Berita KPU Daerah

Di Banyumas Edukasi Pemilih Lewat Forum Warga Berbasis Keluarga

Purwokerto, kpu.go.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Banyumas menggelar sosialisasi pendidikan politik Pemilu 2019 melalui Forum Warga Berbasis Keluarga. Kegiatan diadakan di tiga tempat berbeda pada Minggu (25/11/2018).Khasis Munandar menyampaikan materi di Balai Desa Nusamangir, Kemranjen. Yasum Surya Mentari menyampaikan materi di Sidamulih, Rawalo dan Hanan Wiyoko di Adisana, Kebasen. Ketiga anggota KPU Kabupaten Banyumas tersebut menyampaikan seputar Pemilu 2019.Ketua KPU Kabupaten Banyumas, Imam Arif Setiadi mengatakan, sosialisasi ini sengaja dikemas dalam format Forum Warga Berbasis Keluarga untuk memudahkan masyarakat mengetahui informasi penting kepemiluan 2019 seperti terkait peserta pemilu, tahapan pemilu hingga tata cara pencoblosan.Khasis Munandar, selaku Kordinator Divisi Mutarlih mengajak setiap elemen masyarakat untuk lebih peka terhadap isu dan informasi kepemiluan. Pemilu yang akan digelar dalam beberapa bulan kedepan, menurut dia harus disambut dengan gembira dan penuh rasa keingintahuan. “Pada Pemilu 2019 kita akan menyoblos lima surat suara,” terang Khasis kepada peserta.Lima surat suara itu terdiri dari surat suara untuk Pemilu Presiden dan Wakil Presiden, calon anggota perseorangan DPD RI, calon anggota DPR RI, calon anggota DPRD Provinsi serta calon anggota DPRD Kabupaten/Kota.Menyikapi banyaknya peserta pada Pemilu 2019 ini, dia pun mengimbau masyarakat agar mengenalinya sejak jauh hari. “Dalam memilih itu baiknya juga didasarkan pada visi, misi dan program calonnya,” tambah Kharis.Dalam kesempatan itu Khasis juga melengkapi materi paparannya dengan informasi coblosan surat suara yang sah pada hari pemungutan suara nanti. Kegiatan sosialisasi KPU Kabupaten Banyumas selanjutnya akan digelar 27 dan 29 November 2018 bertajuk kursus kepemiluan. (jk/ed diR)

Seni Ketoprak, Media KPU Jepara Sosialisasikan Pemilu 2019

Jepara, kpu.go.id - Lebih dari seribu warga berkumpul di Lapangan Alun-alun Rumah Sakit (RS) Rehatta di Desa Kelet Kecamatan Keling Kabupaten Jepara, Sabtu (24/11/2018) malam untuk menyaksikan seni ketoprak yang dimainkan remaja dan pemuda dari kelompok Carang Pakang Desa Bandengan.Mengambil lakon Rama-Shinta, pentas ini disisipi banyak pesan tentang kepemiluan. Warga pun terhibur lantaran ketoprak juga dikemas dengan sentuhan humor.Hadir dalam kegiatan ini seluruh Komisioner KPU Kabupaten Jepara, serta jajaran secretariat, Muspika Kecamatan Keling, para tokoh masyarakat, juga warga.Ketua KPU Jepara Subchan Zuhri yang membuka pentas budaya mengajak warga menyambut Pemilu 2019 dengan suka cita dan harapan positif memilih para pemimpin. KPU berharap dengan seluruh elemen masyarakat yang lain bahu-membahu menghadirkan atmosfer pemilu yang menyenangkan. “Pemilu bukan sesuatu yang mengkhawatirkan, apalagi menakutkan. Pemilu adalah momentum bagaimana rakyat berdaulat dan antusias dalam memberikan beragam bentuk partisipasinya,”  kata Subchan.Selain menyajikan atraksi khas ketoprak, warga juga diberikan pesan kepemiluan seperti tips menepis, mencegah dan memerangi hoaks. Selain itu mengajak masyarakat berkomitmen menolak politik uang dan politik SARA. Bagi warga yang aktif bertanya panitia sendiri menyediakan beragam suvenir mulai dari payung hingga mug. (kpu Jepara muh/ed diR)

Ratusan Mahasiswa Unsri Belajar Pemilu di KPU Sumsel

Palembang, kpu.go.id - Ratusan mahasiswa Ilmu Sosial Politik Universitas Sriwijaya berkunjung ke Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Selatan (Sumsel), Jumat (23/11/2018). Kunjungan tersebut guna menambah pemahaman  dan pengetahuan civitas akademika terkait kepemiluan di Indonesia.Kedatangan mahasiswa di Aula Demokrasi disambut Komisioner KPU Sumsel Divisi SDM dan Partisipasi Masyarakat Amrah Muslimin, Sekretaris KPU Sumsel MS Sumarwan didampingi Kabag Hukum Teknis Humas, Abdullah. Amrah sendiri pada kesempatan itu menyampaikan materi kepemiluan pada mahasiswa, menjelaskan pentingnya pemilu serta komponen apa saja yang perlu dipersiapkan oleh warga untuk berperan aktif menyukseskan pemilu. “Ingat pada 17 April 2019 ada 5 surat suara yang harus dicoblos, yakni surat suara pilpres, DPD, DPR RI, DPR Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota,” jelasnya.Amrah mengimbau sedari dini pemilih (termasuk pemilih pemula) mulai mencari dan menentukan pilihannya. Pelajari siapa calon yang terbaik dan layak untuk dipilih. “Peran pemilih milenial sangat menentukan siapa pemimpin kedepan. Kita harus peduli, memilih pemimpin terbaik bagi negeri ini,” kata Amrah.Para mahasiswa pun sangat antusias mengikuti  materi kepemiluan. Hal terlihat dari aktifnya mereka mengajukan pertanyaan untuk menggali lebih materi tentang kepemiluan yang telah . Seperti Iqbal M Nur yang bertanya mengapa KPU masih menggunakan pencoblosan secara manual, sementara di era modern sekarang ini sudah ada pemilihan elektronik dengan sistem digital e-voting. “Sekarang ini sudah zaman milenial, kenapa KPU belum gunakan sistem e-voting yang lebih akurat,” ucapnya.Lain lagi yang ditanyakan M Chairul Akbar, mahasiswa berusia 17 tahun bertanya bagaimana anggota KPU menjaga netralitasnya, sebagai penyelenggara dan pribadi yang memiliki hak pilih. “KPU merupakan penyelenggara pemilu, tapi juga menyalurkan hak pilihnya memilih salah satu calon," katanya.Menanggapi pertanyaan tersebut, Amrah menjelaskan, bahwa e-voting telah menjadi pembahasan sejak lama KPU. Meski demikian perlu ada aturan sebagai payung hukum apabila ingin menerapkan sistem ini dan tentunya dukungan anggaran yang tidak sedikit. “Belum lagi kesiapan jaringan internet harus dipastikan terutama di pelosok-pelosok,” kata Amrah. Dan untuk pertanyaan kedua, terkait netralitas Amrah menegaskan bahwa setiap penyelenggara pemilu telah menandatangani pakta integritas dan wajib memberikan pelayanan yang sama pada setiap peserta pemilu. (hupmas kpu sumsel Mhq/ed diR)

KPU Maros Serahkan APK ke Peserta Pemilu 2019

Maros, kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Maros menyerahkan Alat Peraga Kampanye (APK) kepada masing-masing peserta Pemilu 2019 Jumat (23/11/2018). Serah terima dilakukan dalam sebuah Rapat Koordinasi (Rakor) dan Penyerahan APK bersama Liaison Officer (LO) partai politik serta LO calon perseorangan (DPD).Pertemuan ini juga bagian dari rangkaian pertemuan sebelumnya yang membahas ukuran APK dan  finalisasi desain yang telah diserahkan ke KPU Maros.Acara kemudian dimulai pukul 15.30 WITA dan dibuka Ketua KPU Maros Samsu Rizal. Berikutnya Komisioner Divisi Sosialisasi Parmas dan SDM Syaharuddin memandu jalannya rakor. Komisioner yang akrab disapa Bang Datu kemudian menyampaikan bahwa hampir semua desain telah diterima KPU Maros  dan selesai dicetak. Hanya empat APK calon perseorangan (DPD) yang menurut dia tertunda karena telatnya konfirmasi persetujuan. Selain itu ada satu baliho untuk capres paslon 02 Joko Widodo-Ma’ruf Amin yang juga harus dikoreksi karena foto paslon pada desain APK baliho tidak proporsional.Kegiatan ini dihadiri juga oleh Perwakilan Polres Maros dan dan Bawaslu Kabupaten Maros. (160 –TknsHpms/ed diR)

KPU Kudus Serahkan APK ke Parpol

Kudus, kpu.go.id – Serah terima Alat Peraga Kampanye (APK) juga berlangsung di Kudus, Jawa Tengah. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kudus menyerahkan APK kepada masing-masing peserta pemilu di Aula KPU Jumat (23/11/2018) sore.Ketua KPU Kudus Naily Syarifah mengatakan bahwa kegiatan serah terima APK ini menindaklanjuti PKPU No 23 Tahun 2018 yang sudah diubah PKPU No 28 dan 33 Tahun 2018, dimana KPU ikut memfasilitasi APK, di antaranya dalam bentuk 10 item baliho (ukuran 3x5 meter) dan spanduk (ukuran 1,5x7 meter).“Seharusnya fasilitasi APK itu sudah bisa kita cetak sejak awal masa kampanye lalu, yakni 23 September. Namun, karena desain dari parpol yang terlambat, sehingga baru bisa kita cetak sekarang,” katanya.Meski demikian penyerahan APK yang difasilitasi KPU ini menurut Naily baru bersifat simbolis. Hal ini untuk memberi ruang kepada parpol mengecek kembali hasil dari cetakan dengan desain yang telah dibuat parpol. “Jangan sampai ketika sudah dicetak semuanya, ternyata ada kesalahan baik gambar maupun kata dan desainnya,” ucap Naily.Komisioner KPU Kudus Divisi Sosialisasi Parmasdiklih dan SDM, Ahmad Kholil menambahkan, dari 15 parpol yang telah menyerahkan desain APK, ada tiga parpol yang kemudian meminta revisi. Ketiga parpol tersebut antara lain PAN, Partai Hanura serta PSI. Untuk PAN revisi karena ada kesalahan warna cetak, sementara Hanura dan PSI meminta agar hasil cetakan mengikuti desain yang telah direvisi. “Mengingat sebelumnya sudah melakukan revisi desain dua hari lalu,” kata Kholil.Usai kegiatan serah terima APK secara simbolis ini, berdasarkan persetujuan peserta pemilu selanjutnya KPU akan menuntaskan proses cetak selama satu minggu dan mendistribusikan APK ke semua parpol. (AK/Tee/ed diR)

Populer

Belum ada data.