti yang terjadi di Klungkung, KPU setempat mendatangi Pasar Galiran Minggu (14/10/2018), untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya hak pilih dan melaporkan apabila ada daftar yang Tidak Memenuhi Syarat (TMS) masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT).Kegiatan dipimpin langsung Anggota KPU Klungkung Divisi SDM dan Parmas Ida Bagus Nyoman Barwata didampingi Divisi Perencanaan dan Data Sang Ayu Mudiasih. Keduanya terjun langsung menyebar dengan memberikan selebaran yang isinya mengimbau agar masyarakat tidak segan untuk melapor apabila belum terdata dalam DPT.Dalam keterangannya Ida Bagus Nyoman Barwata mengatakan bahwa kunjungan ke Pasar Galiran merupakan lanjutan dari kegiatan sebelumnya yang dilaksanakan di Terminal Galiran dan Pasar Semarapura yang bertajuk Ngopi Bareng. Sama dengan sebelumnya kegiatan kali ini juga untuk menyadarkan masyarakat betapa pentingnya terdaftar sebagai pemilih. “Sehingga bisa mencoblos pada 17 April 2019,” kata Barwata.Sama seperti dua tempat sebelumnya, Pasar Galiran menurut Barwata juga cukup ramai dikunjungi pembeli. Hal ini memang yang menjadi pertimbangan dan diharapkan efektif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat. “Saat pagi berbagai kalangan bisa berkumpul, sehingga infromasi lebih efektif untuk disampaikan dan mengena pada sasaran yang dikehendaki yakni masyarakat luas,” ucapnya.Selain ditempat keramaian sosialisasi GMHP juga dilakukan KPU Klungkung bersamaan dengan kegiatan Goes to Campus. Selain itu juga ada kegiatan ngopi bareng yang dipusatkan di Kebun Raya Bedugul, Kabupaten Tabanan. (putras/ed diR)

Saat KPU Klungkung Sosialisasi GMHP Ke Pasar Galiran

Semarapura, kpu.go.id – Beragam cara dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk mengintensifkan sosialisasi Gerakan Melindungi Hak Pilih (GMHP) Pemilu 2019. Seperti yang terjadi di Klungkung, KPU setempat mendatangi Pasar Galiran Minggu (14/10/2018), untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya hak pilih dan melaporkan apabila ada daftar yang Tidak Memenuhi Syarat (TMS) masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT).Kegiatan dipimpin langsung Anggota KPU Klungkung Divisi SDM dan Parmas Ida Bagus Nyoman Barwata didampingi Divisi Perencanaan dan Data Sang Ayu Mudiasih. Keduanya terjun langsung menyebar dengan memberikan selebaran yang isinya mengimbau agar masyarakat tidak segan untuk melapor apabila belum terdata dalam DPT.Dalam keterangannya Ida Bagus Nyoman Barwata mengatakan bahwa kunjungan ke Pasar Galiran merupakan lanjutan dari kegiatan sebelumnya yang dilaksanakan di Terminal Galiran dan Pasar Semarapura yang bertajuk Ngopi Bareng. Sama dengan sebelumnya kegiatan kali ini juga untuk menyadarkan masyarakat betapa pentingnya terdaftar sebagai pemilih. “Sehingga bisa mencoblos pada 17 April 2019,” kata Barwata.Sama seperti dua tempat sebelumnya, Pasar Galiran menurut Barwata juga cukup ramai dikunjungi pembeli. Hal ini memang yang menjadi pertimbangan dan diharapkan efektif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat. “Saat pagi berbagai kalangan bisa berkumpul, sehingga infromasi lebih efektif untuk disampaikan dan mengena pada sasaran yang dikehendaki yakni masyarakat luas,” ucapnya.Selain ditempat keramaian sosialisasi GMHP juga dilakukan KPU Klungkung bersamaan dengan kegiatan Goes to Campus. Selain itu juga ada kegiatan ngopi bareng yang dipusatkan di Kebun Raya Bedugul, Kabupaten Tabanan. (putras/ed diR)

GMHP Hadir di Fun Run Lari 10K Lutra

Masamba, kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Luwu Utara (Lutra) memanfaatkan kegiatan Fun Run Lari 10 Kilometer (10K) Minggu (14/10/2018), untuk menyosialisasikan Gerakan Melindungi Hak Pilih (GMHP) Pemilu 2019. Kegiatan yang berlangsung di Desa Pararra Kecamatan Sabbang dipilih karena mampu menyedot perhatian warga dan diharapkan dapat memaksimalkan upaya KPU dalam menjaring pemilih yang belum terdata atau mencoret yang tidak memenuhi syarat (TMS).Ketua KPU Kab Lutra, Syamsul Bachri mengatakan bahwa berdirinya posko GMHP di acara Fun Run 10K adalah upaya memudahkan masyarakat mengetahui dirinya terdaftar atau tidak dalam DPT. Meski juga sudah tersedia disetiap kantor desa/kelurahan, laman serta aplikasi android namun dia melihat upaya jemput bola jauh lebih efektif untuk menjangkau kesadaran warga.Syamsul dalam kegiatan itu juga kembali mengingatkan tujuan GMHP sebagai bagian dari upaya penyelenggara melindungi hak pilih warga dan terus mendorong agar mereka sadar dan mau memeriksa haknya. “Jadi GMHP ini gerakan sosial untuk memastikan setiap warga yang memiliki hak, terdaftar sebagai pemilih,” jelas Syamsul.GMHP menurut dia juga dapat dimanfaatkan warga untuk melapor pemilih yang keliru, menghapus pemilih ganda atau TMS.Sementara itu Bupati Lutra Indah Putri Indriani berharap GMHP mampu menyempurnakan DPT dan mengapresiasi kerja KPU sebagai inovasi untuk melindungi hak pemilih warga. “Untuk itu mari kita dukung agar gerakan ini sampai kepada masyarakat luas,” harap dia.Kegiatan ini diawali dengan deklarasi pemilu damai, aman, dan sejuk oleh Bupati Luwu Utara, Kapolres, Dandim 1403 Sawerigading Palopo, Ketua KPU Syamsul Bachri, Ketua Bawaslu Muhajirin, serta sejumlah tokoh agama, tokoh masyarakat,pemuda dan ribuan peserta yang ikut dalam kegaiatan tersebut. (eamadhan iqbal/ed diR)

Di Car Free Day, KPU Sumsel Ajak Masyarakat Lindungi Hak Pilih

Palembang, kpu.go.id – Kegiatan hari bebas kendaraan bermotor (car free day) di Lambang Iwak dimaksimalkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Selatan (Sumsel) untuk menyadarkan masyarakat memeriksa dan melindungi hak pilihnya di Pemilu 2019 nanti. Melalui posko Gerakan Melindungi Hak Pilih (GMHP) yang didirikan ratusan masyarakat pun memadati untuk mengecek hak pilih mereka.Kegiatan dimulai sejak pukul 06.00 WIB, Minggu (14/10/2018). Menurut Komisioner KPU Sumsel Liza Lazuarni, area car free day sengaja dipilih untuk menintensifkan GMHP yang pelaksanaannya 1-28 Oktober 2018. Dia berharap setiap warga bisa mengecek hak pilihnya. “Bisa dilakukan di KPPS atau cek secara online di www.lindungihakpilihmu.kpu.go.id  atau unduh aplikasi KPU RI Pemilu 2019 di play store android,” jelasnya.Menurut Liza, apabila diketahui nama belum terdaftar, maka segera laporkan hal itu ke KPPS terdekat, PPK atau Kantor KPU dengan membawa bukti KTP-elektronik (KTP-el) atau Kartu Keluarga (KK). “Kami berharap semua masyarakat yang telah memiliki hak pilih dapat menyalurkan haknya dan menjadi pemilih yang cerdas,” katanya.Liza juga mengajak setiap warga agar saling mengingatkan keluarga, tetangga, rekan dan yang lain untuk mengecek hak pilihnya. “Kita semua berperan untuk menciptakan pemilu yang berintegritas," tambahnya.Sementara itu Fadli, 36, warga Tangga Buntung yang ikut mengecek hak pilihnya di Posko GMHP mengaku senang dan terbantu dengan adanya kegiatan ini. "Alhamdulillah nama saya muncul di DPT, artinya suara saya berharga di pemilihan presiden dan DPR nanti,” katanya.Sedangkan Dwi, 19, yang namanya belum tercatat di DPT mengaku akan memperjuangkan haknya dengan melaporkan melalui GMHP. “Saat pemilihan lalu saya tetap memilih pakai KTP-el,” jelasnya. (hupmas kpu sumsel mhq/ed diR)

Populer

Belum ada data.