Berita KPU Daerah

KPU Binjai Raih Predikat Peserta Terbaik Orientasi Tugas Gelombang VII

Jakarta, kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Binjai berhasil meraih predikat peserta terbaik pada kegiatan Orientasi Tugas Anggota KPU Kabupaten/Kota Gelombang VII yang berlangsung selama 5 hari (27 November-1 Desember 2018) di Jakarta. Penyerahan piagam penghargaan disampaikan langsung Ketua KPU RI Arief Budiman yang hadir sekaligus menutup rangkaian kegiatan.KPU Kota Binjai sendiri mengirimkan seluruh komisionernya, mulai dari Ketua Zulfan Efendi, Anggota Risno Fiardi, Robby Effendi, Abdullah Arkam, Arifin Saleh serta Sekretaris Syariful Azmi. Mereka dihari terakhir tergabung dalam kelas A.Arief pada kesempatan itu menjelaskan aspek yang menjadi penilaian hingga peserta orientasi tugas mendapat predikat terbaik meliputi penguasaan dan pemahaman materi, kerjasama tim, aktivitas dinamika forum, disiplin dan kehadiran. Pada momentum itu, Arief memang menekankan pentingnya membangun kerja sama tim yang kompak dan berintegritas untuk mengawal pelaksanaan Pemilu 2019. Porsi kerja KPU menurut dia jauh lebih berat dari penyelenggara lainnya. “Maka semuanya harus bekerja lebih baik, mandiri, profesional dan berintegritas,” kata Arief, Jumat (30/11/2018). Kegiatan orientasi ini merupakan pembekalan bagi anggota KPU untuk memahami tugas dan fungsi wewenang anggota KPU kabupaten/kota agar dapat menyelenggarakan pemilu dengan baik ditingkat kabupaten/kota sesuai dengan pedoman dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.Sementara itu Zulfan Efendi bersyukur dengan raihan predikat peserta terbaik pada orientasi tugas gelombang VII. Prestasi ini menjadi momentum menambah semangat, soliditas tim untuk bekerja lebih baik dalam menyukseskan seluruh tahapan pemilu. “Seluruh komisioner KPU Binjai memang memasang pondisi kuat untuk soliditas, integritas, moralitas dan profesional dalam setiap kinerjanya,” tutur Zulfan.Pemateri yang dihadirkan selama kegiatan orientasi tugas mulai dari Komisioner KPU RI Ilham Saputra, Evi Novida Ginting Manik, Ketua DKPP Hardjono, Komisioner KPU RI (2012-20170 Ida Budhiati serta Ketua KPU RI (2007-2012) Abdul Hafis Anshari. Adapun fasilator berasal dari pegiat demokrasi mulai dari Perludem dan Sindikasi Demokrasi. Materi yang diberikan fasilitator antara lain nilai dan prinsip pemilu bebas dan adil, gender dan disabilitas dalam penyelenggaraan pemilu, etika penyelenggara pemilu, sistem pemilu di Indonesia, tahapan pemilu dan perencanaan strategis, tata kelola internal dan mekanisme pengambilan keputusan, pemahaman aktor dan isu pemangku kepentingan kepemiluan dan pengelolaan dan penyelesaian pelanggaran dan sengketa pemilu serta strategi advokasi penaganan kasus. (info/ed diR)

KPU Banyumas Butuh 48 Ribu Tenaga Pemilu

Purwokerto, kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Banyumas membutuhkan 48.933 tenaga penyelenggara untuk pelaksanaan Pemilu 2019. Hal tersebut dinyatakan langsung Anggota KPU Kabupaten Banyumas Divisi Hukum dan Pengawasan Suharso Agung Basuki, dalam Forum Rapat Koordinasi Sosialisasi Penyelenggaraan Pemilu 2019 bersama stakeholder Banyumas di Warkop 78, Purwokerto pada Jumat (30/11/2018).Agung menjelaskan, bahwa jumlah itu didapat dari kebutuhan setiap Tempat Pemungutan Suara (TPS) dimana didalamnya terdapat tenaga untuk Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) dan tenaga pengaman (linmas). Kebutuhan untuk tenaga KPPS sendiri sejumlah 38.059 orang dan linmas sebanyak 10.874 orang. “Di setiap TPS membutuhkan 7 orang KPPS dan 2 orang Linmas,” terangnya.Total untuk Banyumas, akan ada 5.437 TPS yang tersebar di 331 desa/kelurahan. Meski begitu Agung mengatakan bahwa proses rekrutmen untuk tenaga pemilu saat ini belum dibuka. Berdasarkan PKPU Tahapan, Program dan Jadwal pembentukan KPPS sendiri baru berlangsung 28 Februari-27 Maret 2019.  “Tapi akan segera kita umumkan saat pendafatarannya dimulai,” imbuhnya.Di akhir pesannya, Agung pun berharap agar semua pihak ikut menyosialisasikan Pemilu 2019. Sosialisasi dengan menyampaikan pesan tentang tahapan, peserta, tata cara mencoblos dan ajakan untuk menjadi pemilih yang cerdas. (rfk/ed diR)

Sasaran Desa Laringgi untuk Sosialisasi Pemilih Disabilitas

Marioriawa, kpu.go.id - Desa Laringgi Kecamatan Marioriawa adalah salah satu desa perbatasan antara Kabupaten Soppeng dengan Kabupaten Sidrap. Di setiap pelaksanaan pemilu, desa ini memiliki tingkat partisipasi tinggi. Menjaga agar partisipasi tetap tinggi, KPU Kabupaten Soppeng memberikan tetap memberikan sosialisasi.Sosialisasi kini lebih kepada bagaimana pemilih disabilitas juga bisa ikut aktif dalam pemilu. Sosialisasi pemilih dengan segmentasi pemilih disabilitas ini berlangsung pada hari Jumat 30 November 2018, bertempat di bawah kolong rumah salah seorang masyarakat. Ketika Tim sosialisasi tiba, masyarakat yang menjadi peserta kegiatan sosialisasi telah memenuhi kursi yang disediakan. Untuk kegiatan sosialisasi ini, KPU Kabupaten Soppeng bekerjasama dengan Karang Taruna Kecamatan Marioriawa sebagai fasilitator kegiatan.Meski berada didaerah yang jauh dari ibukota kecamatan, Panitia Pemungutan Suara (PPS) tingkat desa/kelurahan selalu aktif mendata pemilih dan memberikan sosialisasi tentang pelaksanaan pemilu. (teknishupmassoppeng da/ed diR)

SMAN Sumsel Juara Cerdas Cermat Pemilu

Palembang, kpu.go.id - Sekolah Menengah Atas (SMA) Sumatera Selatan (Sumsel) keluar sebagai juara pertama Lomba Cerdas Cermat Pemilu yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Selatan (Sumsel), di Studio TVRI Palembang, Kamis (29/11/2018).SMAN Sumsel berhasil mengumpulkan 1.500 poin disusul SMAN 17 Palembang dengan 1.200 poin dan SMAN 1 Palembang di posisi ketiga dengan 800 poin.Sejak awal babak pertama, SMAN Sumsel yang diwakili oleh Della, M Agung dan Ferla memang tampil dominan dengan menyapu bersih semua soal yang dibacakan dewan juri. Meski dibabak kedua SMAN 17 yang mengutus M. Rian Hidayat, Lydia dan Lutfi mulai menyusul dengan poin yang didapat dari lemparan soal yang tidak mampu dijawab oleh kedua lawannya.Persaingan semakin sengit dibabak terakhir yang menerapkan soal rebutan dengan pengurangan 100 poin bagi yang salah menjawab.Kelompok Fedynoor, Amelia dan Syarif yang mewakili SMAN 1 Palembang banyak kehilangan poin di babak ini, sementara SMAN 17 cukup mendominasi, dengan banyak menjawab soal di babak yang mengadu kecepatan dan ketepatan tersebut. Bahkan mereka bisa menjawab dengan tepat, soal yang belum sempurna dibacakan oleh panitia.Meski begitu perolehan mereka belum mampu melampaui angka SMAN Sumsel yang berhak membawa pulang piala juara plus uang tunai Rp 3 juta. SMAN 17 sebagai juara kedua mendapat Rp 2,25 juta sedangkan SMAN 1 juara tiga mendapat Rp 1,5 juta.Ketua KPU Sumsel Kelly Mariana didampingi Komisioner Hendri Daya Putra dan Amrah Muslimin yang didaulat menjadi juri pada lomba cerdas cermat ini mengapresiasi kepiawaian pelajar selama mengikuti lomba. “Saya salut, meski mereka belum pernah mencoblos, tapi pengetahuan mereka tentang pemilu sungguh luar biasa. Kami sangat mengapresiasi ini,” katanya.Pada kesempatan itu, Kelly juga berpesan kepada peserta yang notabene pemilih milenial untuk ikut berpartisipasi menyukseskan Pemilu 2019. “Ajak keluarga,teman dan semua datang ke TPS pada 17 April nanti untuk salurkan hak pilih. Ingat, setiap suara kita menentukan siapa pemimpin negeri ini kedepan,” tutup Kelly. (hupmas kpu sumsel Mhq/ed diR)

Komitmen Caleg Perempuan Jepara Perjuangkan Isu Gender

Jepara, kpu.go.id - Puluhan calon legislatif (caleg) perempuan untuk pemilihan DPRD Kabupaten Jepara menyampaikan komitmen menjaga kemurnian pesta demokrasi 2019. Mereka juga bertekad untuk berjuang dan berupaya mewujudkan kebijakan yang pro gender, menolak politik uang hingga mendorong kampanye yang edukatif bagi masyarakat.Hal itu terungkap dalam diskusi tentang demokrasi, pemilu dan isu perempuan yang digelar KPU Jepara di RM Maribu, Kamis (29/11/2018). Hadir untuk membuka acara Ketua KPU Jepara Subchan Zuhri yang mengatakan kegiatan dilandasi aspirasi dari para pengurus perempuan di partai politik pada diskusi yang digelar jelang Pemilihan Gubernur Jawa Tengah (Jateng) 2018 lalu.Menurut Anggota KPU Jepara Muhammadun, kampanye caleg baiknya menekankan materi yang mendidik dan memberdayakan masyarakat. Dia yang berkesempatan memandu para caleg perempuan menandatangani deklarasi integritas juga berharap caleg mengikuti pemilu dengan penuh sportivitas.Sebelumnya selama diskusi, Dekan Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu) Jepara Mayadina Rohma Musfiroh menyampaikan beberapa data, di antaranya minimnya jumlah caleg perempuan yang terpilih untuk DPRD Jepara di Pemilu 2014. Dari 468 orang yang masuk DCT Pemilu 2014 hanya ada 152 orang perempuan yang maju dan tiga yang terpilih menjadi anggota dewan. Adapun untuk Pemilu 2019, dari 545 caleg yang maju untuk DPRD Jepara jumlah celeg perempuan 221 orang.Kondisi ini menurut dia menggambarkan bagaimana aturan afirmasi perempuan baru dipahami administratif prosedural atau sebatas syarat keikutsertaan dalam pemilu. Dia pun menegaskan pentingnya keterwakilan perempuan di lembaga legislatif sebagai pejuang aspirasi melalui kebijakan. “Perempuan adalah subjek pembangunan. Sehingga sangat penting untuk terlibat secara langsung dalam pengambilan kebijakan responsif gender, perempuan, anak, dan kelompok rentan,” kata Mayadina.Sepanjang diskusi, pernyataan beragam memang disampaikan oleh beberapa caleg perempuan. Seperti caleg Partai Golkar Aminah Albar yang mengungkapkan pengalaman menghadapi politik uang serta melihat realitas dimasyarakat yang harus dia perjuangkan. Caleg dari Partai Demokrat Sri Hidayati mengungkapkan masih adanya penilaian miring tentang sosok perempuan maju di pemilu yang harus dijawab dengan kerja nyata.Caleg dari PKB Umi Muslikhatun, yang mengajak caleg untuk punya satu komitmen memperjuangkan kebijakan yang pro gender. Dan caleg Partai Berkarya Nur Osel Kahisma, mengaku selalu menyosialisasikan keterwakilan perempuan masuk legislatif kepada masyarakat.(kpujepara muh/ed diR)

Komitmen KPU-Polda Sumsel Jaga Stabilitas Pemilu 2019

Palembang, kpu.go.id - Guna menciptakan Pemilu 2019 yang berintegritas aman dan kondusif, jajaran Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Selatan (Sumsel) menggelar pertemuan dengan Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan, Kamis (29/11/2018).Pertemuan yang berlangsung di Mapolda Sumsel Jalan Jenderal Sudirman ini dihadiri Ketua KPU Sumsel Kelly Mariana didampingi Anggota Amrah Muslimin, Hepriyadi, Hendri Daya Putra serta Kabag Keuangan Umum Logistik Sekretariat KPU Sumsel Haslinda, disambut hangat oleh Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain.Dalam penjelesannya, Ketua KPU Sumsel Kelly Mariana mengharapkan peran serta kepolisian dalam menjaga situasi dan proses Pemilu 2019 agar berjalan aman, damai dan kondusif. Terlebih, pemilu kali ini berbeda dengan pesta demokrasi sebelumnya, karena akan dilaksanakan serentak dan menyertakan lima surat suara di TPS. “Kalau Pemilu sebelumnya hanya empat, sekarang jadi lima surat suara," katanya.Kelly yang juga sempat menjadi Anggota KPU Sumsel periode 2008-2013 juga mengungkapkan bahwa di Pemilu sebelumnya dengan empat surat suara KPPS harus bekerja keras untuk menuntaskan tugas merekapitulasi hasil pemilu. Kerja hingga pukul 03.00 menurut dia juga perlu diantisipasi dengan penjagaan ekstra ketat dari pihak kepolisian. “Kita mesti kerja keras untuk menyukseskan pemilu ini bersama-sama,” tambah Kelly.Sementara itu Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain berkomitmen untuk menjaga situasi aman dan damai selama pelaksanaan proses dan tahapan Pemilu 2019. Polri sendiri pada kegiatan ini punya empat tugas pengamanan di antaranya mengamankan penyelenggara, mengamankan jadwal atau time line tahapan pemilu dan mengamankan logistik. “Logistik yang dimaksud bukan hanya surat suara tapi seluruh peralatan dan perlengkapan yang berkenaan dengan pemilu,” jelas Zulkarnain.Meski begitu, Zulkarnain juga mengingatkan KPU dan jajaran untuk menjaga netralitasnya dalam bekerja. Sebab stabilitas kemanan dan sukses tidaknya pemilu, banyak dipengaruhi oleh netralitas penyelenggra. “Terjadinya konflik salah satunya dipicu karena penyelenggara tidak netral, baik itu KPU atau Bawaslu. Jaga terus netralitas dan kami selalu siap mendampingi KPU dalam mewujudkan pemilu damai dan kondusif,” tandasnya. (humas kpu sumsel Mhq/ed diR) 

Populer

Belum ada data.